Studi Meaning of Life Siswa Sekolah Menengah Pertama Etnis Tengger

Y Mentari Catur Riyadi Ningsih, Nur Hidayah, Blasius Boli Lasan

Abstract


Abstract: Meaning of life is a precious and important values used as life guidance. It can be found by doing various activities that contain three source of values, which are: creativity, appreciation, and behaviour. The purpose of this study were: (1) to know the meaning of life from junior high school students of Tenggerese; (2) determine the creative value that is reflected in junior high school students of Tenggerese; (3) determine the value of appreciation that is reflected in junior high school students of Tenggerese; (4) to know the value that being reflected inside junior high school students of Tenggerese. This research is quantitative research using survey method. This research steps is: formulating the research problem and determine the purpose of the survey, define concepts and hypotheses and explore literature, taking samples, making the questionnaire or inventory, do field work and data processing. The results showed that junior high school students of Tenggerese had high meaning of life. It is mean that junior high school students of Tenggerese used life guidance to achieve the purpose of life.

Abstrak: Meaning of life adalah nilai-nilai yang dijadikan pedoman hidup, bersifat penting dan berharga. Meaning of life dapat ditemukan dengan menggunakan berbagai kegiatan yang terkandung dalam tiga sumber nilai, yaitu: nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui meaning of life siswa sekolah menengah pertama etnis Tengger; (2) mengetahui nilai kreatif yang tercermin dalam diri siswa sekolah menengah pertama etnis Tengger; (3) mengetahui nilai penghayatan yang tercermin dalam diri siswa sekolah menengah pertama etnis Tengger; (4) mengetahui nilai bersikap yang tercermin dalam diri siswa sekolah menengah pertama etnis Tengger. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survei, menentukan konsep dan menggali kepustakaan, mengambil sampel, membuat kuisioner atau inventori, melakukan pekerjaan lapangan, dan mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah pertama etnis Tengger memiliki meaning of life yang tinggi, hal ini berarti mereka menggunakan pedoman hidup untuk mencapai tujuan hidupnya.

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p076


Keywords


meaning of life; sources of value; tenggerese; junior high school students; sumber nilai; etnis tengger; siswa sekolah menengah pertama

Full Text:

PDF

References


Andrianto, A. (2013). Kearifan Lokal. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bastaman, H. D. (2005). Integrasi Psikologi dengan Islam: Menuju Psikologi Islami. Pustaka Pelajar Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan Insan Kamil.

Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Baumeister, R. F., Vohs, K. D., Aaker, J. L., & Garbinsky, E. N. (2013). Some Key Differences between A Happy Life and A Meaningful Life. The Journal of Positive Psychology, 8(6), 505–516. https://doi.org/10.1080/17439760.2013.830764

Boeree, G. C. (2010). Personality Theories-Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. Yogjakarta: Primasophie.

Darmiany, A. (2016). Pengembangan Model Pelatihan Soft-Skills pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Mataram. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(2), 47–54. https://doi.org/10.17977/um001v1i22016p047

Dillon, F. R., Odera, L., Fons-Scheyd, A., Sheu, H.-B., Ebersole, R. C., & Spanierman, L. B. (2016). A Dyadic Study of Multicultural Counseling Competence. Journal of Counseling Psychology, 63(1), 57–66. https://doi.org/10.1037/cou0000118

Kementerian Agama. (2008). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008. Diambil dari kemenag.go.id/file/dokumen/PP4708.pdf

Lambert, N. M., Stillman, T. F., Hicks, J. A., Kamble, S., Baumeister, R. F., & Fincham, F. D. (2013). To Belong Is to Matter. Personality and Social Psychology Bulletin, 39(11), 1418–1427. https://doi.org/10.1177/0146167213499186

Latipun. (2010). Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.

Muslihati. (2013). Konseling Multibudaya dan Kompetensi Multibudaya Konselor. Malang: Universitas Negeri Malang.

Nursalim, M. (2015). Pengembangan Profesi Bimbingan & Konseling. Jakarta: Erlangga.

Steger, M. F., & Frazier, P. (2005). Meaning in Life: One Link in the Chain From Religiousness to Well-Being. Journal of Counseling Psychology, 52(4), 574–582. https://doi.org/10.1037/0022-0167.52.4.574

Stillman, T. F., Lambert, N. M., Fincham, F. D., & Baumeister, R. F. (2011). Meaning as Magnetic Force. Social Psychological and Personality Science, 2(1), 13–20. https://doi.org/10.1177/1948550610378382

Trianto, & Tutik, T. T. (2008). Perkawinan Adat Wologoro Etnis Tengger. Surabaya: Prestasi Pustaka Pub.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Y Mentari Catur Riyadi Ningsih, Nur Hidayah, Blasius Boli Lasan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling is indexed by: 

indexing_footer.pnggoogle.pnggoogle.pngipiii.pngone.pngpkpp.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 
View Visitor Stats