Kajian Bahan Bimbingan dan Konseling dalam Serat Wedhatama

Sutarno Sutarno, Muya Barida

Abstract


Abstract: Guidance and Counseling Teachers or Counselor have to perform professional guidance and counseling services, such as developing guidance and counseling materials from various sources including international, national, and local sources. The purpose of this study is to obtain the guidance and counseling materials contained in the Serat Wedhatama which contains the teachings about morals and virtuous as a source of local teaching. This qualitative research using ethnographic model and explorative content analysis procedures, with a content analysis procedure. Results show that the teachings contained inside Serat Wedhatama are the values and teachings of virtuous morals that can be used as guidance and counseling materials, and can be packaged in the composition of information services and library display.

Abstrak: Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dituntut untuk dapat melaksanakan layanan bimbingan dan konseling secara profesional, diantaranya adalah dengan mengembangkan bahan bimbingan dan konseling dari berbagai sumber internasional, nasional, dan lokal. Tujuan kajian ini adalah untuk memperoleh bahan-bahan bimbingan dan konseling yang terkandung di dalam Serat Wedhatama yang berisi ajaran tentang akhlak dan budi luhur sebagai sumber ajaran yang bersifat lokal. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, model etnografi prosedur analisis isi yang bersifat eksploratif, dengan prosedur analisis isi. Analisis data kajian menunjukkan bahwa ajaran yang terkandung di dalam Serat Wedhatama yaitu nilai-nilai dan ajaran akhlak budi luhur dapat dijadikan sebagai bahan bimbingan dan konseling, dan dapat dikemas dalam susunan bahan layanan informasi dan tampilan pustaka.

Keywords


guidance and counseling materials; Serat Wedhatama; ethnographic model; bahan bimbingan dan konseling; model etnografi

References


Any, A. (1983). Menyingkap Serat Wedhatama. Semarang: Aneka.

Ardani, M. (1995). Al Qur’an dan Sufisme Mangkunagara Empat (Vol. 2). Dana Bhakti Wakaf.

Barclay, J. R. (1971). Foundations of Counseling Strategies. Wiley.

Fiana, F. J., Daharnis, D., & Ridha, M. (2013). Disiplin Siswa di Sekolah dan Implikasinya dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konselor, 2(23), 26–33. http://dx.doi.org/ 10.24036/02013231733-0-00

Firdayati, F., Zen, E. F., & Flurentin, E. (2016). Pengembangan Media Layanan Informasi Menghadapi Perubahan Masa Pubertas bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(142–147). http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i42016p142

Ismawati, E. (2016). Religiosity in Wedhatama by KGPAA Mangkunagara IV: An Education Model A La Javanese Culture. International Journal of Active Learning, 1(2), 38–48. http://dx.doi.org/10.15294/IJAL.V1I2.7738

Istiqomah, N., Muslihati, M., & Atmoko, A. (2017). Work Value Dalam Serat Wedhatama Dan Implikasinya Terhadap Bimbingan Karier Berbasis Budaya Jawa. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(6), 806–811. Diambil dari http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/9367/4500

Lestari, D. P. (2014). Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial dalam Mengatasi Kesulitan Penyesuaian Sosial Siswa MTs Negeri 1 Yogyakarta. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Mangkunagara, I. V, & Hadisutjipto, S. Z. (1984). Wedha-Tama. Pradnya Paramita.

Prawiro, A. C. (1986). Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Radjah, C. L. (2016). Keterampilan Konseling Berbasis Metakognisi. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(3), 90–94. http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i32016p090

Setyaputri, N. Y. (2017). Karakter Ideal Konselor Multibudaya Berdasarkan Nilai Luhur Semar. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 2(2), 58–65. http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p058

Simuh. (1995). Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa. Yayasan Bentang Budaya.

Smith, D. (1974). Integrating Humanism and Behaviorism: Toward Performance. The Personnel and Guidance Journal, 52(8), 513–519. http://dx.doi.org/10.1002/j.2164-4918.1974.tb03762.x

Sulistyo, E. T. (2015). Humaniora. Humaniora, 27(1), 96–106. http://dx.doi.org/10.22146/jh.v27i1.6413

Sutarno, S. (2016). Kajian Bahan Informasi Bimbingan yang Terkandung di dalam Serat Wedhatama. In Prosiding Seminar Nasional “Optimalisasi Active Learning dan Character Building dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” (hal. 219–225). Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prodi Bimbingan dan Konseling.

Ulfiandari, A., & Setiawati, D. (2013). Pelaksanaan Layanan Penempatan dan Penyaluran di Sekolah Menengah Tingkat Atas Negeri Sampang. Jurnal Mahasiswa Unesa, 536–545.

Widodo, S. T. (2016). The Concept of a Social Organism: The Response of Javanese Society to Modernism in the Serat Wedhatama by Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IV. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 24(1).

Wreksosoehardjo, S. (1972). Sumbangan beberapa Buku Sastra Jawa terhadap Pemantapan Pelaksanaan Pendidikan Nasional Pancasila. Surakarta.

Yayasan Mangadeg Surakarta: Seksi Dokumentasi dan Penerbitan. (1984). Serat Wedhatama. Jakarta: Pradnya Paramita.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Sutarno Sutarno, Muya Barida

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling is indexed by:

indexing_footer.pnggoogle.pnggoogle.pngipiii.pngone.pngpkpp.pngbase.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 
View Visitor Stats