Problematika Anak Pekerja Migran di Tulungagung dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling

Wikan Galuh Widyarto, Machsun Rifauddin

Abstract


Abstract: Migrant workers are foreign exchange earners but also cause social problems, especially for children who are left behind. This study aimed to explain the problems experienced by children of migrant workers guidance and counseling point of view. A qualitative approach with a case study design was deployed in this study. Four children of migrant workers were recruited as the key informants in this study, while the supporting informants were their grandparents and mothers/fathers who take care of them at home. Data were collected using interview and List of Community Issues (LOCI). Data analysis was performed by reducing, presenting, and verifying data, as well as drawing conclusions. The validity of the data was tested using data triangulation. Findings suggest that the problems faced by children of migrant workers are health, economic, family, religion and moral problems, personal, social and organizational relationships, occupation, study habits and romance problems. These findings can be used as a basis for developing guidance and counseling programs to facilitate the growth and development of migrant workers’ children.

Abstrak: Pekerja migran adalah penghasil devisa, namun juga menimbulkan masalah sosial khususnya pada anak-anak yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan yang dialami anak pekerja migran secara komprehensif dari sudut pandang bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Empat anak pekerja migran merupakan informan kunci dalam penelitian ini, sedangkan informan pendukungnya adalah kakek-nenek, ibu/ayah yang mengasuh mereka di rumah. Data dikumpulkan dengan wawancara dan List of Community Issues (LOCI). Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, memverifikasi data, dan mengambil kesimpulan. Keabsahan data diuji triangulasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi anak pekerja migran adalah masalah kesehatan, ekonomi, keluarga, agama dan moral, pribadi, hubungan sosial dan berorganisasi, jabatan, kebiasaan belajar serta permasalahan asmara. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun program bimbingan dan konseling untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak pekerja migran.


Keywords


problematic behavior; migrant workers’ children; guidance and counseling; perilaku problematik; anak pekerja migran; bimbingan dan konseling

Full Text:

PDF

References


Adhia, A. (2017). Perilaku pemanfaatan waktu luang di kalangan siswa SMP dan SMA di Surabaya. Universitas Airlangga.

Arfyansyah, H. (2016). Pemenuhan hak anak oleh keluarga TKI: Studi di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Barida, M., & Prasetiawan, H. (2018). Urgensi pengembangan model konseling kelompok teknik self management untuk meningkatkan kecerdasan moral siswa SMP. Jurnal Fokus Konseling, 4(1), 27. https://doi.org/10.26638/jfk.439.2099

Basmalah, B., Endang, B., & Lestari, S. (2016). Pengaruh layanan orientasi terhadap penyesuaian diri dalam kegiatan belajar di sekolah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(10), 1–12.

Berns, R. M. (2004). Child, family, school, community socialization and support (9th ed.). Thamson learning.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education, An introduction to theory and methods. (5th ed.). Allyn and Bacon, Inc.

Bolu-Steve, F., & Oredugba, O. O. (2017). Influence of counselling services on perceived academic performance of secondary school students in Lagos State. International Journal of Instruction, 10(2), 211–228.

Brooks, J. (2012). The process of parenting.

Chusna, A., Triyono, & M. Ramli. (2017). Profil moralitas anak buruh migran indonesia. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(3), 371–376.

de Dios, A., Dungo, N., & Reyes, M. (2013). Patterns, trends and challenges of labour migration in the Philippines: focus on families and children left behind. In N. Dungo, A. Jampaklay, de D. Aurora, A. Raharto, & M. Reyes (Eds.), Valuing the social cost of migration: An exploratory study (pp. 72–116). UNESCO.

Eriyanti, I. O., Susilo, H., & Riyanto, Y. (2019). Analisis pola asuh grandparenting dalam pembentukan karakter anak di TK Dharma Wanita di Desa Drokilo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Pendidikan untuk Semua, 3(1), 9–16.

Fatimah, D. N. (2017). Layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan self control siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 14(1), 25–37. https://doi.org/10.14421/hisbah.2017.141-03

Fauziah, H., Hastuti, D., & Yuliati, L. N. (2020). Parenting practice, parental involvement in school, child’s self concept and school readiness. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 13(1), 61–74. https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.1.61

Fauziah, R. R., Kusumawardani, R., & Maryani, K. (2018). Perbedaan kemandirian anak ditinjau dari subyek pengasuhan orangtua dan kakek-nenek pada anak usia 5-6 tahun. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (JPPPAUD FKIP Untirta), 5(1), 71–80.

Feist, J., Feist, G. J., & Roberts., O.-A. (2018). Teori kepribadian (8th ed.). Salemba Humanika.

Hidayati, R. (2015). Layanan informasi karier membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman karier. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(1).

Hu, F. (2013). Does migration benefit the schooling of children left behind? Demographic Research, 29, 33–70. https://doi.org/10.4054/DemRes.2013.29.2

Huda, A., Endang, B., & Astuti, I. (2016). Layanan orientasi sekolah oleh guru bimbingan dan konseling pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(11), 1–10.

Ip, P., Rao, N., Bacon-Shone, J., Li, S. L., Ho, F. K., Chow, C., & Jiang, F. (2016). Socioeconomic gradients in school readiness of Chinese preschool children: The mediating role of family processes and kindergarten quality. Early Childhood Research Quarterly, 35(2), 111–123. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2015.10.005

Johnston, L. G., McLaughlin, K. R., El Rhilani, H., Latifi, A., Toufik, A., Bennani, A., Alami, K., Elomari, B., & Handcock, M. S. (2015). Estimating the size of hidden populations using respondent-driven sampling data. Epidemiology, 26(6), 846–852. https://doi.org/10.1097/EDE.0000000000000362

Khalilah, E. (2017). Layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial dalam meningkatkan keterampilan hubungan sosial siswa. JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling), 1(1), 41–57.

Kholis, N. (2017). Pola asuh dan persepsi sekolah anak buruh migran. YINYANG: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak, 12(1), 35–56. https://doi.org/10.24090/yinyang.v12i1.2017.pp35-56

Kumala, M., Nurlaili, I. R., & Dewi, N. K. (2017). Urgensi peran konselor dalam mengatasi masalah-masalah sosial anak. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling), 1(1), 159–169.

Kurniasari, N. D., Rachmad, T. H., Herowati, D., & Srihastuti, I. (2019). Pola pengasuhan remaja pada keluarga buruh migran indonesia ( BMI ) untuk mewujudkan generasi berkualitas di Kecamatan Pengantenan-Pamekasan. Komunikasi, 12(2), 141–162. https://doi.org/10.21107/ilkom.v12i2

Kurniawan, S. J., Kumara, A. R., & Bhakti, C. P. (2019). Strategi layanan perencanaan individual untuk mengembangkan work readiness pada siswa SMK. Seminar Nasional Pendidikan (Sendika), 3, 109–116.

Kusri, A. M. (2016). Pengaruh layanan informasi peminatan terhadap kemantapan pilihan sekolah lanjutan. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling, 2(1), 49–57.

Langinan, S., Tulusan, F., & Plangiten, N. (2014). Pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan (Suatu studi di Kecamatan Pulutan Kabupaten Kepulauan Talaud). Jurnal Administrasi Publik, 4(5).

Lase, B. P. (2018). Posisi dan urgensi bimbingan konseling dalam praktik pendidikan. Jurnal Warta, 58(1), 1–17.

Luthfiah, Q., Yuline, Y., & Wicaksono, L. (2018). Studi tentang layanan orientasi pada peserta didik kelas VII di MTs Al-Irsyad Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(8), 1–8.

Magdalena, S. M. (2013). Social and emotional competence-predictors of school adjustment. Social and Behavioral Sciences, 76(3), 20–33.

Marti, M., Merz, E. C., Repka, K. R., Landers, C., Noble, K. G., & Duch, H. (2018). Parent involvement in the getting ready for school intervention is associated with changes in school readiness skills. Frontiers in Psychology, 9, 1–15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00759

Minsih. (2015). Pelaksanaan layanan dasar bimbingan dalam membentuk karakter siswa di SD Muhammadiyah program khusus Kota Surakarta. Jurnal Profesi Pendidikan Dasar, 2(2), 112–120.

Moleong, L. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Muslihati, M. (2019). Peran bimbingan dan konseling dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 4(3), 101–108. https://doi.org/10.17977/um001v4i32019p101

Nugraha, A., & Rahman, F. A. (2017). Strategi kolaborasi orangtua dengan konselor dalam mengembangkan sukses studi siswa. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 3(1), 128–136.

Nurannisa, H., Hasanah, U., & Tarma, T. (2017). Pengaruh granparenting terhadap perkembangan emosi remaja pada keluarga TKI di Kecamatan Gekbrong Cianjur-Jawa Barat. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 4(2), 62–65. https://doi.org/10.21009/JKKP.042.02

Onyango, P. A., Aloka, P. J., & Raburu, P. (2018). Effectiveness of guidance and counseling in the management of student behaviour in public secondary schools in Kenya. International Journal of Applied Psychology, 8(1), 6–11.

Pangestuti, R. W. (2017). Strategi layanan perencanaan individual. Prosiding Seminar Nasional Peran Bimbingan dan Konseling dalam Penguatan Pendidikan Karakter, 159–172.

Petra, G. M., & Jasna, M. (2017). The role of the school counsellor in school-community collaboration: The case of Slovenia. International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education, 5(1), 1–29.

Pramono, J. (2018). Ratusan anak buruh migran bermasalah di sekolah. https://www.tulungagungtimes.com/.

Purwatiningsih, S. (2016). Respons anak-anak migran terhadap migrasi internasional di Perdesaan Ponorogo. Populasi, 24(1), 57–71. https://doi.org/10.22146/jp.23695

Puspitawati, H., & Setioningsih, S. S. (2011). Fungsi pengasuhan dan interaksi dalam keluarga terhadap kualitas perkawinan dan kondisi anak pada keluarga tenaga kerja wanita (TKW). Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 4(1), 11–20. https://doi.org/10.24156/jikk.2011.4.1.11

Putri, S. J. (2014). Hubungan antara tingkat kebugaran jasmani (physical fitness) dan kesehatan mental (mental hygiene) dengan prestasi belajar pendidikan jasmani (penjas) siswa SD. Universitas Pendidikan Indonesia.

Raharto, A., Noveria, M., Romdiati, H., Fitranita, Malamassam, M. A., & Hidayati, I. (2013). Indonesian labour migration: social costs and families left behind. UN Women: Valuing The Social Costs of Migration. 18–71.

Rahmawati, E., & Diana. (2016). Difference of children ages 5-6 years of independence viewed from the caregiver (parents and grandparents) in Kindergarten Kartini 1 and Kartini 2. Belia, 5(1), 13–17.

Rahmawati, M. (2014). The sexuality knowledge construction of primary school students. Universitas Jember.

Ramadhani, E. (2017). Efektivitas layanan informasi dalam meningkatkan aspirasi karier siswa. Wahana Didaktika, 15(2), 57–66.

Ratnasari, R. F., & Alias, M. (2016). Pentingnya pendidikan seks untuk anak usia dini. Jurnal Tarbawi Khatulistiwa, 2(2), 55–59.

Riasih, T. (2018). Pola dan strategi pengasuhan anak oleh pekerja migran di Kota Bandung. Pekerjaan Sosial, 17(1), 104–121. https://doi.org/10.31595/peksos.v17i1.132

Romdiati, H. (2016). Migrasi tenaga kerja indonesia dari Kabupaten Tulungagung: Kecenderungan dan arah migrasi, serta remitansi. Jurnal Kependudukan Indonesia, 7(2), 27–53.

Rosita, T., Irmayanti, R., & Hendriana, H. (2020). Urgensi bimbingan karier di sekolah dasar. Abdimas Siliwangi, 3(1), 199–205.

Sa’adah, R. H., Herman, R. B., & Sastri, S. (2014). Hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Guguk Malintang Kota Padangpanjang. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(3). https://doi.org/10.25077/JKA.V3I3.176

Salgong, V. K., Ngumi, O., & Chege, K. (2016). The role of guidance and counseling in enhancing student discipline in secondary schools in Koibatek District. Journal of Education and Practice, 7(13), 142–151.

Sanderi, F., Marjohan, M., & Sukmawati, I. (2013). Kepatuhan siswa terhadap disiplin dan upaya guru BK dalam meningkatkannya melalui layanan informasi. Konselor, 2(1), 220–224. https://doi.org/10.24036/02013211008-0-00

Setiawati, E., Livana. P. H., & Susanti, Y. (2017). Hubungan konsep diri dengan kualitas hidup anak usia sekolah pada keluarga buruh migran internasional. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 21–28. https://doi.org/10.24269/ijhs.v1i2.2017.6

Setiawati, F. A. (2006). Pendidikan moral dan nilai-nilai agama pada anak usia dini: Bukan sekedar rutinitas. Paradigma: Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 1(2), 41–48.

Siregar, R. (2015). Urgensi konseling keluarga dalam menciptakan keluarga sakinah. HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, 2(1), 77–91.

Supriyanto, A. (2016). Kolaborasi konselor, guru, dan orang tua untuk mengembangkan kompetensi anak usia dini melalui bimbingan komprehensif. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education), 4(1), 1–8.

Suryadi. (2017). Perlindungan anak buruh migran di Kabupaten Cirebon (Analisis terhadap konsep dampak anak yang ditinggalkan). Jurnal Empower Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 1–16.

Wahyuningsih, E., & Wulan, T. R. (2019). Profil pengasuh dan masalah anak yang ditinggalkan pada keluarga buruh migran indonesia. Jurnal Kesmas Indonesia, 11(1), 76–89.

Wahyuningsih, E., & Wulan, T. R. (2016). The profile of caregiver and problems of children left behind (CLB) among indonesian migrant worker families. International Workshop on Maximising Migration Benefits (M2B): Indonesian Migrant Workers’ Health and Wellbeing from Security to Development, 19–21.

Wahyuningsih, S., & Jatiningsih, O. (2017). Pola asuh anak keluarga tenaga kerja wanita (TKW) di Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 5(3).

Widiasari, Y., Pujiati, D., & Purwokerto. (2017). Pengasuhan anak usia dini bagi orang tua pekerja. Jurnal Ilmiah Pendidikan PraSekolah dan Sekolah Awal, 2(2), 68–77.

Widodo, B. (2009). Layanan konsultasi orang tua salah satu bidang layanan bimbingan konseling untuk membantu mengatasi masalah anak (Sebuah refleksi analitis). Jurnal Ilmiah Widya Warta, 33(1), 1–20.

Windijarti, I. (2011). Komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam pendidikan seksual. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(3), 274–292.

Yuniastuti. (2014). Kehidupan sosial ekonomi TKI dan TKW serta dampak sosial psikologis pendidikan anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 27(1), 69. https://doi.org/10.17977/jppkn.v27i1.5525




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v5i32020p091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Wikan Galuh Widyarto, Machsun Rifauddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
ISSN 2503-3417 (online), ISSN 2548-4311 (print)
Email: jkbk.fip@um.ac.id

Find Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling on:

google.pngipiii.pnggoogle.pngpkpp.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

  View Visitor Stats