PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG

Hindam Basith Rafiqi

Abstract


PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU

SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG

 

Hindam Basith Rafiqi

1721073411

Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI Yogyakarta

Email : hindambasith@gmail.com

 

ABSTRAK

 

Batik Druju berasal dari Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Batik Druju berlokasi di dusun terpencil bernama Wonorejo, di bawah perbukitan gunung kapur Malang Selatan yang membujur hingga pantai selatan Jawa. Suasana alam yang eksotis, mendorong karya batik Druju menjadi masterpiece di dunia. Ditemukan beragam motif flora, motif fauna, motif sinar matahari dan pemandangan alam yang terinspirasi dari alam sekitar desa Druju. Ciri khas warna batik Druju cenderung mengkombinasikan warna-warna kontras, banyak menggunakan unsur garis dan simetris, dan identik dengan warna hitam pekat. Proses penciptaan desain batik menggunakan bahan utama sutera dan dikerjakan dengan teknik tulis dan cap. Ciri khas batik Druju juga terlihat dari corak-corak batik yang menyambung dari bagian depan ke bagian belakang. Motif batik Druju menyambung karena ditorehkan setelah kain dijahit menjadi pakaian. Dan batik Druju juga tidak akan membuka di tempat lain dikarenakan ingin membesarkan sendiri desa mereka.

Keberadaan batik Druju masih kurang populer di masyarakat khususnya Malang, hal ini menggugah penulis untuk merancang sebuah film dokumenter yang menjelaskan tentang asal usul, ciri khas motif hingga keunikan yang ada pada batik Druju.

Perancangan ini dirancang dengan tujuan untuk mengenalkan asal usul batik Druju, ciri khas motif dan keunikan batik Druju, serta fungsi sosialnya kepada masyarakat sekitar yang belum banyak mengenal batik Druju. Perancangan ini menggunakan rancangan prosedural dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Berdasarkan pengertian model diatas yaitu model yang dirancang harus dibuat dengan langkah-langkah dan bertahap. Tahapan tersebut terdiri dari tiga bagian yang lazim yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.

Perancangan ini menghasilkan film dokumenter yang merupakan salah satu media efektif untuk mengenalkan batik Druju kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya perancangan ini, masyarakat Indonesia bisa lebih menghargai dan ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional yang ada di Indonesia.

 

Kata Kunci: Perancangan, Film dokumenter, Batik Druju



ABSTRACT

 

                  Batik druju originates from Druju Village, District of Sumbermanjing Wetan, Malang. Located in small village named Wonorejo, around the hill side of chalk-cliff in South Malang area that extending up till South Java beach. An exotic nature ambience, encouraging Batik Druju design to being the masterpiece in the world. We can find so many flora pattern, fauna pattern, sunshine pattern and a scenery pattern that inspired by the scenery around Druju village. The uniqueness of batik Druju can be found from their color, they usually use a contrast color with a line, symmetrical design and identic with solid black color. The process of creating batik design uses a drawing and stamp technique on a silk fabric. The other uniqueness that can be found on batik Druju was on their batik pattern that extend from the front area to back area. Batik Druju pattern connected because the drawing process was doing after the fabric was made into a clothes. Batik Druju also not open any branch out the area of Druju village, because they want to developing their village.

            The existence of Batik Druju was not really popular in the society, especially in Malang city, this reason encourage the author to design a documentary film that can explain about the origin, the pattern and the uniqueness which can be found in batik Druju.

            This design was made to introduce about the origin of batik Druju, the pattern of batik Druju and it’s social function to the society that lives around the area who didn’t know about batik Druju. This design use a procedural design with aligning the steps that have to follow for producing the product. Based on the model’s explanation, the model that was designed should divide into 3 common parts which is pre-production, production, and post-production.

            This design will produce a documentary film which can be an effective media to introduce about batik Druju to the society. Hopefully, with this design, the society can appreciate and accompany to preserving Indonesian traditional culture.

 

Keywords: Designing, Documentary film, Batik Druju


Full Text:

PDF

References


KEPUSTAKAAN

Adiwimarta, Sri Sukesi dan Sunaryo, Adi. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka

Al-Malaky, Ekky. 2004. Komunikasi Massa Jakarta. Jakarta:Mizan

Anshori dan Kusriyanto. 2011. Keeksotisan Batik Jawa Timur. Jakarta: Elex Media Komputindo

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Ayawaila, Gerzon Ron. 2008. Dokumenter : Dari Ide sampai Produksi. Jakarta: FFTV-IKJ Press

Bungin, Burhan. 2001. Erotika Media Massa. Surakarta: UMM Press

Depdikbud. 1997. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan, Jakarta: Balai Pustaka

Effendi, Heru. 2002. Mari Membuat Film – Panduan Menjadi Produser, Jakarta: Panduan

Fachrudin, Andi. 2012. Dasar-Dasar Produksi Televisi. Jakarta: Kencana Pradana Media.

Irawanto, Budi. 1999. Film, Ideologi, dan Militer. Yogyakarta : Media Pressindo

Irawan, Candra. 1984. Batik dan Membatik. Jakarta: CV. Akadoma.

Jeffkins, Franks. 1997. Periklanan. Jakarta: Erlangga

Juniarto, Eko. 2003. Desain Produksi Dokumenter. Jakarta: IDEA International

Kudiya, Komarudin. 2011. Batik (eksistensi dan tradisi). Jakarta: Dian Rakyat

Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Menkominfo. 2010. Multikulturalisme, Toleransi & National Character Building: Film Dokumenter. Jakarta: Menkominfo

Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nichols, Bill. 2001. Introduction to Documentary. Indiana University Press.

Nichols, Bill. 1991. Representing Reality. Indiana: Indiana University Press.

Nugroho, Fajar. 2007. Cara Pintar Bikin Film Dokumenter. Yogyakarta: Galang Press

Prakosa. Gatot. 1997. Film Pinggiran: Antologi film pendek, Film Eksperimental, dan Film Dokumenter. Jakarta: Nalar

Prasetyo, Anindito. 2010. Batik Karya Agung Warisan Budaya Dunia. Yogyakarta: Pura Pustaka

Purba, Afrillyana., Saleh, Gazalba., dan Krisnawati, Andriana. 2005. TRIPs-WTO dan Hukum HKI Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2006. Metode Perancangan Komunikasi Visual Perancangan. Yogyakarta: Dimensi Press.

Setyobudi, Ciptoyono. 2012. Teknologi Broadcasting. Yogyakarta: Graha Ilmu

Shanon. Weaver. 1949. The Mathematical Theory of Communication. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sugiyono,. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabete.

Sutrisno, Dwi Fahmi. 2013. Teknik Penyuntingan Gambar Berita Televisi (Editing). Jakarta: MNCTV

Undang-undang Penyiaran No. 32 Tahun 2002, Tentang Penyiaran.

Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi Artikel, Majalah, laporan penelitian. Edisi kelima. Malang: Departemen Pendidikan Nasional.

Wibowo, Fred. 2007. Teknik Produksi Program Televisi. Jakarta: Pinus Book Publisher


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.