Kepastian Hukum Kredit Online

Devy Iziana Pradini, Izzi Zya Hariyadi, Shohibul Khoir

Abstract


This paper aims to discuss the validity of a contract in online credit and the provision of collateral for online credit as an embodiment of the 5C principle in banking. The method of study uses a normative juridical approach to the legislation and conceptual approach. Online credit contracts are legally valid because they meet the legal requirements of a contract, only the legal certainty is low because the parties do not know firsthand the good intentions of the parties. The provision of collateral in online credit is not against the law, it’s just that the precautionary principle that the bank should apply in providing credit is not fulfilled. The creditor does not have a guarantee for the debtor’s debt repayment if at any time the debtor is unable to repay the loan or break the promise.

Keywords


creditors, online credit, banking

Full Text:

PDF

References


Awaliyah, S. (2014). Kontrak Karya Dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (KK / PKP2B). Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 27(5), 111–121.

Dirjosisworo, S. (2013). Kontrak Bisnis (Menurut Sistem Civil Law, Common Law, dan Praktek Dagang Internasional. Bandung:

Mandar Maju.

Hartanto, A. (2015). Hukum Jaminan dan Kepailitan. Surabaya: Laksbang Justitia,

Hasibuan, M.S.P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hernoko, A.Y. (2014). Hukum Perjanjian Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Komersial. Jakarta: Kencana.

Imaniyati, N.S. (2010). Pengantar Hukum Perbankan Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Kasmir. (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers.

Kholis, N. (2018). Perbankan dalam Era Baru Digital. Jurnal Economics, 12(1), 80-88.

Panginan, E. K., & Irwansyah. (2020). Fenomena Aplikasi dan Pinjaman Online Kredivo di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media, 4(1). 12-26.

Prawanirah, U. (2017). Kewenangan Pemberi Fidusia Mengalihkan Kepemilikan Atas Objek Jaminan Fidusia Berupa Barang

Dagangan Di Toko. Tesis. Surabaya:Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Putra, K. S. W., & Budiana, I. N. (2019). Perjanjian Kredit melalui Financial Technology dalam Lalu Lintas Hukum Bisnis. Jurnal Analisis Hukum, 2(1), 73-92.

Rahman, H. (2002). Aspek-Aspek Hukum Pemberian Kredit Perbankan di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Satrio, J. (2002). Hukum Jaminan, Hak Jaminan Kebendaan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rizal. M., Maulina E., dan Kostini, N. (2018). Fintech Salah Satu Pembiayaan bagi UMKM. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan, 3(2). 89-100.

Simorangkir, O.P. (2003). Seluk Beluk Bank Komersial. Jakarta: Aksara Persada Indonesia.

Soekanto, S & Mamudji, S. (1985). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali.

Sofwan, S.S.M. (2003). Hukum Jaminan di Indonesia. Yogyakarta: Liberty Offset.

Subekti. (1979). Hukum Perjanjian. Jakarta:Intermasa.

Supriyanto, E., & Ismawati. N. (2019). Sistem Informasi Fintech Pinjaman Online Berbasis Web. Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer, 9(2), 100-107.

Usanti, T.P & Bakarbessy, L. (2013). Buku Referensi Hukum Perbankan, Hukum Jaminan, Revka Petra Media. Surabaya: Revka Petra Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v5i2p324-331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  

View My Stats