MEDIASI PENYELESAIAN KONFLIK INTERNAL ORGANISASI DALAM KELOMPOK BUDAYA MACAPATAN “MENGESTI RAOS TUNGGAL” DESA JUGO KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN BLITAR

Suparlan Al Hakim, Sri Untari, Didik Sukriono, Yusuf Suharto

Abstract


Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi wawasan masyarakat desa Jugo tentang struktur masyarakat Indonesia yang pluralis-multikultural dan cara memanajemen konflik sosial dengan basis praktik nembang macapat. Melalui materi tembang macapat yang mengandung pesan tentang kerukunan, ketidakcemburuan sosial, tidak deskriminatif, dan empati yang dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, kelompok budaya macapatan (secara tidak langsung) anggota kelompok macapatan mampu melakukan manajemen konflik internal organisasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diskusi. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juli hingga Agustus 2018 dan diikuti oleh anggota kelompok budaya macapatan “Mangesti Raos Tunggal”. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta macapatan mampu mempraktikkan kegiatan macapatan secara tidak langsung sebagai ajang mediasi penyelesaian konflik yang muncul selama ini dalam organisasi mereka. Komponen peran dalam tampilan macapatan sebagaimana diciptakan bersama dapat dilaksanakan dengan baik. Mulai dari peran pengarah, dhalang tembang, pamaca tembang, pamedhar tembang, pamireng tembang sekaligus sebagai peran dialog tampak berjalan dengan baik

Full Text:

PDF

References


Al Hakim, S. 2004. “Tembang Macapat: Ekspresi Budaya Lokal dalam Kebudayaan Nasional”. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kajian Teori dan Penerapannya. Tahun 17 (1): halaman 62-77)

Al Hakim, S. 2011. Budaya Lokal dan Hegemoni Negara dalam Kelompok Budaya Macapatan sebagai Sarana Legitimasi Politik Orde Baru. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Kajian Teori dan Penerapannya. Tahun 24 (1): halalaman 50-57.

Al-Hakim, S. 2006. Manajemen Konflik. Makalah disajikan pada: Diklat Instruktur Nasional Sosiologi Jenjang Menengah di Batu Malang. Tanggal 7 s/d 20 Juni 2006

Ali, Fachry. 1997. “Budaya Lokal Di Indonesia”. Dalam Asprasi Budaya Lokal Dalam Konteks negara Kesatuan. (Halaman 1-34). Jakarta. Penerbit Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri.

Berger, P. dan Neuhauss, R. 1977. To Empower People: The Role Mediating Structure in Public Policy. Washington: American Enterprice Institute for Public Policy Research.

Cribbin, J.J. 1985. Kepemimpinan: Strategi Mengefektifkan Organisasi. Terjemahan Rochmulyati Hamzah. Jakarta. PT Pustaka Bina Persindo.

Freedman, P.I. 1984. “Multicultural Education: Establishing the Foundations”. The Social Studies. 75 (200-203).

Gobyah, I.K. 2009. Berpijak pada kearifan lokal. Jurnal Filsafat. (Online) 9 (2):112. http://www.balipos.co.id. Diakes tanggal 28 Pebruari 2013.

Hastuti, 2010. http://ratansolomj9.wordpress.com/2010/09/2 9/sekaramacapat mijil. (Online) Diakses 12 Jnuari 2013.

Hogde, H.J. Anthony, W.P. 1991. Organization Theory: A Strategic Approach. Massachusetts. Alyb and Bocon Icn.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um045v2i2p134-138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.