MENGOLAH LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KONSUMSI MANDIRI

Ria Zulkha Ermayda, Hanjar Ikrima Nanda, Dewi Noor Fatikhah

Abstract


Rendahnya antusiasme warga untuk membuang sampah ke TPA  menyebabkan pencemaran udara, air, dan tanah tidak dapat dihindari. Polusi juga tampak di TPA itu sendiri,  dimana TPA  hanya menjual sampah yang bisa dijual dan menimbun sisanya. Penigkatan polusi pun tidak dapat dihindari. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan adalah dengan mendampingi warga untuk mengolah limbah rumah tangga organik menjadi pupuk kompos, yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sayur di rumah masing-masing. Penyuluhan pentingnya kepediluan lingkungan menjadi kegiatan awal untuk menyadarkan warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Selanjutnya warga dilatih dan terus didampingi agar mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Sembari menunggu pupuk siap digunakan, warga dilibatkan dalam penanaman dan perawatan bibit sayuran. Antusiasme warga tidak surut meskipun tiga kali mengalami kegagalan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berjalan sehingga warga dapat memetik  sayuran organik di kebun mini, di rumah masing-masing, tanpa harus membeli mahal di luar. Kepala Desa Sutojayan mengatakan jika kegiatan di RT 07 ini bisa terus berjalan dengan baik, maka RT tersebut dapat dijadikan RT percontohan bagi RT, dalam hal pengolahan limbah rumah tangga organik.

Full Text:

PDF

References


Depkes RI. 2002. Modul Pelatihan Metode dan Teknologi Diklat. Jakarta : Pusdiklatkes RI.

Ekre dkk. 2009. Factors Influencing Waste Separation and Utilization

Among Households in The Lake Victoria Crescent, Uganda. Uganda : Makerere

University: Department of Agricultural Economics and Agribusiness.

Halimah, dkk., 2015, Partisipasi Masyarakat dalam Program Pengelolaan Sampah, Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakt, No. 02, Vol. 02, 1447-300

Krisnani, dkk, 2015, Perubahan Pola Pikir Masyarakat mengenai Sampah melalui Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kab. Sumedang, Jurnal Penelitian dan PPM, No. 02, Vol. 04, 129-389.

Maulina, A.S. 2012. Identifikasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilahan Sampah di Kecamatan Cimahi Utara serta Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, No. 3, Vol. 23:177-196

Murbandono, L. 1982. Membuat Kompos. Depok: Penebar Swadaya.

Nisa, K. 2016. Memproduksi Kompos dan Mikro Organisme Lokal (MOL). Jakart: Bibit Publisher

Notoatmodjo, S. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta

Salawati, dkk. 2008. Pengaruh Program Pelatihan Pengolahan Sampah Menggunakan Metode Composting terhadap Keterampilan Ibu-Ibu PKK di RW III Keluarga Boja Kabupaten Kendal. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 2(3): 63-73.

Sidique, dkk. 2010. Factors Influencing the Rate of Recycling: An Analysis of Minnesota

Counties. Elsevier Resourves, Conservation and Recycling 54: 242-249

Wibawa, C. 2007. Perbedaan Efektifitas Metode Demonstrasi dengan pemutaran video tentang pemberantasan DBD terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak SD di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Jurnal Promosi kesehatan Indonesia, 2(2)

Yulida, N. dkk. 2016. Perilaku Masyarakat dalam Membuang Sampah di Aliran Sungai Batang Bakarek-Karek Kota Padang Panjang Sumatera Barat. BKM Journal of Community Medicine and Public Health, No. 10, Vol. 32, 373:378




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v2i1p39-46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.