PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYUSUNAN PROGRAM SUPERVISI MELALUI PEMBINAAN BERKELANJUTAN

Kumala Ganti

Abstract


Abstract: The low ability of principals in the preparation of supervision programs is due to ignorance and lack of information about the procedures and preparation of good and correct supervision programs. To overcome these problems, school action research activities are carried out through continuous coaching activities with the aim of increasing the ability of principals in the preparation of supervision programs. The subjects in the study were 3 principals in Silangkitang Sub-district. Data collection techniques used are observation and documentation analysis. The data analysis used is the source and method triangulation technique. The results obtained from the initial conditions as many as 3 principals were declared unable to arrange well or 0% with an average value of 43.33, increasing to 1 principal or 33.33% in the first cycle with an average value of 62.50 and 100% in the second cycle with an average value of 89.17. The conclusion is that the continuous coaching carried out on 3 principals in Silangkitang Sub-district was stated to have succeeded in increasing the ability of principals in the preparation of supervision program.

 

Abstrak: Rendahnya kemampuan kepala sekolah dalam penyusunan program supervisi disebabkan karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang tata cara dan penyusunan program supervisi yang baik dan benar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah melalui kegiatan pembinaan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam penyusunan program supervisi. Subyek dalam  penelitian adalah 3 orang kepala sekolah di Kecamatan Silangkitang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi serta analisis dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil yang diperoleh dari kondisi awal sebanyak 3 kepala sekolah dinyatakan belum mampu menyusun dengan baik atau 0% dengan nilai rata-rata 43,33, meningkat menjadi 1 kepala sekolah atau 33,33% pada siklus pertama dengan nilai rata-rata sebesar 62,50 serta 100% pada siklus kedua dengan nilai rata-rata sebesar 89,17. Kesimpulannya adalah pembinaan berkelanjutan yang dilakukan terhadap 3 orang kepala sekolah di Kecamatan Silangkitang dinyatakan berhasil meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam penyusunan program supervisi.


Keywords


pembinaan berkelanjutan; program supervisi; kepala sekolah; continuous coaching; supervision programs; principal

Full Text:

PDF

References


Daradjat, Zakiyah. 1976. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Jakarta.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya. 2010. Jakarta: Departemen PAN dan RB.

Purwanto, Ngalim. 2007. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 KUMALA GANTI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Image result for logo sintaHasil gambar untuk logo zotero ukuran kecil

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.