PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN SWA-ATUR DENGAN DISCOVERY LEARNING DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA

Mohammad Fauzi

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti strategi pembelajaran Swa-Atur dan Discovery Learning,2) mengetahui perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang mempunyai gaya kognitif Field Dependence dan gaya kognitif Field Independence, dan 3) untuk  mengetahui interaksi antara pembelajaran Swa-Atur, pembelajaran Discovery Learning, dan  gaya kognitif siswa terhadap hasil belajar kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen faktorial 2 x 2. Kelompok kontrol merupakan kelompok  yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Discovery Learning, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Swa-Atur. Melalui desain analisis ANAVA dua arah ini akan dibandingkan pengaruh strategi pembelajaran Swa-Atur dengan strategi pembelajaran Discovery Learning dan gaya kognitif siswa yaitu Field Dependence dan Field Independence terhadap hasil belajar kimia. Dari analisis diperoleh hasil: Ha.1 diperoleh Fhitung = 22,566 lebih besar dari Ftabel dengan pembilang 1 dan penyebut 67 yang 3,99 (Fhitung > Ftabel) dan p = 0,000 maka p <0,05 sehingga terbukti bahwa nilai rata-rata kedua populasi tidak sama sehingga terbukti hasil belajar dengan strategi pembelajaran Swa-Atur dan Discovery Learning berbeda  secara signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Ha.2 diperoleh Fhitung = 5,182 lebih besar dari Ftabel dengan pembilang 1 dan penyebut 67adalah 3.99 (Fhitung > Ftabel) dan p = 0,000 maka p <0,05 berarti bahwa hasil belajar siswa yang memiliki gaya kognitif Field Independence dan gaya kognitif Field Dependence berbeda  secara signifikan pada taraf kepercayaan 95%, dan Ha.3 diperoleh Fhitung = 0,219 lebih kecil dari Ftabel dengan pembilang 1 dan penyebut 67adalah 3.88 (Fhitung < Ftabel) dan p =0,641 maka p> 0,05 berarti bahwa tidak ada interaksi strategi pembelajaran Swa-Atur dan Discovery Learning dan gaya kognitif siswa terhadap hasil belajar pada taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan yang diperoleh bahwa siswa yang diberi strategi pembelajaran Swa-Atur menunjukkan hasil belajar lebih tinggi dari strategi pembelajaran Discovery Learning. Bahwa siswa yang memiliki Field Independence memiliki hasil belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang memiliki Field Dependence. Tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan hasil belajar kimia.


Keywords


Swa-Atur; Discovery Learning; Gaya Kognitif; Hasil Belajar.

Full Text:

PDF

References


Alma, Buchari., dkk. (2010). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Anastasi, A. & Urbina, S. 1997. International Edition Seventh Edition Psychologycal Testing. New Jersey: Prentice Hall.Pp.444.

Arabzadeh, M., Kadivar, P., & Dlavar, A. (2012). The Effects of Teaching Self-Regulated Learning Strategy on Students’ Academic Delay of Gratification. Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Busines. Vol. 4 No. 12, pp. 580-587.

Arends, R. 2008. Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chatzistamatiou, M., & Dermitzak, I. (2013). Teaching Mathematics With Self-Regulation and for Self-Regulation: Teachers' Reports. Hellenic Journal of Psychology. Vol. 10, pp. 253-274.

Ellis, J. (2008). Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.

Keefe, J.W. (1987). Learning Style Theory and Practice.Virginia: National Association of Secondary School Principals. p.17.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMP Bahasa Inggris. Jakarta: Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mezei, G. (2008). Motivation And Self-Regulated Learning: A Case Study of A Pre-Intermediate and An Upper-Intermediate Adult Student. Wopalp. Vol. 2, pp. 79-104.

Nanang, H., dan Suhada, C. (2009). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.

Riding, R., & Rayner, S. (1998). Cognitive Styles and Learning Strategies Understanding Style Differences in Learning and Behaviour, (London: David Fulton Publishers), p. 8.

Santrock, J. W. (2010). Psikologi Pendidikan (Edisi Kedua). Jakarta: Kencana.

Schunk, D. H. (2005). Self-regulated learning: The educational legacy of Paul R. Pintrich. Educational Psychologist 40, 85-94.

Slameto. (2010). Belajar & Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Suprijono, Agus. (2010). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Woolfolk, A.E. (1993). Educational Psychology. London: Allyn and Bacon, p.129

Zimmerman, J. (1989). A Social Cognitive Viewof Self-Regulated Academic Learning. Journal of Educational Psychology. Vol. 81 No. 3, pp. 329-33.

Zumbrunn, S., Tadlock, J., & Danielle, E. R. (2011). Encouraging Self-Regulated Learning in the Classroom: A Review of the Literature. Metropolitan Educational Research Consortium (MERC). Virginia: Virginia Commonwealth University.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um039v4i12019p056

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




INDEXED BYTOOLSPLAGIARISM CHECKARTICLE TEMPLATE


Creative Commons License
Edcomtech is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.