Pemanfaatan Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Bl) Sebagai Bahan Baku Keripik

Khurin In Wahyuni, Martina Kurnia Rohmah, Yani Ambari, Bagus Kurniawan Romadhon

Abstract


Pemanfaatan porang lebih lanjut membutuhkan teknologi untuk menghilangkan senyawa kalsium oksalat sehingga pemanfaatan porang kedepannya dapat lebih maksimal. Masyarakat Desa Rejosari mengharapkan umbi porang dapat dikelola sendiri menjadi suatu produk makanan karena selama ini masyarakat rejosari hanya menjual porang dalam bentuk umbi mentah. Dengan adanya pelatihan pembuatan kripik dari umbi porang diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Rejosari. Kegiatan dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengolahan umbi porang agar tidak menghasilkan rasa gatal sampai menajdi bahan baku keripik (pengumpulan bahan, perendaman bahan, proses pengeringan dan pengukusan) dan tahap kedua, pengolahan umbi porang menjadi keripik. Dari kegiatan ini diperoleh hasil 85 persen masyarakat Desa Rejosari telah berhasil membuat keripik dari Umbi Porang dan tidak merasakan efek gatal. 

Kata kunciKeripik, Porang, Pangan, Umbi.


Abstract 

The use of porang further requires technology to remove iron oxalate so that future utilization of porang can be maximized. The people of Rejosari Village hope that porang tubers can be managed themselves into food products because so far the Rejosari community only sells porang in the form of raw tubers. With training on making chips from porang tubers, they are expected to be able to help the people of Rejosari Village. Activities carried out through two cups, namely processing porang tubers so as not to cause fear until they become raw material for chips (collecting materials, soaking, digging and steaming) and the second process, processing porang tubers into chips. From this activity, 85 percent of Rejosari Village residents have succeeded in making chips from the Porang Bulbs and did not experience any adverse effects.

KeywordsBulbs, Chips, Food, Porang


Full Text:

PDF

References


Arifin. (2001). Pengeringan Umbi Iles-Iles Secara Mekanik Untuk Meningkatkan Mutu Keripik Iles-iles.

Chotimah, S., Fajarini, D. T., & Budiyati, C. S. (2013). Reduksi kalsium oksalat dengan perebusan menggunakan larutan NaCl dan penepungan untuk meningkatkan kualitas sente (Alocasia macrorrhiza) sebagai bahan pangan. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 76-83.

Dewanto, J., & Purnomo, B. H. (2009). Pembuatan Konyaku Dari Umbi Iles-Iles Program Studi D3 Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia. Universitas Stuttgart.

Faridah, A., & Widjanarko, B. (2014). Penambahan tepung porang pada pembuatan mi dengan substitusi tepung mocaf ( modified cassava flour ) [ Addition of Porang Flour in Noodle as Mocaf Substitution ( Modified cassava Flour )]. https://doi.org/10.6066/jtip.2014.25.1.98

Maulina, F. D. A., Lestari, I. M., & Retnowati, D. S. (2012). Pengurangan Kadar Kalsium Oksalat Pada Umbi Talas Menggunakan Nahco3: Sebagai Bahan Dasar Tepung. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), 277-283.

Sutriningsih, A., & Ariani, N. L. (2017). Efektivitas Umbi Porang (Amorphophallus Oncophillus) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(1), 48-58.

Sutrisno, A. (2011). Proses Penurunan Kadar Kalsium Oksalat Menggunakan Penepung” Stamp Mill” untuk Pengembangan Industri Kecil Tepung Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume). Jurnal Pangan, 20(4), 331-340.

Widari, N. S., & Rasmito, A. (2018). penurunan kadar kalsium oksalat pada umbi porang (Amorphopallus oncophillus) dengan proses pemanasan di dalam larutan nacl reduction of oxalic calcium consentration in porang tubers (Amorphopallus oncophillus) by heating process in nacl solution, 13(September), 1–4.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i1p1-4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.