Strategi Pengelolaan Stres Guru Wanita Berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY) di Sekolah Dasar Bersistem Full Day School

Dian Natalia Refti Farista

Abstract


ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk(1)  mendeskripsikan sumber stres, (2) cara guru wanita berstatus GTY mengelola stres, dan (3) cara sekolah mengelola stres guru wanita berstatus GTY. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dicek keabsahannya menggunakan kredibilitas data, pengecekan anggota, dan diskusi teman sejawat; dependabilitas; transferabilitas; dan konfirmabilitas data data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) sumber stres guru wanita berstatus GTY di kedua situs penelitian bersumber dari tiga hal, yaitu: (a) biologis yang terdiri dari sakit fisik; (b) psikologis yang terdiri dari tuntutan hidup di tempat kerja maupun di rumah, konflik dengan orang lain; dan (c) sosial budaya, yaitu tugas-tugas yang datangnya bersamaan, baik di rumah maupun di tempat kerja; (2) Strategi pengelolaan stres yang dilakukan oleh guru wanita berstatus GTY meliputi: (a) menentukan skala prioritas; (b) dukungan dari keluarga dan teman; (c) keluar dari rutinitas; (d) mengatur pola makan dan olahraga; (e) meningkatkan intensitas ibadah; (3) strategi pengelolaan stres guru wanita berstatus GTY yang dilakukan oleh sekolah yaitu meliputi: (a) harian : mengatur jadwal kerja harian, menjunjung tinggi kekuatan tim, dialog harian, membaca alquran minimal 1 juz, pemenuhan kebutuhan berdasarkan piramida Maslow; (b) mingguan : outdoor learning, kajian ilmu agama, pemberian motivasi pada karyawan; (c) bulanan: pemberian gaji tepat waktu (d) per-semester: rapat kerja di tempat wisata, pemberian indeks kerja; (e) Tahunan : rekreasi bersama guru dan siswa, pemberian penghargaan berupa penobatan guru-guru berprestasi.

Kata kunci: strategi pengelolaan stres, guru wanita berstatus GTY, full day school


Keywords


strategi pengelolaan stres, guru wanita berstatus GTY, full day school

Full Text:

PDF

References


Atkinson, R.L, Atkinson, R.C, & Hilgard, E.R. 1991. Penghantar Psikologi Edisi delapan. Jakarta : Erlangga.

Freeman, J . & Freeman, D . 2013. The Stressed Sex: Uncovering the Truth About Men, Women, and Mental Health. Oxford: Oxford University Press.

Gaziel, H.H. 1993. Coping With Occupational Stress Among Teachers: A Cross-Cultural Study. Journal of comparative education, 29 (11), 67-79.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. 1981. Effective Evaluation: Improving the Usefulness of Evaluation Results Through Responsive and Naturalistic Approaches. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.

Hardjana, A. 1994. Stres Tanpa Distres: Seni Mengolah Stres. Yogyakarta: Kanisius.

Hawari, D. 2001. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Jakarta: FKUI

Ivancevich, J. M. 2006. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Alih bahasa oleh Gina Gania. Jakarta:Erlangga.

Looker , T. & Gregson, O. 2004. Managing Stress. Alih Bahasa oleh Haris Setiawati. Yogyakarta:BACA! Baca Buku, Buku Baik.

Rice, P. L. 1992. Stress & Health (2nd ed). California: Brooks/Cole Publishing Company.

Salim, P. & Salim, Y. 2002. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Selye, H. 1985. History and Present Status of The Stress Concepts in A. Monat & R. S. Lazarus (Eds.), Stress and coping: An anthology, 2nd Edition. New York: Columbia University Press.

Steers, R. M. 1984. Efektivitas Organisasi. Diterjemahkan oleh Magdalena Jamin. Jakarta:Erlangga.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susan, A. 2014. The Most Stressfuhobs Of. Dari Forbes, (Online), (http://www.forbes.com/sites/susanadams ) diakses tanggal 27 Oktober 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats