Pemanfaatan “Bi Saylor” Sebagai Produk Pangan Alternatif untuk Pembangunan Gizi Berkelanjutan

Dwi Faqihatus Syarifah Has, Eka Srirahayu Ariestiningsih

Abstract


Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membangun gizi dan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi desa yakni Daun Kelor sebagai bahan baku pembuatan produk “BI SAYLOR” (Biskuit PMT dan Sayur Daun Kelor). Pemanfaatan Potensi Desa yakni Kelor dengan produk diharapkan dapat menjadi pembangunan berkelanjutan di bidang gizi. Penambahan Biskuit PMT sebagai bahan baku produk diharapkan dapat mengurangi prevalensi kejadian stunting dan gizi buruk di Desa Kedungsumber. Produk BI SAYLOR dapat disajikan dalam tiga variasi makanan, yakni: Ice Cream, Nugget, dan Puding. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi disertai materi pelatihan, serta disampaikan langsung dengan melakukan pendemonstrasian yang berkenaan dengan proses pembuatan tiga macam varian produk. Dari dimulai dari penanganan bahan baku, cara penggunaan alat-alat produksi, proses pencampuran bahan, pemasakan, pengemasan sampai pemasaran. Hasil secara keseluruhan hampir 100 persen mitra kerja, menilai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kedungsumber bermanfaat dan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

 

Kata kunci BiSaylor, Gizi Berkelanjutan, Pangan Alternatif.

 

Abstract

 

The purpose of this community service activity is to build nutrition and welfare of the community, by utilizing the potential of the village, namely Kelor Leaf as a raw material for making products "BI SAYLOR" (PMT Biscuits and Moringa Leaf Vegetables). Village Potential Utilization namely Moringa with products is expected to be a sustainable development in the field of nutrition. The addition of PMT biscuits as product raw material is expected to reduce the prevalence of stunting and malnutrition in Kedungsumber Village. BI SAYLOR products can be served in three variations of food, namely: Ice Cream, Nugget, and Pudding. The method was carried out using lecture and demonstration methods accompanied by training materials, and delivered directly by conducting demonstrations relating to the process of making three product variants. Starting from handling raw materials, how to use production equipment, the process of mixing materials, cooking, packaging to marketing. The overall results of nearly 100% work partners, assess community service activities in Kedungsumber Village are useful and can be carried out sustainably.

 

Keywords— Alternative Food, BiSaylor, Sustainable Nutrition

Full Text:

PDF

References


Famitalia D. (2011). Pengaruh pemberian tempe kurma terhadap perubahan status Gizi Balita di Kelurahan Terpilih di Depok tahun 2011. Skripsi. Universitas Indonesia: Jakarta.

Hayati, Nurul. (2014). Latar Belakang Tidak Meningkatnya Berat Badan Balita Setelah Mendapat Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (Pmt-P) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang Tahun 2014. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Petunjuk Tehnis Pemberian Makanan Tambahan (Balita, Anak Sekolah dan Ibu Hamil), Kemenkes RI : Jakarta

Restusari, L. (2017). Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan Dengan Bahan Dasar Tempe Untuk Balita Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau. Riau

Sulistyainigsih E. (2019). Peningkatan Kemampuan Dan Kemandirian Pengentasan Stunting Melalui Pemberdayaan Petani Desa Sukogidri Kecamatan Ledokombo Jember. Warta Pengabdian Vol 13. Isuue 1 (2019) Universitas Jember. pp 22-27

Yusintha, A & Adriyanto. (2018). Hubungan Antara Perilaku Makan dan Citra Tubuh dengan Status Gizi remaja putri Usia 15-18 Tahun. Amerta Nutr (147 – 154).




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i1p44-48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.