KE-BHINEKA TUNGGAL IKA-AN: IDEOLOGI PENDIDIKAN SENI BERBASIS MULTIKULTURAL DI INDONESIA

Iriaji Iriaji

Abstract


Fenomena pendidikan seni saat ini mengalami dilema ketidakjelasan arah, karena beberapa alasan: (1) kemunculan pemikiran postmodernisme yang mengangkat isu-isu masalah sosial mendorong perlunya internalisasi ideologi rekontruksi sosial dalam pendidikan seni, dan (2) keinginan pengakuan, penghargaan dan pemertahanan terhadap keberagaman seni budaya mendorong perlunya pendidikan seni berbasis multikultural. Dalam mengatasi dilema tersebut penulis berkeyakinan bahwa pengalaman estetik dalam pendidikan seni di sekolah umum dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan artistik yang utuh (holistic) dan terpadu (terintegrasi) dengan masalah isu lingkungan sosial-budaya (kontekstual) melalui ideologi pendidikan seni berbasis multikultural. Dalam hal pengintegrasian pengalaman estetik, dapat dilakukan melalui kegiatan ekspresi, kreasi, apresiasi, dan sosial. Sedangkan implementasi dalam pembelajaran, bisa dilakukan melalui alternatif model pengenalan, model pengamalan, dan model perombakan; dan/atau melalui pendekatan baru dalam pembelajaran seni, yaitu pendekatan intervensi seni, pedagogi kritis, culture jammer atau melalui pendekatan critical inquiri.

Full Text:

PDF

References


Banks,J.A.(2010).Anintroductiontomulticulturaleducation. (4nd).Boston: Pearson EducationInc.

Chapman, Laura H. 1978. Approaches to Art in Education. New York: Harcourt Brace Jovanovich, Publishers (hlm. 80-90).

Freedman, Kerry & Sturh, Patricia. 2004. “Curriculum Change for 21st Century: Visual Culture in Art Education” dalam Eisner, E.W. & Day, M. 2004. Hanbook of Research and Policy in Art Education, Mahwah: Lawrence Erbaum Asscociatis.

Gustami, SP. 2002. Seni Kriya Indonesia Akar Seni Rupa Indonesia. Seminar Internasional Seni Rupa, Sabtu dan Minggu 21-22 September 2002. Yogyakarta: PPs ISI

Hartoko, Dick. 1984. Manusia dan Seni. Yogyakarta: Kanisius.

Hernandez, Hilda. 1989. Multicultural Education: A teacherGuide tolinking Context,Process,andContent,NewJersy &Ohio:PrenticeHall.

Holt, Claire. 1967. Art in Indonesia. Continuities and Change. Ithaca, New York, Cornell University Press.

Iriaji. 2012. Pengembangan Model dan Perangkat Pembelajaran Apresiasi Seni Berbasis Pengalaman Kognitif pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP. Jurnal Penelitian Kependidikan. Tahun 22, no. 1, April 2012.

Koentjoroningrat. 1985 (cetakan ke 12). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Letsiou, Maria. 2012. Art InterventionAndSocialReconstructionInEducation.Art,educationandculture.Contributionsfrom the periphery.COLBAA:Jaén

Lombard, Denys. 1996. NusaJawa: Silang Budaya Warisan-Warisan Kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lombard, Denys. 2005. Nusa Jawa: Silang Budaya Batas-Batas Pembaratan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Salam, Sofyan, 2001. “Pendekatan Ekspresi Diri, Disiplin, dan Multikultural dalam Pendidikan Seni Rupa” Wacana Seni Rupa. Vo;. 1 No. 3. hal 12 - 22.

Salam, S. 2006. Pendidikan Seni Multukultural (Suatu Pengantar untuk Mengeksplorasi Pelaksanaannya di Kampus). Jurnal Pendidikan Seni Kagunan, I (01) 1-7.

Soedarso Sp. 1988. Tinjauan Seni sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana Yogyakarta.

Soehardjo, A.J. (2012). Pendidikan Seni. Malang: bayumedia Publishing

Suanda, Endo. 2006. “Kesenian dan Pluralitas Kultur”. Jurnal Pendidikan Seni Kagunan. Tahun I, No. 1. hal 15-24.

Suru, I Made. 1983. Sejarah Seni Rupa Indonesia. Malang: PSRK FPBS IKIP MALANG.

Sutopo, H. 1987. A Model of Art Criricism for Teaching Appreciation of Javanese Traditional Art in Indonesia. Disertasi tidak diterbitkan. Florida: The Florida Atate University.

Tilaar, H.A.R. 2004. Multikulturalisme, Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Utama, Edy. 2004. Pluralisme Budaya Nusantara dari Perspektif Budaya Lokal dalam Pendidikan Apresiasi Seni (Wacana dan Praktek untuk Toleransi Pluralisme Budaya). Surakarta: PSBPS Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wilson, J. 1984. Art, Culture and Identity. Journal of Aesthetic Education. 18 (2), 89 - 102.

Yudoseputro, Wiyoso. 1986. Seni Kerajinan Indonesia. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdikbud.

Zoemulder, P.J. 1983. Kalangwan Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan.

Zoemulder, P.J. 1995. Kamus Jawa Kuno - Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed