Sistem pengendalian simetris: bercermin pada subak, mematut sistem pengendalian intern pemerintahan

Sylvia Sylvia, Rohmawati Kusumaningtias, Alia Ariesanti

Abstract


Abstract: This paper aims to interpret the values carried out in subak to be reflected in the strengthening of the internal control system in local government. Weak internal controls result in corruption being an unresolved problem in local government. Corruption shows the denial of humans to submit to the creator while still being obliged to maintain harmony with fellow human beings and with nature. Library research was conducted on the Subak system run by the Hindu-Balinese community and the phenomenon of corruption that occurred in this country. The results show that the symmetrical control system carried out in the subak is able to harmonize faith, the necessities of life, and the preservation of nature. Tri Hita Kirana which is the foundation of the subak governance  is carried out by linking organizational goals to harmonizing relationships with God, humans, and nature. This symmetrical internal control system reflects religious values, justice, and togetherness which are expected to strengthen the internal control system of the local government.

Abstrak: Makalah ini bertujuan memaknai nilai-nilai yang dijalankan di subak untuk direfleksikan pada penguatan sistem pengendalian intern di pemerintahan daerah. Pengendalian intern yang lemah mengakibatkan korupsi menjadi masalah yang belum  terselesaikan di pemerintahan daerah. Korupsi menunjukkan pengingkaran manusia untuk tunduk pada Sang Maha Pencipta sembari tetap berkewajiban menjaga keharmonisan  dengan  sesama manusia  dan  alam. Riset  kepustakaan  dilakukan atas sistem subak yang dijalankan oleh masyarakat Hindu-Bali dan fenomena korupsi yang terjadi di tanah air. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem pengendalian simetris yang  dijalankan di subak mampu menyelaraskan antara iman, kebutuhan hidup, dan kelestarian alam. Tri Hita Kirana yang menjadi landasan tata kelola subak dilakukan dengan cara menautkan tujuan organisasi pada harmonisasi hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Sistem pengendalian intern simetris ini merefleksikan nilai religius, keadilan, dan kebersamaan yang diharapkan dapat menguatkan sistem pengendalian intern pemerintah daerah.


Keywords


subak, government internal control system, symmetrical internal control system, corruption; subak, sistem pengendalian intern pemerintah, sistem pengendalian intern simetris, korupsi

Full Text:

PDF

References


Abbott, A. (2014). Digital paper: A Manual for Research and Writing with Library and Internet Materials. In Signal Processing (Vol. 37). London: The University of Chicago Press.

Aziz, M. A. A., Rahman, H. A., Alam, M. M., & Said, J. (2015). Enhancement of the Accountability of Public Sectors through Integrity System, Internal Control System and Leadership Practices: A Review Study. Procedia Economics and Finance, 28(April), 163–169. https://doi.org/10.1016/ s2212-5671(15)01096-5

Beasley, M. S. (2007). Developing Effective Internal Controls Using the COSO Model. Internal Controls in a COSO Environment Seminar Raleigh, North Carolina State University.

Bhuiyan, S. H., & Amagoh, F. (2011). Public sector reform in Kazakhstan: Issues and perspectives. International Journal of Public Sector Management, 24(3), 227–249. https://doi. org/10.1108/09513551111121356

Fachrudin, M. D. (2013). COSO Framework 2013 dan Relevansinya dengan Pengendalian Internal di Kemenkeu. Edukasi Keuangan, 17, 9–12.

Gamar, N., & Djamhuri, A. (2015). AUDITOR INTERNAL SEBAGAI “ DOKTER ” FRAUD. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1), 107–123. https://doi.org/10.18202/jamal.2015.04.6009

Irianto, G. (2015). Spirit Profetik, Akuntan, dan Pencegahan Fraud. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Akuntansi Sektor Publik.

Laporan Tahunan 2017 KPK. (2018). Jakarta.

Martiningsih, N. G. A. G. E. (2012). Pelestarian Subak Dalam Upaya Pemberdayaan Kearifan Lokal Menuju Ketahanan Pangan dan Hayati. Jurnal Bumi Lestari, 12(2), 303–312.

Mcnally, B. J. S. (2013). The 2013 COSO Framework & SOX Compliance The 2013 COSO Framework & SOX Compliance. Strategic Finance, June, 1–8.

Mohamed, I. S., Aziz, N. H. A., Masrek, M. N., & Daud, N. M. (2014). Mosque Fund Management: Issues on Accountability and Internal Controls. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 145, 189–194. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.06.026

Rustendi, T. (2018). PERAN AUDIT INTERNAL DALAM MEMERANGI KORUPSI (Upaya Meningkatkan Efektivitas Fungsi APIP). Jurnal Akuntansi, 12(2), 111–126. Retrieved from http:// jurnal.unsil.ac.id/index.php/jak/article/view/384/280

Setiawan, A. R., Irianto, G., & Achsin, M. (2013). System-driven (Un) Fraud: Tafsir Aparatur terhadap “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 4(April), 85–100.

Setiyono, B. (2017). Evidence From Four Case Studies. Politika, 8(1), 27–62. https://doi.org/10.14710/politika.8.1.2017.27-62

Siddiquee, N. A. (2006). Public management reform in Malaysia: Recent initiatives and experiences. International Journal of Public Sector Management, 19(4), 339–358. https://doi. org/10.1108/09513550610669185

Sirtha, I. N. (2016). Subak di Era Globalisasi. Penelitian Mandiri Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Sunaryasa, I. M. O. (2002). Upaya Revitalisasi Peran Subak dalam Pelestarian Fungsi Lingkungan Studi Kasus: Subak Jatiluwih dan Subak Kloda Tabanan, Bali. Universitas Diponegoro Semarang.

Suputra, I. D. G. D. (2011). Refleksi Nilai-nilai Akuntansi dalam Organisasi Subak di Bali. Universitas Brawijaya Malang.

Verschoor, C. C. (2015). Overcoming the fraud triangle: Companies still need to do more to lessen the financial pressures and reduce the rationalizations that lead to fraud. Strategic Finance, 97(1), 17–19.

Widnyani, N. M. S., Atmadja, A., & Yuniarta, G. A. (2015). MENGUNGKAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA LEMBAGA LOKAL SUBAK DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI PEDESAAN (Studi Kasus pada Subak Tabola, Desa Pakraman Tabola, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem). E-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha, 3(1), 1–11.

Windia, I. W. W. (2010). Sustainability of subak irrigation system in Bali (Experience of Bali Island). Seminar on the History of Irrigation in Eastern Asia, Organized by ICID. Yogyakarta.

Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira, P., & Arif, S. (2005). Sistem Irigasi Subak dengan Landasan Tri Hita Karana (THK) sebagai Teknologi Sepadan Dalam Pertanian Beririgasi. SOCA (Socio-Economic of Agriculturre and Agribusiness), 5(3), 1–15.

Windia, W., Sumiyati, S., & Sedana, G. (2015). Aspek Ritual pada Sistem Irigasi Subak sebagai Warisan Budaya Dunia. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 5(1), 23–56.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um004v7i12020p45

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

Visitor Number: View My Stats

Penghitung Bendera
Jurnal Akuntansi Aktual by http://journal2.um.ac.id/index.php/jaa/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Lisensi Creative Commons

View My Stats