Perbedaan Kematangan Sosial Siswa yang Berasal dari Sekolah Homogen dan Sekolah Heterogen

Peni Ramanda, Imalatul Khairat

Abstract


Abstract: The purposes of this study is to describes: (1) the social maturity of students from homogeneous school and heterogeneous schools; (2) to examine whether there is a difference of social maturity levels of students from the homogeneous schools and heterogeneous schools. The samples of this quantitative research are 206 students from Madrasah Aliyah Swasta Ar-Risalah and Madrasah Aliyah Swasta Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung. Sample were chosen using proportional random sampling techniques. The instrument used in this research is the scale of the social maturity of students. The data were analyzed with descriptive statistics and t-test. The research findings shows that: (1) the social maturity of students from homogeneous school heterogeneous schools were on a high category; (2) there is a difference of social maturity levels of students from a homogeneous schools and heterogeneous schools, where the level of social maturity of students from heterogeneous schools is higher.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kematangan sosial siswa dari sekolah homogen dan sekolah heterogen; (2) untuk menguji apakah ada perbedaan tingkat kematangan sosial siswa dari sekolah homogen dan heterogen. Sampel penelitian kuantitatif ini adalah 206 siswa dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ar-Risalah dan MAS Tarbiyah Islamiyah (TI) Batang Kabung. Pemilihan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan sosial siswa. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t. Temuan penelitian adalah: (1) kematangan sosial siswa dari sekolah heterogen sekolah homogen berada pada kategori tinggi; (2) terdapat perbedaan tingkat kematangan sosial siswa yang berasal dari sekolah yang homogen dan heterogen, dimana tingkat sosial kematangan siswa yang berasal dari sekolah heterogen lebih tinggi.

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i42017p148


Keywords


social maturity; homogeneous school; heterogeneous school; kematangan sosial; sekolah heterogen; sekolah homogen

References


Ausubel, D. P. (2002). Theory and Problems of Adolescent Development. iUniverse.

Radjah, C. L. (2016). Keterampilan Konseling Berbasis Metakognisi. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(3), 90–94. http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i32016p090

Desmita, D. (2011). Psikologi Perkembangan Peserta Didik: Panduan bagi Orang Tua dan Guru dalam Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP, dan SMA. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hughes, T. A. (2006). The Advantages of Single-Sex Education. National Forum of Educational Administration And Supervision Journal, 23(2), 5–14.

Indriana, Y., & Windarti, T. (2008). Mengembangkan Kematangan Sosial pada Anak Melalui Outbond. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 17(2), 143–152.

Lestari, E. D., Hidayah, D., Suci, M. K., Riza, M., & Martuti, S. (2005). 221 Factors Influencing Social Maturity among Obese Children at Elementary School in Surakarta. Pediatric Research, 58(2), 392. http://dx.doi.org/10.1203/00006450-200508000-00250

Mael, F. A. (1998). Single-sex and Coeducational Schooling: Relationships to Socioemotional and Academic Development. Review of Educational Research, 68(2), 101–129.

Maslihah, S. (2011). Studi tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT Assyfa Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal Psikologi, 10(2), 103–114. http://dx.doi.org/10.14710/JPU.10.2.103-114

Nicholls, A. R., Perry, J. L., Jones, L., Morley, D., & Carson, F. (2013). Dispositional Coping, Coping Effectiveness, and Cognitive Social Maturity among Adolescent Athletes. Journal of Sport and Exercise Psychology, 35(3), 229–238. http://dx.doi.org/10.1123/jsep.35.3.229

Ormrod, J. E. (2016). Psikologi Pendidikan: Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang. Jakarta: Erlangga.

Putra, F. (2017). Ketercapaian Tugas-tugas Perkembangan Siswa Pondok Pesantren dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Counseling Care, 1(1), 27–34.

Sadeghi, H. S., & Niknam, M. (2015). The Relationship Between Coping Skills with Social Maturity and Adjustment of Female First Graders in High School: A case study in Iran. Asian Social Science, 11(25), 144–150. http://dx.doi.org/10.5539/ass.v11n25p144

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Erlangga. Jakarta.

Saraswati, B. D. (2013). Sekolah Homogen... Ciptakan Kemandirian, namun Mampu Mengubah Orientasi Seksual | Joglosemar. Diambil 27 Desember 2017, dari http://edisicetak.joglosemar.co/berita/sekolah-homogen-ciptakan-kemandirian-namun-mampu-mengubah-orientasi-seksual-111356.html

Singh, R., Pant, K., & Valentina, L. (2013). Gender on Social and Emotional Maturity of Senior School Adolescents: A Case Study of Pantnagar. Stud Home Com Sci, 7(1), 1–6.

Wahyuni, W., Dewi, I., & Hasratuddin, H. (2014). Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis antara Siswa Kelas Heterogen Gender dengan Kelas Homogen Gender melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah di MTS Kota Langsa. Paradikma : Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1). Diambil dari http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/paradikma/article/view/1775


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Peni Ramanda, Imalatul Khairat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling is indexed by: 

indexing_footer.pnggoogle.pnggoogle.pngipiii.pngone.pngpkpp.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 
View Visitor Stats