Kajian Konten Media Sosial untuk Penguatan Literasi Dakwah Islam Moderat Guru dan Santri di Pesantren

Ahmad Munjin Nasih, Achmad Sultoni, Lilik Nur Kholidah

Abstract


Sebagian potret Indonesia di masa datang dapat diprediksi dari apa yang diperoleh anak-anak generasi sekarang lewat media, khususnya media soasial yang orientasinya mengekplorasi kehidupan hedon dan materialis termasuk penggiringan opini ektrim. Ungkapan ini semakin memperkuat bahwa gerakan literasi penting untuk dijadikan sebuah agenda bersama termasuk bagi kalangan pesantren. Selain mengagumkan, pesantren juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memberi pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran keagamaan (tafaqquh fiddin) dalam kehidupan umat Islam. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan sasaran pondok pesantren di Malang raya  Jawa timur, bertujuan menumbuhkan kesadaran literasi santri, meningkatkan wawasan dan kemampuan santri dalam pengajaran dan dakwah melalui kegiatan literasi; dan meningkatkan keterampilan santri dalam mengelola komunitas literasi untuk kepentingan pembelajaran dan dakwah keislaman.. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, pengumpulan data, penyusunan bahan, pelatihan literasi berbahan informasi media serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kesadaran literasi guru dan santri semakin baik, terutama dalam daya kritisnya untuk tetap mamahami prinsip islam moderat.


Kata kunci Era Digital, Islam Moderat, Literasi santri, Media Sosial, Pesantren

 

Abstract

 

Some portraits of Indonesia in the future can be predicted from what the children of the present generation will obtainthrough the media, especially social media whose orientation is to explore hedonistic and materialist life, including the promotion of extreme opinions. This expression further strengthens that the literacy movement is important to become a common agenda, including for the pesantren. Apart from being amazing, pesantren also have a huge influence in providing understanding, appreciation, and practice of religious teachings (tafaqquh fiddin) in the lives of Muslims. This community service is carried out with the aim of the Islamic boarding school in Malang Raya, East Java, aimed at fostering awareness of the literacy of the students, increasing the insights and abilities of the students in teaching and dawah through literacy activities; and improve the skills of students in managing literacy communities for the benefit of Islamic learning and dawah. The methods used include needs analysis, data collection, material preparation, literacy training based on media information and evaluation. The results of the activity show that the literacy awareness of teachers and students is getting better, especially in their critical power to continue to understand the principles of moderate Islam.

 

Keywords— Digital Era, Moderate Islam, Islamic Literacy, Social Media, Islamic Boarding Schools

Full Text:

PDF

References


Abdullah, S. D. A., & Alfatra, S. (2019). Narration of Islamic Moderation: Counter over Negative Content on Social Media. Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities, 4(2), 153–164. doi: 10.18326/mlt.v4i2.153-164

Amin, K., Alfarauqi, M. D. A., & Khatimah, K. (2018). Social Media, Cyber Hate, and Racism. Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 10(1), 3–10. doi: https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i1.5613

Baran, S., & Davis, D. (2008). Mass Communication Theory: Foundations, Ferment, and Future. Cengage Learning.

Bergström, A., & Belfrage, M. J. (2018). News in Social Media. Digital Journalism, 6(5), 583–598. doi: 10.1080/21670811.2018.1423625

Boczkowski, P., Mitchelstein, E., & Matassi, M. (2017). Incidental News: How Young People Consume News on Social Media. Dipresentasikan pada Hawaii International Conference on System Sciences. doi: 10.24251/HICSS.2017.217

Budiman, S. A., & Isnaeni, F. (2019). Penyuluhan Peran Santri Dalam Menjawab Tantangan Dakwah di Era Digital. Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences, 1(2), 104–113. doi: 10.32493/jls.v1i2.y2019.p104-113

Haryono, H. (2019). Pengaruh Internet dan Media Sosial Terhadap Pola Perilaku Komunikasi di Masyarakat. Communication Science Research. doi: 10.17605/OSF.IO/UBF3P

Hidayat, D. N. (2010). Pers dalam Revolusi Mei: Runtuhnya Sebuah Hegemoni. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ibrahim, I. S., & Akhmad, B. A. (2014). Komunikasi dan Komodifikasi: Mengkaji Media dan Budaya dalam Dinamika Globalisasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Irianto, P. O., & Febrianti, L. Y. (2017). Pentingnya Penguasaan Literasi Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi MEA. Proceedings Education and Language International Conference, 1(1).

Jauhari, M. (2015). Jurnalisme Pesantren Sebagai Media Alternatif: Perlawanan Kaum Santri terhadap Hegemoni Isi Media Massa. Al’Adalah, 18(2), 1–13.

Kominfo, P. (2015). Indonesia Raksasa Teknologi Digital Asia. Diambil 3 Oktober 2020, dari Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Retrieved from http:///content/detail/6095/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia/0/sorotan_media

Latif, M. (2016). Multicultural Education in Islamic Boarding School (A Descriptive Study of Pesantren DDI Mangkoso, South Sulawesi). JICSA (Journal of Islamic Civilization in Southeast Asia), 5(2), 231–250. doi: 10.24252/jicsa.v5i2a6

Maulani, A. (2016). Pembaruan dan Peran Sosial Transformatif Pesantren dan Islam Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(2), 159. doi: 10.14421/jsr.v10i2.1158

Munfarida, E. (2010). Kekerasan Simbolik Media Terhadap Anak. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 72–90. doi: 10.24090/komunika.v4i1.139

Murnane, R., Sawhill, I., & Snow, C. (2012). Literacy challenges for the twenty-first century: Introducing the issue. The Future of Children, 22(2), 3–15. doi: 10.1353/foc.2012.0013

Poerwaningtias, I. (2013). Model-model gerakan literasi media & pemantauan media di Indonesia. Kerjasama PKMBP dan Yayasan Tifa.

Rahardjo, M. D. (1985). Pergulatan dunia pesantren: Membangun dari bawah. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat.

Salam, A. (2018). The Hoax Phenomenon in Indonesian Society: Observing Anti-Diversity Memes since 2014. Jurnal Humaniora, 30(3), 315–324. doi: 10.22146/jh.38891

Solahudin, D., & Fakhruroji, M. (2020). Internet and Islamic Learning Practices in Indonesia: Social Media, Religious Populism, and Religious Authority. Religions, 11(1), 19. doi: 10.3390/rel11010019

Syafe’i, I. (2017). PONDOK PESANTREN: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61–82. doi: 10.24042/atjpi.v8i1.2097

Syam, H. M., & Nurrahmi, F. (2020). “I Don’t Know If It Is Fake or Real News” How Little Indonesian University Students Understand Social Media Literacy. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 36(2), 92–105. doi: 10.17576/JKMJC-2020-3602-06

Syukri, M., Sujoko, A., & Safitri, R. (2019). Gerakan dan pendidikan literasi media kritis di indonesia (studi terhadap yayasan pengembangan media anak). MEDIAKOM, 2(2), 111–134. doi: 10.32528/mdk.v2i2.1925

Zuchairiny, A. (2013). Penguatan Islam Tradisional: Studi Kasus Model Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Sulawesi Tengah. ISTIQRA’, Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(2), 1–12.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i3p174-180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.