Pemanfaatan Kulit Buah Kapas Sebagai Pengenyal Alami Makanan

Vivi Novianti, Agus Dharmawan, Husni Wahyu Wijaya

Abstract


Tujuan kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan keberadaan sampah organik, yaitu kulit buah kapas sebagai pengenyal makanan. Pengenyal makanan yang ada saat ini, umumnya adalah buatan (kimiawi), sedangkan pengenyal alami lainnya relatif mahal. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa kegiatan pelatihan kepada peserta. Melalui peluang yang terlihat ada di sekitar lingkungan, diharapkan peserta dapat meneliti dan memanfaatkan sampah organik untuk dibuat usaha khususnya produk makanan bakso dengan pengenyal makanan alami. Berdasarkan hasil uji kualitatif meliputi bentuk bakso, warna dan rasa, tidak tampak perbedaan dengan bakso yang menggunakan pengenyal makanan buatan. Respon partisipan terhadap kegiatan ini positif karena terlibat langsung dalam pembuatan bakso dan merasakan sendiri hasil dan kualitasnya. Hasil dari kegiatan ini pertisipan memperoleh manfaat dan keterampilan melihat peluang usaha dengan memanfaatkan bahan di sekitar, pengetahuan tentang kewirausahaan dan pengetahuan dasar tentang hitungan bisnis (keuangan) ketika memulai usaha awal, dan pengalaman dalam pembuatan bakso dengan pengenyal alami kulit buah kapas.

 

Kata kunci kulit buah kapas, pengenyal makanan, pelatihan, sampah organik

 

Abstract

 

The purpose of this activity is to take advantage of the presence of organic waste, namely cotton rind as a food thickener. Most of the existing food stretchers are artificial (chemical), while other natural stretchers are relatively expensive. This community service activity is in the form of training activities for participants. Through the opportunities that are seen around the environment, it is hoped that the participants will be able to research and use organic waste to create businesses, especially meatball food products with natural food as thickener. Based on the qualitative test results including the shape of the meatballs, color and taste, there was no difference with the meatball using artificial food thickener. The response of the participants to this activity was positive because they were directly involved in making meatballs and experienced the results and quality for themselves. As a result of this activity, participants gained benefits and skills in seeing business opportunities by utilizing local materials, knowledge of entrepreneurship and basic knowledge of business (finance) when starting an initial business, and experience in making meatballs with natural cotton rind as thickener.

 

Keywords boo, food plumpers, organic waste, training


Full Text:

PDF

References


Codina, B. J., & Leal López, R. (2013). The importance of student mobility, academic exchange and internationalization of higher education for college students in a globalized world: The Mexican and Latin American case. Daena: International Journal of Good Conscience, 8(2), 48-63.

Cahyadi, W. (2008). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan (Edisi 2 Ce). Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004

Eriksen, M., Lebreton, L. C. M., Carson, H. S., Thiel, M., Moore, C. J., Borerro, J. C., … Reisser, J. (2014). Plastic Pollution in the World’s Oceans: More than 5 Trillion Plastic Pieces Weighing over 250,000 Tons Afloat at Sea. PLOS ONE, 9(12), e111913. doi: 10.1371/journal.pone.0111913

Fryxell, P. A. (1992). A Revised Taxonomic Interpretation of Gossypium L. (Malvaceae). Rheedea 2.

Kiyasudeen S, K., Ibrahim, M. H., Quaik, S., & Ismail, A. S. (2016). Prospects of Organic Waste Management and the Significance of Earthworms. Dalam Prospects of Organic Waste Management and the Significance of Earthworms. doi: 10.1007/978-3-319-24708-3

Lubis, A. (2020). Daratan dan Lautan makin Parah Akibat Sampah Plastik. diambil dari padek.jawapos.com/opini/28/07/2020/daratan-dan-lautan-makin-parah-akibat-sampah-plastik/.

Mahmud, M. (2004). Kewirausahaan, Ketode, Manajemen dan Implementasi. Yogjakarta.

Marjenah, M., Kustiawan, W., Nurhiftiani, I., Sembiring, K. H. M., & Ediyono, R. P. (2018). Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik Cair. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1(2), 120-127. doi: 10.32522/u-jht.v1i2.800

Menyuka, N., Bob, U., & Sibanda, M. (2018). Potential for Organic Waste Utilization and Management Through Urban Agriculture. The 56th Annual Conference of The Agriculture Economics Association of South Africa. Somerset West.

Nafly, C., & Tiven, M. V. (2011). Pengaruh Penggunaan Bahan Pengenyal Yang Berbeda Terhadap Komposisi Kimia, Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Ayam. Agritech, 27(1), 1-6.

Rene, T. (1997). Quality Means Survival: Caveat Vendidor Let The Seller Beware. Singapore: Prentice Hall.

Ridolfi, G., Vaccari, A. (2014). NOW - No More Organic Waste. Milano.

Shane, S., & Venkataraman, S. (2007). The promise of entrepreneurship as a field of research. Dalam Entrepreneurship: Concepts, Theory and Perspective. doi: 10.1007/978-3-540-48543-8_8

Song, J. H., Murphy, R. J., Narayan, R., & Davies, G. B. H. (2009). Biodegradable and compostable alternatives to conventional plastics. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 364(1526), 2127–2139. doi: 10.1098/rstb.2008.0289

Triant, W.N.M, Purnamaningsih, S.L., Respartijarti & Sulistyowati, E. (2015). Uji Daya Hasil Pendahuluan Delapan Galur F6 Kapas (Gossypium hirsutum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 3(2), 164 – 172.

Tunggal, W. A. (2009). Intisari Enterpreneurship. Jakarta: Harvarindo.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i3p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.