IDENTIFIKASI AWAL WILAYAH PENGARUH KA KOMUTER DITINJAU DARI PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA SURABAYA

Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno

Abstract


Abstrak: Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi yang terjadi hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di negara Asia. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas berupaya menyediakan Kereta Api Komuter bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bolak-balik. Pada kenyatannya
permasalahan kemacetan lalu lintas belum dapat teratasi disebabkan karena penggunaan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan penggunaan angkutan umum sebesar 1:27. Kenyataan tersebut semakin diperburuk dengan keterbatasan bentangan layanan jalur rel Kereta Api (KA) di Kota Surabaya. Oleh karena itu wilayah pengaruh KA Komuter di Kota Surabaya penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah studi literatur
dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh ditinjau dari KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo hanya diketahui pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 3400 meter (42.86%). Wilayah pengaruh KA Komuter SUSI arah Sidoarjo- Surabaya pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 4600 meter (50%) dan meninggalkan stasiun
tujuan sebesar 4100 meter (100%). Wilayah pengaruh KA Komuter SULAM hanya diketahui dari arah Surabaya-Lamongan saja sebesar 4000 meter (100%) pada saat menuju stasiun asal dan 23000 meter (100%) pada saat meninggalkan stasiun tujuan. Wilayah pengaruh layanan KA Komuter SUSI dan SULAM dengan menggunakan mobil di Kota Surabaya pada saat menuju
stasiun asal sebesar 4000 meter dan pada saat meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter. 

Kata-kata kunci: identifikasi awal, wilayah pengaruh, mobil, KA Komuter, Kota Surabaya 

Abstract: Traffic congestion is a major transportation problem that occurs in almost all major cities in Asian countries. The city of Surabaya as the second largest city in Indonesia in overcoming traffic congestion issues seeks to provide the Commuter Train for people who
travel back and forth. In fact, traffic congestion problems can not be solved because of the uneven use of private vehicles with the use of public transport of 1:27. The fact is further exacerbated by the limitations of the railway service (KA) in Surabaya. Therefore, the area of KA Komuter’s influence in Surabaya City is important to know. The methods undertaken at this initial identification are literature studies and primary data collection. The initial identification
results indicate that the area of influence viewed from the SUSI Commuter Train in the direction of Surabaya-Sidoarjo is known only at the time to the station of origin only for 3400 meters (42.86%). The area of influence of KA Komuter SUSI in the direction of Sidoarjo- Surabaya on the way to the station of origin is only 4600 meters (50%) and leaves the destination station of 4100 meters (100%). The area of KA Komuter SULAM’s influence is known only from the Surabaya-Lamongan direction of 4000 meters (100%) on the way to the original
station and 23000 meters (100%) upon leaving the destination station. The area of influence of KA Komuter SUSI and SULAM train services by car in the city of Surabaya on the way to the origin station of 4000 meters and on leaving the destination station of 4100 meters. 

Keywords: initial identification, influence area, car, KA Komuter, Kota Surabaya


Full Text:

PDF

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.