Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Luar Biasa

Yulia Nur Abidah, Abdul Huda

Abstract


Pelaksanaan program PHBS di SLB masih tertinggal jauh dari sekolah-sekolah reguler. Masih
banyak SLB yang belum menerapkan program PHBS, padahal dengan berperilaku hidup bersih dan sehat
dapat mengurangi resiko terkena penyakit menular. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan penerapan
program PHBS, (2) mendeskripsikan dampak program PHBS, (3) mendeskripsikan hambatan program
PHBS, dan (4) mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan program PHBS. Pendekatan penelitian ini
adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Penelitian dilaksanakan
di SDLB-B YPTB Malang yang merupakan SLB khusus tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
(1) penerapan program PHBS dilakukan melalui strategi pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi; (2)
dampak dari program PHBS adalah siswa menjadi sadar akan kebersihan, memantau tumbuh kembang
anak, meningkatkan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak, dan meningkatkan semangat belajar
pada siswa; (3) Hambatan dalam program PHBS berupa kondisi siswa dan keterbatasan sarana; (4)
Upaya untuk mengatasi hambatan program PHBS adalah pembiasaan, pengawasan, dan upaya alternatif.
Saran dalam penelitian ini diperuntukkan kepada (1) kepala sekolah, agar bukti fisik pelaksanaan PHBS
disertai dengan dokumen tertulis dan ditindak lanjuti melalui pemantauan serta evaluasi, (2) guru, agar
pengawasan dari prlaksanaan program PHBS lebih ditingkatkan dan menyeluruh


Keywords


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Pelaksanaan Program PHBS; SLB

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. (2010). Research Design Pendekatan

Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Yulia Nur Abidah, Abdul Huda, Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Luar . . .

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 1429/MENKES/SK/XII/ 2006 tentang

Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan

Lingkungan Sekolah.(2006). Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI.

Kirk, S., et al. (2009). Educating Exceptional Children.

Twelfth edition. New York: Houghton Miffl in

Harcourt Publishing Company.

Kusbiantoro, D. (2015). Pemberian Health Education

Meningkatkan Kemampuan Mencuci Tangan

pada Anak Prasekolah. SURYA, 7(2), 7-12.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 2269/MENKES/ PER/XI/2011 tentang

Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih

dan Sehat. (2011). Jakarta: Kementerian

Kesehatan RI.

Pusat Promosi Kesehatan. (2011). PHBS di Sekolah.

Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia.

Putri, S. M. (2015). Pola Komunikasi Nonverbal

Guru dalam Proses Belajar Mengajar Bagi

Siswa Tunarunggu di Sekolah Luar Biasa

Negeri Pembina Pekanbaru. Jurnal Online

Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik, 2(1), 1-15.

Rahmawati, A. (2017). Implementasi Senam Pagi

dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa

Tunagrahita Mampu Didik di SMPLB Putra

Jaya Malang. SKRIPSI Jurusan Pendidikan

Luar Biasa-Fakultas Ilmu Pendidikan UM.

Trihono., Atmarita., Tjandrarini, D. H., Irawati,

A., Utami, N. H., Tejayanti, T., Nurlinawati,

I., (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia,

Masalah dan Solusinya. Jakarta: Lembaga

Penerbit Balitbangkes.

Wardani, I. G. A. K. 2008. Pengantar Pendidikan Luar

Biasa. Jakarta: Universitas Terbuka.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um031v4i12018p087

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

"Jurnal Ortopedagogia" is Indexing by:

 

View My Stats