Strategi Bimbingan dan Konseling Karier Bermutu pada Sekolah Menengah Kejuruan Syuhada Banjarmasin

Jarkawi Jarkawi, Akhmad Rizkhi Ridhani, Didi Susanto

Abstract


Abstract: In order to have a clear career direction and career goals, vocational high school students have to think rationally. They need a strategy to realize the desired career dream. This study focuses on how the implementation of career guidance and counseling as well as analysis of Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) on the implementation of career guidance and counseling and strategies undertaken by Sekolah Menengah Kejuruan  Syuhada Banjarmasin. The research method used is case study with data mining technique through observation, interview and documentation. The participants were 32 students, two school counselor, one headmaster and one deputy headmaster. The results show that: (1) the implementation of career guidance and counseling in Sekolah Menengah Kejuruan  Syuhada Banjarmasin is very supportive for a quality career; (2) SWOT analysis is helpful in conducting quality career guidance and counseling services; (3) school counselor’s strategies are effective and efficient. Suggestions aimed at school counselor in order to compile and implement programs based on SWOT analysis, so they can implement a quality career guidance and counseling sevice


Abstrak: Peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan harus berpikir rasional agar memiliki kejelasan arah dan tujuan karier. Perlu suatu strategi bermutu untuk mewujudkan impian karier yang diinginkan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan bimbingan dan konseling karier serta analisis Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) pada pelaksanaan bimbingan dan konseling karier serta strategi yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Syuhada Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik penggalian data melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi. Partisipan adalah 32 orang peserta didik, dua orang Guru Bimbingan dan Konseling, satu Kepala Sekolah dan satu Wakil Kepala Sekolah. Hasil menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan bimbingan dan konseling karier di SMK Syuhada Banjarmasin, sangat mendukung untuk karier yang bermutu; (2) analisis SWOT sangat membantu dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling karier yang bermutu; (3) strategi Guru Bimbingan dan Konseling berjalan efektif dan efisien. Saran ditujukan untuk guru bimbingan dan konseling agar dalam menyusun dan melaksanakan program berdasarkan analisis SWOT agar pelaksanaan bimbingan dan konseling karier menjadi bermutu dan sustainable.

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i32017p123


Keywords


strategy; guidance and counseling; career; quality; strategi; bimbingan dan konseling; karier; mutu

Full Text:

PDF

References


Barus, G. (2011). Pengembangan Instrumen Asesmen Kebutuhan Perkembangan untuk Penyusunan Kurikulum dan Evaluasi Program BK. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 15(1), 22–46.

Budiyanti, H., & Damayanti, N. A. (2015). Penilaian Kebutuhan Pelatihan pada Tingkat Individu Petugas Rekam Medis. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 3(1), 70–79.

Creswell, J. (2015). Riset Pendidikan: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Riset Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dess, G. G., & Miller, A. (1993). Strategic Management. McGraw-Hill.

Fiorentika, K. F., Santoso, D. B., & Simon, I. M. (2016). Keefektifan Teknik Self-instruction untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(3), 104–111. http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i32016p104

Fitria, K. N. (2016). Layanan Bimbingan Karir dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa di SMK/SMF Indonesia. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Hanggara, G. S. (2016). Keefektifan “ Proses Guru ” Sebagai Teknik Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(4), 148–157. http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i42016p148

Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2014). Theories of Learning (Teori Belajar). Jakarta: Kencana Prenadamedia group.

Hidayati, R. (2015). Layanan Informasi Karir Membantu Peserta Didik dalam Meningkatkan Pemahaman Karir. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(1). http://dx.doi.org/10.24176/jkg.v1i1.258

Imro’atun, S. (2017). Keefektifan Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 2(2), 50–57. http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p050

Jarkawi, J. (2015). Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling di SMP 25 Banjarmasin. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(1). http://dx.doi.org/10.24176/jkg.v1i1.290

Juwitaningrum, I. (2013). Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa SMK. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(2), 132–147. http://dx.doi.org/10.12928/psikopedagogia.v2i2.2580

Komara, I. B. (2016). Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar dan Perencanaan Karir Siswa SMP. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 33. http://dx.doi.org/10.12928/psikopedagogia.v5i1.4474

Lestari, D., & Supriyo, S. (2016). Kontribusi Minat Jurusan, Kualitas Layanan Informasi Karir, dan Pemahaman Karir terhadap Kemampuan Mengambil Keputusan Karir. Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 47–54.

Marjanti, S. (2015). Upaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Melalui Konseling Kelompok Bagi Siswa XII IPS 6 SMA 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(2). http://dx.doi.org/10.24176/jkg.v1i2.412

Mitchell, M. H., & Gibson, R. L. (2011). Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muwakhidah, M., & Pravesti, C. A. (2017). Keefektifan Konseling Kelompok Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Keraguan Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 2(2), 66–75. http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p066

Nathan, R., & Hill, L. (2012). Konseling Karier. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pink, D. H. (2007). Misteri Otak Kanan Manusia: Keajaiban Otak Kanan Kita?, Mengapa Para Pengguna Otak Kanan Dapat Menguasai Dunia?, Bagaimana Rahasia Menciptakan Pikiran yang Benar-benar Baru dan Fresh? Think.

Purwanti, S. (2013). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Guru dan Pegawai di SMA Bakti Sejahtera Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. eJournal Administrasi Negara, 1, 210–224.

Rahman, F. (2008). Penyusunan Program BK di Sekolah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Rusmawati, V. (2013). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Guru Pada SDN 018 Balikpapan. e-Journal Administrasi Negara. 1 (2), 395–409.

Setiawan, M. A. (2016). Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling. Bitnet Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 1(1), 46–49.

Siagian, S. P. (1995). Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiono, P. (2005). Cara Mudah Menyusun: Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bandung: ALFABETA.

Suharsaputra, U. (2015). Manajemen Pendidikan Perguruan Tinggi. Bandung, Indonesia: PT Refika Aditama.

Supriatna, M., & Budiman, N. (2009). Bimbingan Karier di SMK.

Walgito, B. (2010). Bimbingan + Konseling (Studi & Karier). Yogyakarta: CV Andi Offset.

Winkel, W. S., & Hastuti, S. (2004). Bimbingan Karir di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jarkawi Jarkawi, Akhmad Rizkhi Ridhani, Didi Susanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling is indexed by: 

indexing_footer.pnggoogle.pnggoogle.pngipiii.pngone.pngpkpp.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 
View Visitor Stats