TRANSFORMASI PERTUNJUKAN WAYANG ORANG KOMUNITAS GRAHA SENI MUSTIKA YUASTINA SURABAYA

Dwi Wahyu Wirawan Paneli

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengathui proses transformasi Komunitas Wayang Orang Graha Seni Mustika Yuastina Surabaya dalam mementaskan sebuah pertunjukan wayang orang, (2) Mendiskripsikan bentuk transfomasi pertunjukan Wayang Orang  Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ialah: (1) konsep tranformasi budaya, (2) struktur dramatik serta elemen-elemen dari lakon Wayang Orang dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan studi fenomenolgi. Pengumpulan data melalui pengamatan terlibat, wawancara, dan perekaman. Teknik analisis data secara berkelanjutan sejak pengumpulan data awal sampai lapaoran penelitian ini berakhir. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: (1) Transformasi pertunjukan Wayang Orang  dari kemasan THR menjadi pertunjukan kemasan dari Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Surabaya tidak semata-mata langsung begitu saja, (2) bentuk transformasi disertai denga perubahan elemen wayang orang, diantaranya dialog serta adegan, gerak, iringan, panggung, perlengkapan, tata rias dan busana. Fenomena yang terjadi dunia seni pewayangan sekarang ini mengisaratkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat baik para seniman dan penikmat dalam menyikapi pertunjukan wayang orang.

Full Text:

PDF

References


Bahary, Nooryan. 2008. Kitik Seni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J.W. 2014. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih

Diantra Lima pendekatan edisi ke-3. Pustaka Belajar: Yogyakarta.

Darmoko. 2004. “Seni Gerak dalam Pertunjukan Wayang Orang Tinjaun Estetika” dalam Jurnal Makara, Sosial Humaniora. Vol. 8/No. 2, Agustus 2004. Hal: 83-89.

Darmono, Sapardi D. 2012. Alih Wahana. Jakarta: Editum.

Denzin, N.K, dan Lincolin, Y.S. 2011. Introduction: The and discipline and partice of qualitive research edisi ke-4. Thousand Oaks, Ca: Sage.

Dwi, Narwoko. J & Suyanto, Bagong. 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Prenada Media.

Esten, Mursal. 1990. Minangkabau: Kajian Transformasi Budaya. Padang: Angkasa Raya.

Fraenkel, Jack R. 1977. How to Teach About Values: An Analytic Approach. New Jersy: Prentice Hall.

Gie, The Liang. 1983. Garis Besar Estetika “Filsafat Keindahan”. Yogyakarta: Supersukses.

Greetz, Clifford. 1973. The interpretation of Cultures. NewYork : Basic Books, Inc. Publishers

Hadipriyanto, Ki Kasidi. 1990. Ragam Lakon dalam Sastra Pewayangan. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Balai Penelitian ISI Yogyakarta.

___________________. 2009. “Perlunya Belajar Wayang dalam Kehidupan Budaya Jawa”, dalam Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya, Vol. IV/No. 7. Edisi Juni. Hal 14-21. Yogyakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Hersapandi. 1991. Wayang Orang Sriwedari Suatu Perjalanan Dari Seni Istana Menjadi Seni Komersil.

_________.2011. “Kehidupan Wayang Orang Sriwedari dalam Perspektif Determinasi Penari Rol” dalam jurnal Resital Vol.12/No 2.

Holt, Claire. 2000. Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Bandung: Arti-line.

Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Hilang: Pengantar Studi Sastra Lisan. HISKI: Jawa Timur.

Iskandar. 2009. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gunung Persada Press Cipayung.

Jalaludin dan Abdullah. 2013. Filsafat Pendidikan: Manusia, Filsafat, dan Pendidikan. Depok: Raja Grafindo Persada.

Jazuli. 2008. Paradigma Pendidikan Seni. Surabaya: Unesa University Press.

Kerlinger, Fred. 2002. Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University press.

Manauba, Putera.1999. Budaya Daerah dan Jati Diri Bangsa: Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi, “Masyarakat Kebudayaan dan Politik”. XX1. No. 4.

Mar’at. 1981. Sikap Manusia, Perubahan Serta Pengukurannya. Bandung: Ghalian.

Miles, Mattew. B and Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press.

Mudjanattistomo. 1979. Pedhalangan Ngayogyakarto Jilid I . Yogyakarta: Yayasan Habirandha.

Murgiyanto, Sal. 2002. Kritik Tari, Bekal dan Kemampuan Dasar. Jakarta.

Nawawi, Hadari. 2007. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nurgiyantoro, Burhan. 2002. “Transformasi Nilai Pewayangan dalam Drama Indonesia” dalam Kajian Sastra: Jurnal Bidang Kebahasaan, Kesusastraan, dan Kebudayaan Vol.5/No.4. Edisi Oktober. Hal: 26-37. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UGM.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Rohidi, Tjejep Rohendi. 2011. Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Citra Prima Nusantara.

Pavis, Patrice. 2005. Theatre At The Crossround of Culture. New York: Routledge.

Safarudin, Balok. 2013. Tesis “Komodifikasi Wayang Topeng Malangan Di Padepokan Seni Asmoro Bangun Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang”. Program Pasca Sarjana, Universitas Udayana Denpasar. Tidak dipublikasikan.

Saul, Howard Becker. 1984. Art Word. University of California Press.

Sedyawati, Edi. 1984 Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan

____________. 2010. Budaya Indonesia; Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: Rajawali Press.

Setiawati, Rahmida. 2008. Seni Tari Jilid I. Jakarta. Depdiknas.

Soedarsono. 1972. Tari-Tarian Indonesia. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

__________. 1984. Wayang Wong: The Ritual Dance Drama in The Court of Yogyakarta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

__________. Tradisional di Indonesia. Yogyakarta: UGM.

__________. 1990. Wayang Wong: The Ritual Dance Drama in The Court of Yogyakarta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Ed. II.

__________. 2002. Seni Pertujukan Indonesia di Era Globalisasi . Yogyakarta: Gadjah Mada Uneversity Press.

Soedarsono dan Narawati. 2011. Dramatari di Indonesia, Kontinutas dan Perubahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudiro. 2002. “Kesenian Wayang Orang dan Fungsinya: The Art of Wayang Orang and its Function” dalam Jurnal Penelitian Humaniora Vol. 2/No. 1 Edisi Pebuari. Hal: 1-11. Surakarta: Lembaga Penelitian UMS.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sumarsam. 2003. Gamelan: Interaksi Budaya dalam Perkembangan Musikal di Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Supratno, Haris. 2010. Sosiologi Seni: Wayang Sasak Lakon Dewi Rengganis Dalam Konteks Perubahan Masyarakat di Lombok. Surabaya: Unesa University Press.

_____________. 2015. Sosiologi Seni:Foklor Setengah Lisan Sebagai Media Pendidikan Karakter Mahasiswa. Unesa University Press.

Suprihono, Arif Eko dan Andri Nur Patrio. 2001. “Menemukan Formula Sinematografi Seni Pertunjukan” dalam Jurnal Resital. Vol. 12 No. 1, Juni 2001. Hal: 31-45

Suryono, Soelistyo J. 2009. Tesis. “Transformasi Keris Surakarta”. Pascasarjana Isi Surakarta. Tidak dipublikasikan.

Sutopo, H.B. 2002. Metode Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelituan. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Suyami. 1992. “Wayang Sebagai Tontonan, Tuntunanm dan Tatanan” dalam Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya Jawa Vol. 1/No. 1. Edisi Juni. Hal: 37-49. Yogyakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Sztompka, Piotr.2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Pranada.

Yudiaryani. 2015. WS Rendra dan Teater Mini Kata. Yogyakarta: Galang Pustaka

Wagiyo. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Universitas Terbuka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed