Limbah Kulit Buah Sawo Manila (Manilkara zapota) Sebagai Anti Kandidiasis
Abstract
Diabetes mellitus dapat memicu infeksi, salah satunya kandidiasis yang disebabkan Candida albicans. Pengobatan kandidiasis dengan antibiotik dapat menyebabkan resistensi, sehingga perlu alternatif bahan alam yang berfungsi sebagai antifungi, salah satunya sawo manila (Manilkara zapota). Kulit buah sawo manila belum banyak dimanfaatkan, sehingga perlu dilakukan pemanfaatan limbah kulit buah sawo manila. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak kulit buah sawo manila terhadap Candida albicans. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak kulit buah sawo manila dilakukan skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder, dan uji aktivitas antifungi dengan metode difusi sumuran. Ekstrak kulit buah sawo manila mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin. Pengujian antifungi kulit buah sawo manila pada konsentrasi ekstrak 30%, 40%, 50% dan 60% berturut-turut menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 3,827 ± 0,947 mm; 5,460 ± 0,337 mm; 6,673 ± 0,351 mm; 8,053 ± 0,720 mm. Ekstrak kulit buah sawo manila memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anna K Jager, S.H.F. 2014. Correlation between Plant Secondary Metabolites and Their Antifungal Mechanisms–A Review, Medicinal & Aromatic Plants, 03(02). doi:10.4172/2167-0412.1000154.
Bashir, S. 2019. Pharmacological Importance of Manilkara zapota and Its Bioactive Constituents, p. 12.
Baskar, M., Hemalatha, G. and Muneeshwari, P. 2020. Traditional and Medicinal Importance of Sapota – Review, International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 9(1), pp. 1711–1717. doi:10.20546/ijcmas.2020.901.189.
Biro Pusat Statistik. 2012. Statistik Indonesia- Statistical Year Book of Indonesia. Jakarta.
Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia. IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Harborne, J.B. 1973. Phytochemical Methods. London: Chapman and Hall Ltd.
Hasri, R.I. 2019. Deteksi Peningkatan Jumlah Koloni Jamur Candida sp. Pada Mukosa Mulut Penderita Diabetes Melitus dan Non Diabetes Melitus di RSUD Kota Kendari, p. 8.
Hernawati, S. 2007. Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Pertumbuhan Candida albicans Pada Penderita Diabetes Mellitus, 14(2), pp. 123–126.
Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi. 2020. Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus.
Manalu, L.P. and Adinegoro, H. 2018. Kondisi Proses Pengeringan Untuk Menghasilkan Simplisia Temuputih Standar, Jurnal Standardisasi, 18(1), p. 63. doi:10.31153/js.v18i1.698.
Milind, P. and Preeti. 2015. CHICKOO: A Wonderful Gift From Nature, International Journal of Research in Ayurveda and Pharmacy, 6(4), pp. 544–550. doi:10.7897/2277-4343.064102.
Mutiawati, V.K. 2016.Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Candida albicans, 16, p. 11.
Negara, K.S. 2014. Analisis Implementasi Kebijakan Penggunaan Antibiotika Rasional Untuk Mencegah Resistensi Antibiotika di RSUP Sanglah Denpasar: Studi Kasus Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus, p. 9.
Osman, M.A. et al. 2011. Antimicrobial Investigation on Manilkara zapota (L.) P. Royen, p. 7.
R, R., Sudarwanto, M. and Wientarsih, I. 2015. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas sp., Jurnal Kedokteran Hewan - Indonesian Journal of Veterinary Sciences, 9(2). doi:10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2842.
Rezeki, S., Chismirina, S. and Iski, A. 2017. Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Journal of syiah kuala dentistry society, p. 11.
Saskia, T. ivani and Mutiara, H. 2015. Infeksi Jamur pada Penderita Diabetes Mellitus, Majority, 4(8), pp. 69–74.
Zuhada, A. 2016. Efektifitas Ekstrak Etanol Kulit Sawo Manila (Achras zapota) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Streptococcus mutans (Kajian In Vitro) (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0260v6i22022p019
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Lina Oktavia Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References Tool:
![]()

View My Stats


