PENGELOLAAN COBAN UNTUK WISATA EDUKASI DENGAN PELIBATAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DESA PAIT, KABUPATEN MALANG

Moh Ihsom, Nurhadi Nurhadi, Kukuh Miroso Raharjo, Zulkarnain Zulkarnain

Abstract


Potensi wisata alam yang dapat dikembangkan di Desa Pait antara lain Coban (air terjun) Kethak, Coban Tangkil, Coban Bara’an. Coban Kethak merupakan air terjun dengan ketinggian 25 meter dengan luas wilayah ± 4 ha disekitarnya ditumbuhi tanaman alpukat dan pohon durian,  aliran dua coban ini mengalir ke arah dusun Slatri dan dusun Pait Kulon, disamping dimanfaatkan untuk usaha pertanian, aliran sungai ini dimanfaatkan sebagai tubing yang sangat menarik, khususnya pada musim penghujan. Tujuan yang dicapai dari kegiatan ini adalah Pokdarwis dapat mengembangakan dan mengelola potensi wisata  yang pada akhirnya memiliki dampak pada kesejahtraan mayrakat. Solusi yang ditawarkan untuk menjawab dan memecahkan permaslahan diatas adalah menjabarkan strategi dan membagi peran atau Tugas pokok  masing-masing pengurus dalam pengembangan dan pengelolaan wisata, pelatihan Pemandu Wisata dan promosi obyek-obyek wisata. Hasil kegiatan ini mampu mengekplorasi keberadaan dan keunikan obyek yang ditawarkan didukung bentuk promosi yang bersifat elektronik maupun  bentuk yang lain, serta terbentuknya visi yang sama dengan pemerintah daerah untuk  pengembangan wisata edukasi

Kata kunciCobanKethak, CobanTangkil, CobanBara’an, Pokdarwis, wisata edukasi.


Abstract

Potential natural attractions that can be developed in Pait Village include Coban (waterfall) Kethak, Coban Tangkil, Coban Bara’an. Coban Kethak is a waterfall with a height of 25 meters with an area of ± 4 ha around it is overgrown with avocado plants and durian trees, the flow of these two coban flows towards the Slatri hamlet and Pait Kulon hamlet, besides being used for agricultural business, the river flow is used as a tubing very interesting, especially in the rainy season. The goal achieved from this activity is Pokdarwis can develop and manage tourism potential which ultimately has an impact on the welfare of the mayor. The solution offered to answer and solve the problems above is to describe the strategy and divide the role or main tasks of each board in the development and management of tourism, training of tour guides and promotion of tourist objects. The results of this activity are able to explore the existence and uniqueness of the offered objects supported by electronic and other forms of promotion, as well as the formation of the same vision with the local government for the development of educational tourism.

Keywords—CobanKethak, CobanTangkil, CobanBara’an, Pokdarwis, educational tour


Full Text:

PDF

References


Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Era Global. Bandung: Alfabeta.

Ardiansyah, A. (2016). Laporan Studi Lapang II, Peranan Pokdakan Karya “Mina Utama” dalam Pendekatan Ekonomi Masyarakat Dusun Mangkubumen, Tegalrejo, Sawit, Boyolali.

Chambers, R. (1988). Pembangunan Desa Mulai dari Belakang. Jakarta: LP3IS.

Felicia, A. (2014). Pembangunan Berbasis Masyarakat Acuan Bagi Praktisi Akademisi dan Pemerhati Pembangunan Masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Hikmat, H. (2006). Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora.

Jimeve, F. (2014). Community Development. Jogjakarta: Pustaka Belajar.

Mardikanto, T. (2013). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Moezakir, M. D. (2010). Desain dan Model Penelitian Kualitatif. Malang: FIP UM.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v2i3p152-156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.