PERAN EMOSI MALU DAN BERSALAH TERHADAP KECENDERUNGAN DELINKUENSI REMAJA

Garvin Garvin

Abstract


Perilaku delinkuensi remaja semakin hari semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian lebih lanjut. Beberapa penelitian telah menguji aspek-aspek yang dapat memengaruhi perilaku delinkuensi remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa remaja yang delinkuen cenderung memiliki emosi dan afeksi yang tumpul. Emosi yang terkait dengan moral terbagi menjadi dua, yakni emosi malu dan emosi bersalah. Apabila remaja yang delinkuen cenderung memiliki emosi yang tumpul, maka peneliti hendak menguji peran emosi malu dan bersalah terhadap kecenderungan delinkuensi remaja. Sampel sebanyak 401 orang remaja menjadi partisipan dalam penelitian ini, serta mengisi TOSCA-3 dan skala kecenderungan delinkuensi remaja. Hasil analisis regresi (F(2,398) = 43,801; P<0,01; R2 = 0,180) menunjukkan bahwa baik emosi malu dan bersalah dapat memprediksi kecenderungan delinkuensi remaja, namun dengan arah yang berbeda. Emosi bersalah memprediksi kecenderungan delinkuensi remaja secara negatif, sedangkan emosi malu memprediksi dengan arah yang positif. Simpulan dan implikasi dari hasil penelitian dibahas lebih lanjut dalam laporan penelitian ini.

Kata Kunci: Emosi malu, emosi bersalah, kecenderungan delinkuensi, remaja

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i12019p182


References


trends and entailing adendments in juvenile justice act. People: International Journal of Social Sciences, 3(3), pp.1365-1383.

Antara, A. (2017, Oktober 25). Wow! Jumlah remaja Indonesia 66,3 juta jiwa, kekuatan atau kelamahan? Diambil dari https://lifestyle.okezone.com/read/2017/ 10/25/196/1802143/wow-jumlah-remaja-indonesia-66-3-juta-jiwa-kekuatan-atau-kelemahan.

Binik, O., Ceretti, A., Cornelli, R., Schadee, H., Verde, A., & Gatti, U. (2019). Neighborhood social capital, juvenile delinquency, and victimization: Results from the international self-report delinquency study - 3 in 23 countries. European Journal on Criminal Policy and Research. Advance online publication. doi:10.1007/s10610-018-9406-1.

Butar, M.B. (2017). Hubungan perilaku asertif dengan kenakalan remaja pada siswa SMP Negeri 6 Kota Tebing Tinggi. School Education Journal PGSD FIP UNIMED, 7(4), 525-532.

Fatimah, S., & Umuri, M.T. (2014). Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Citizenship, 4(1), pp.87-95.

Febiyanti, A., & Wijaya, E. (2017). Hubungan antara kecerdasan emosional, perilaku delinkuensi, dan prestasi belajar pada remaja madya di SLTA Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(2), pp.152-158.

Frick, P.J., Cornell, A.H., Bodin, S.D., Dane, H.E., Barry, C.T., & Loney, B.R. (2003). Callous-unemotional traits and developmental pathways to severe conduct problems. Developmental Psychology, 39, 246–260.

Leary, M.R. & Tangney, J.P. (2012). Handbook of self and identity (2nd ed.). NY: Guilford.

Li, X., & Ang, R.P. (2019). Parental arrest and adolescent delinquency in Singapore: The moderating roles of narcissism, callous-unemotional traits, and impulsivity. Journal of Child and Family Studies. Advance online publication. doi:10.1007/s10826-018-01311-6.

Nourollah, M., Fatemeh, M., & Farhad, J. (2015). A study of factors affecting juvenile delinquency. Biomedical and Pharmacology Journal, 8, pp.25-30.

Omboto, J.O., Ondiek, G.O., Odera, O., & Ayugi, M.E. (2013). Factors influencing youth crime and juvenile delinquency. International Journal of Research in Social Sciences, 1(2), pp.18-21.

Papalia, D.E., & Feldman, R.D. (2014). Experience human development (13th ed.). NY: McGraw-Hill.

Spruit, A., Schalkwijk, F., Vugt, E., & Stams, G.J. (2016). The relation between self-conscious emotions and delinquency: A meta-analysis. Aggression and Violent Behavior, 28, pp.12-20

Sriyanto, Abdulkarim, A., Zainul, A., & Maryani, E. (2014). Perilaku asertif dan kecenderungan kenakalan remaja berdasarkan pola asuh dan peran media massa. Jurnal Psikologi, 41(1), pp.74-88.

Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M.D. (2017). Kenakalan remaja dan penanganannya. Jurnal Penelitian & PPM, 4(2), pp.129-389.

Weiner, B. (2006). Social motivation, justice, and the moral emotions. NJ: Routledge.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Reference Manager : 

     

 

Aliansi:

     


Plagiarism Checker :

 

 

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.