KEEFEKTIFAN TINGKATAN PEMBELAJARAN INKUIRI (LEVEL OF INQUIRY) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PENGETAHUAN AWAL SISWA YANG BERBEDA

Salim Salim, Suryaman Suryaman, Retno Danu Rusmawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan pembelajaran inkuiri dalam beberapa tingkatan terhadap peningkatan keterampilan proses sains dengan pengetahuan awal berbeda. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan perlakuan prates-pascates pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Siswa kelas X MAN Sampang dan SMAN 1 Sampang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel di kelompokkan dalam tiga kelompok perlakuan. Kelompok eksperimen 1 diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 3 (PIT-3), kelompok eksperimen 2 diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 4 (PIT-4) dan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran inkuiri tingkat 2 (PIT-2). Uji keterampilan proses sains menggunakan soal obyektif pilihan ganda dengan reliabilitas  tes sebesar 0,77. Analisa data menggunakan uji ANOVA. Penelitian ini menyimpulkan pembelajaran inkuiri tingkat 2 (PIT-2), tingkat 3 (PIT-3) dan tingkat 4 (PIT-4) mempunyai perbedaan keefektifan terhadap peningkatan keterampilan proses sains. Peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan pengetahuan awal berbeda, paling efektif pada penerapan pembelajaran inkuiri tingkat 3 (PIT-3), siswa dengan pengetahuan awal tinggi dan rendah memperoleh Gain peningkatan lebih tinggi dari penerapan pembelajaran inkuiri tingkat 2 (PIT-2) dan tingkat 4 (PIT-4).  

Abstract

This study aims to determine the differences in the effectiveness of inquiry learning on several levels towards improving science process skills with different initial knowledge. The study design uses quasi-experimental treatment with pre-posttates in the control group and the experimental group. Class X MAN Sampang and SMAN 1 Sampang students in 2018/2019 school year. Samples were grouped into three treatment groups. The experimental group 1 applied level 3 inquiry learning (PIT-3), the experimental group 2 applied level 4 inquiry learning (PIT-4) and the control group applied level 2 inquiry learning (PIT-2). The science process skills test uses multiple choice objective questions with a test reliability of 0.77. Data analysis uses ANOVA test. This study concludes level 2 (PIT-2), level 3 (PIT-3) and level 4 (PIT-4) inquiry learning has a difference in effectiveness in improving science process skills. Improved science process skills of students with different initial knowledge, most effective in the application of inquiry level 3 (PIT-3) learning, students with high and low initial knowledge gain a higher gain than the application of level 2 (PIT-2) and level 4 inquiry learning (PIT-4).


Keywords


Levels of inquiry; pengetahuan awal; keterampilan proses sains;

Full Text:

PDF

References


Abd Rauf, R.A., Rasul, M.S., Mansor, A.N., Othman, Z., Lyndon. (2013). Inculcation of Science Process Skills in a Science Classroom. Journal Asian Social Science, 9 (8), 47-57

Abungu, H. E., Mark l. O., & Samuel, W. 2014. The effect of Science Process skills Teaching Approach on secondary school: Achievement in Chemistry in Nyando district, Kenya. Journal of Education and Sosial Research. 4 (6), 559-371

Ariani, Mika., Hamid, Abdul dan Leni. 2015. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Koloid Dengan Model Inkuiri Terbimbing (Guided Inkuiri) Pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 11 Banjarmasin. Quatum, jurnal Inovasi Pendidikan Sains. v.6. n.1. p.98-107

Effendi, M. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran ECIRR Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Pada Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Sains, 4(3), 113–121.

Ergul, Simsekli.,Calis & Gocmencelebi. 2011. The Effect of Inquiry-Based Science Teaching on Elementary School Students Science Process Skill And Science Attitudes. Bulgarian Journal of Science and Education Policy (BJSEP), 5 (1): 48-67

Hairani., Dasna, I Wayan. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. v. 23. n. 2

Hake, R. 1998. Interactive-Engagement Versus traditional Methods: A Six Thousand Student Survey of Mechanics Test data for Introductory Physics Course. American Journal Physics, 66(1), 64-74

Hanson, R., Taale, K.D., & Antwi, V. 2011. Invertigating Senior High School Students’ Conceptions of Introductory Chemistry Concepts. International Journal of Educational Administration, 3(1): 41-57

Hardianti, Tuti., Kuswanto, Heru. 2017. Difference Among Levels of Inquiry: Process Skill Improvement at Senior High School in Indonesia. International Journal of Instruction. v. 10 n. 2. p. 119-130. p- ISSN: 1694-609X, e-ISSN: 1308-1470

Hardianti, Tuti., Kuswanto, Heru. 2015. The Many Level of Inquiry: Differences in Effectiveness to Improve Learning Outcomes and Process Skills of Learning Physic in Senior High School. Proceeding of International Seminar on Science Education. Yogyakarta State University

Irfan N, Mochammad. 2016. Penerapan Levels Of Inqury Dalam Pembelajaran IPA-Fisika Untuk Meningkatkan Keterampilan Abad Ke-21 (4C’s) Pada Siswa SMP. Prosiding SNIPS 2016. Universitas Pendidikan Indonesia

Iswatun, I.,Mosik, M., dan Subali, Bambang. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan KPS dan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VIII. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. v. 3(2). p.150-160. P-ISSN: 2406-9205, e-ISSN: 2477-4820

Kean, E dan Middlecamp, C. 1985. Panduan Belajar Kimia Dasar. Jakarta: Gramedia

Matthew, B dan Kenneth, I. 2013. A Study on The Effects of Guided Inquiry Teaching Method on Students Achievement in Logic. International Research, 2(1):134-140

Muslich, M. 2007. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara

Purwanto. 2013. Analisis Kemampuan Inkuiri dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Model Pembelajaran Berbasis Model Hierarki Of Inquiry. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVII HFI Jateng & DIY. UPI Bandung.

Puspaningtyas, Khaerani dan Suparno. 2017. Pengaruh Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Analisis dan Keterampilan Proses Sains. Indonesia Journal of Science and Education. v. 1 n. 1. p.8 -16. P-ISSN: 2598-5213, e-ISSN: 2598-5205

Ramdan, Sahri. 2015. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Melalui Penerapan Levels Of Inquiry Dalam Pembelajaran IPA Terpadu. Jurnal Edusains. v.7.n.02.p.106-113.

Rustaman, N.Y. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press

Sukarno, S., Permanasari, A., dan Hamidah, I.2013. The Profile of Science Process Skill (SPS) Student at Secondary High School (Case Study in Jambi). International Journal of Scientific Engineering and Research (IJSER). www.ijser.in. ISSN, 1 (1), 2347-3878.

Sunyono, Wirya, I. W., Suyanto, E., dan Suyadi, G. 2009. Identifikasi Masalah kesulitan dalam Pembelajaran Kimia SMA Kelas X di propinsi Lampung. Jurnal Pendidikan MIPA (JPMIPA), 10 (2), 9-10

Sutman, J.,Schmuchler, J.S, & Joyce D.W. 2008. The Science quest: Using inquiry/discovery to enchange Student learning. New Jersey: Jossey-Bass.

Wawan Fatwa, Mohammad.,2018. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses dan Penguasaan Konsep Sains Ditinjau Dari Pengetahuan Awal Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi. v.4. n.1. p. 121-130

Wenning, C.J., & Mansoor, A.K. 2011. Levels of Inquiry of Science Teaching: Learning Sequences to Lesson Plants. Journal of Physics Teacher Education online, 6(2), 17-20




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um039v4i22019p096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BYTOOLSPLAGIARISM CHECKARTICLE TEMPLATE


Creative Commons License
Edcomtech is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Edcomtech Statistics (Since July 13th, 2020)

View My Stats