Literasi Finansial Keluarga Pekerja Migran Indonesia Ditinjau Dari Pengelolaan Remitan

Bayu Adi Laksono

Abstract


Abstract: The purpose of this study was to examine the financial literacy of migrant worker families in terms of remittance management. This study was conducted in seven hamlets of Payaman Solokuro Village, Lamongan Regency. Using cluster random sampling techniques in determining the research sample and using the Harry King Nomogram in determining the number of samples, as many as 95 persons. Data analysis uses ANOVA (Analysis of Variant) technique. The results showed that 63.2% of migrant workers’ families received remittances of 1-3 million each sending period, and 81.1% received remittances once a month. The literacy rate of migrant workers’ families from the perspective of remittance receipts intensity is in medium level, however migrant workers’ families who receive remittances in period of once in three months tend a high level of literacy. Families of migrant workers who receive remittances of more than three million each sending period are higher in financial literacy than others. The results of data analysis show that the financial literacy of migrant workers’ families do not have a significant difference in terms of the remittance receipts intensity, and the financial literacy of migrant workers’ families in terms of remittance receiptsquantitydo not have a significant difference. The results of this study indicate that migrant workers’ families can increase their financial literacy through financial training and have careful considerationsin making economic decisions


Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari pengelolaan remitan, baik dari intensitas maupun kuantitas. Penelitian ini dilakukan di tujuh dusun dari Desa Payaman Solokuro Kabupaten Lamongan. Menggunakan teknis cluster random sampling dalam menetukan sampel penelitian serta menggunakan Nomogram Harry King dalam menentukan besaran sampelnya, yakni sebanyak 95 orang. Analisis data menggunakan teknik ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% keluarga pekerja migran mendapat remitan sebanyak 1-3 Juta setiap periode pengirimannya, serta 81,1% menerima remitan sebulan sekali. Tingkat literasi keluarga pekerja migran ditinjau dari sudut pandang intensitas penerimaan remitan berada pada tingkat sedang, namun keluarga pekerja migran yang menerima remitan pada periode tiga bulan sekali cenderung memiliki tingkat literasi yang tinggi. Keluarga pekerja migran yang menerima kiriman remitan lebih dari tiga juta setiap periode pengirimannya cenderung memiliki tingkat literasi finansial yang lebih tinggi diantara yang lainnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi finansial keluarga pekerja migran tidak memiliki perbedaaan yang signifikan ditinjau dari intensitas penerimaan uang remitan, serta literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari kuantitas penerimaan uang remitan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pekerja migran dapat meningkatkan literasi finansialnya melalui pelatihan pengelolaan keuangan serta memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan ekonomi


Keywords


Literasi; finansial; keluarga; pekerja migran

Full Text:

PDF

References


Ardiana, M. (2016). Kontrol Diri, Pendidikan Pengelolaan Keuangan Keluarga, Pengetahuan Inklusi Keuangan Siswa Pengaruhnya terhadap Perilaku Menabung Siswa SMK Se Kota Kediri. Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, 4(1), 59–75.

Averill, J. R. (1973). Personal control over aversive stimuli and its relationship to stress. Psychological bulletin, 80(4), 286.

Connell, J., Biplab Dasgupta, Roy Laishley, & Michael Lipton. (1976). Migration from rural Areas. The Evidence from Village Studies. Delhi: Oxford University Press.

Garman, E. T., & Forgue, R. E. (1994). Personal Finance. Boston: Houghton Mifflin Company.

Lusardi, A., & Tufano, P. (2015). Debt literacy, financial experiences, and overindebtedness. Journal of Pension Economics & Finance, 14(4), 332–368. https://doi.org/10.1017/S1474747215000232

Mawarpury, M., & Mirza, M. (2017). Resiliensi Dalam Keluarga: Perspektif Psikologi. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 2(1), 96. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v2i1.1829

Miladiyanto, S. (2016). Pengaruh Profesi Tenaga Kerja Indonesia (Tki) Terhadap Tingginya Perceraian Di Kabupaten Malang. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(1), 51–66.

Supramono, S., & Putlia, N. (2017). Persepsi dan faktor psikologis dalam pengambilan keputusan hutang. Jurnal keuangan dan Perbankan, 14(1), 24–35. https://doi.org/10.26905/jkdp.v14i1.947

Utami, F. A., & Sumaryono. (2008). Pembelian Impulsif Ditinjau dari Kontrol Diri dan Jenis Kelamin Pada Remaja. Jurnal Psikologi Proyeksi, 3(1).

Wiyono, N. . (1994). Mobilitas Tenaga Kerja dan Globalisasi. Warta Demografi, (3), 8–13.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um041v14i2p68-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pendidikan Nonformal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International Licenseweb
stats View My Stats