PENINGKATAN HASIL PRODUKSI UMKM PENGRAJIN SERAT MENDONG DESA BLAYU KEC. WAJAK

Duwi Leksono Edy, Widiyanti Widiyanti, Fahru Riza, Kharis Sofia

Abstract


UMKM merupakan sebuah sarana untuk meningkatkan kratifitas masyarakat yang memiliki hasil jual dan daya saing di dunia pasar. Dengan melalui UMKM kesejahteraan masyarakan dapat tercapai dan juga meningkatkan lapangan usaha untuk masyarakat kecil. Seperti produk kerajinan anyaman mendong di kecamatan wajak telah ditetapkan sebagai komoditas khas Kecamatan Wajak. Produk kerajinan anyaman mendong antara lain dari UMKM seperti untuk bahan dasar  topi, tikar, tas, dan lain-lain sesuai dengan pesanan konsumen. Produk kerajinan anyaman mendong ditekuni oleh banyak orang, sehingga setiap upaya pengembangannya akan membawa dampak multiplier yang luas terhadap perekonomian masyarakat setempat. Permasalahan yang dialami oleh UMKM desa tersebut adalah terkendala masalah produksi yang kurang maksimal karena tidak mencukupi permintaan dari pasar. Permasalahan tersebut diakibatkan masih banyak UMKM yang menggunakan konvensional sehingga dalam proses produksi membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Solusi untuk mengatasi kendala-kendala permasalahan maka diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus berfungsi sebagai pelatihan dan pembuatan alat sebagai media untuk percepatan proses produksi. Alat yang dihasilkan berupa alat kerja mesin pemintal mendong yang bekerja secara otomatis dengan kerja kontiniu sehinggi hasil produksi diharapkan ada peningkatan dari hasil produksi sebelumnnya yang menggunakan mesin konfesional atau manual.  Proses produksi tampar mendong desa blayu kecamatan wajak setian bulan mencapai ± 500 – 700 meter. Hasil tersebut masih kurang dalam mencukupi permintaan konsumen. Permasalahan ini yang dihapai pengrajin tampar mendong di desa blayu. Setelah kami berkomunikasi dengan para pengusaha dan pengrajin anyaman tampar mendong, kami menghasilkan solusi yang bertujuan untuk peningkatan hasil produksi anyaman tampar mendong. Teknologi tepat guna yang memiliki cara kerja multi fungsi diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi pada setiap bulan. Dengan rancangan dan desain yang otomatis dan secara elektrik. Target produksi dalam satu bulan bisa mencapai ± 3000 – 5000 meter dengan akumulasi produksi setiap jam mencapai 8 meter. Desain teknologi mesin yang terbaru dan efisien diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi anyaman tempar mendong dan perekonomian masyarakat blayu pada umumnya.

Full Text:

PDF

References


Siringo, Headhi Berlina. 2012. “Analisis Keterkaitan Produktivitas Pertanian Dan Impor Beras Di Indonesia”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. 2 No. 8, hlm: 488.

Azis Taufik, 1999. “Analisis Efisiensi Produksi Dan Keuntungan Usaha Pengrajin Tikar Mendong”. Institut Pertanian Bogor.

Fadeli, C. Perencanaan Kepariwisataan Alam, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Utami,S. (2010). PemberdayaanEkonomi Rakyat Melalui Pengembangan Ekonomi Mikro. Jurnal Pembangunan Masyarakat dan Desa. Universitas Indonesia. 11(1)

Simatupang, T.M. 2008. Industri Kreatif Indonesia. Bandung: Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung.

Murniati, D.E. 2009. Peran Perguruan Tinggi Dalam Triple Helix Sebagai Upaya Pengembangan Industri Kreatif. Seminar Nasional Peran Pendidikan Kejuruan Dalam Pengembangan Industri Kreatif. Jurusan PTBB FT UNY.

Wignjosoebroto, Sritomo.(2003). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Guna Widya, Surabaya




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v2i2p89-92

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.