Rekonstruksi Pencatatan Perkawinan Berdasarkan Relevansi Antara Hukum Administrasi Negara dengan Hukum Administrasi Sipil

Nadya Rizki Emeralda, Siti Hamidah

Abstract


This study aimed to analyze the problems of enforcing civil administrative law in marriage registration and the concept of reconstructing marriage registration based on the relevance of state administrative law to civil administrative law. The method used in this study was normative juridical with a statutory approach and a conceptual approach. The problems of enforcing civil administration law in marriage registration include general problems related to administration, such as errors in identity writing and the organization of administrative institutions, which were full of personnel management problems. The reconstruction of marriage registration was based on the relevance between state administrative law and civil administrative law relating to the interests of public service delivery and institutional structure structuring in civil service law. The arrangement of personnel in the office of religious affairs need to pay attention to the employment law to create services based on professionalism in serving the community.


Keywords


marriage registration, state administrative law, civil administrative law

Full Text:

PDF

References


Abdillah, A. A., Hamidah, S., & Kawuryan, E. S. (2021). Prosedur Ideal Pengakuan bagi Anak Luar Hasil Perkawinan Siri Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VII/2010. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 1-10.

Abdussamad, J. (2019). Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gorontalo. Jurnal Publik, 6(2), 73-82.

Ahmad, S. (2020). Transformasi Hukum Pembuktian Perkawinan dalam Islam. Surabaya: Airlangga University Press.

Aizid, R. (2018). Fiqh Keluarga Terlengkap. Yogyakarta: Laksana.

Angkat, K. M., Kadir, A., & Isnaini. (2017). Analisis Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dairi. Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 33-48.

Arsal, T. (2012). Nikah Siri dalam Tinjauan Demografi. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2), 160-169.

Asyakir, M., & Rusli, Z. (2014). Analisis Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau dalam Melaksanakan Pelayanan dan Bimbingan Kepada Masyarakat. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 1(1), 1-7.

Asyiah, N. (2018). Hukum Administrasi Negara. Sleman: Deepublish Publisher.

Aswina, W. O., Amir, M., & Abdullah, A. (2018). Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik (Studi pada Kantor Camat Binongko Kabupaten Wakatobi). Jurnal Rez Publica, 4(2), 1-11.

Bakri, M. (2013). Pengantar Hukum Indonesia Jilid 2: Pembidangan dan Asas-Asas Hukum. Malang: UB Press.

Basah, S. (1997). Eksistensi dan Tolak Ukur Badan Peradilan Administrasi di Indonesia. Bandung: Alumni.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2002). Buku Rencana Induk KUA dan Pengembangannya. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama Republik Indonesia.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2004). Tugas-Tugas Pejabat Pencatat Nikah. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama Republik Indonesia.

Djubaedah, N. (2005). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Hecca Publishing.

Dwiyanto, A. (2005). Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Epriadi, D. (2020). Strategi Pimpinan dalam Menetapkan Good Governance. Banyumas: Pena Persada.

Farahdina, A. (2015). Pelaksanaan Pasal 9 PMA No.11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Terlarang: Studi di Kantor Urusan Agama Kec. Tempurejo Kab. Jember. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Hamirul. (2019). Kereta Troika dalam Pelayanan Publik di Era Revolusi Industri 4.0. Jambi: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio Muara Bungo.

Harun, N. S. E., & Taufani, G. (2018). Hukum Administrasi Negara di Era Citizen Friendly. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Hayat. (2015). Keadilan sebagai Prinsip Negara Hukum: Tinjauan Teoritis dalam Konsep Demokrasi. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 338-408.

Hidayat, E. S. (2018). Analisis Implementasi Kebijakan Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 5(4), 8-16.

Ibrahim, M. Y. (2015). Optimalisasi Peranan Pegawai Pencatat Nikah dalam Pelaksanaan Perkawinan (Studi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo). Malang: Universitas Brawijaya.

Isnaeni. (2017). Implementasi Pendaftaran Penduduk sebagai Upaya Tertib Hukum Administrasi E-KTP dalam Lingkup Hukum Administrasi Negara (Studi Kecamatan Tamalanrea). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Johan, E. (2014). Tinjauan Hukum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan bagi Orang Asing oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Banten. Jurnal Administrasi Publik, 5(2), 164-179.

Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Manjorang, A. P., & Aditya, I. (2015). The Law of Love-Hukum Seputar Pranikah, Pernikahan dan Perceraian di Indonesia. Jakarta: Visimedia.

Manshur, A. (2017). Hukum dan Etika Pernikahan dalam Islam. Malang: UB Press.

McManaman, L. J. (1958). Social Engineering: The Legal Philosophy of Roscoe Pound. St.John’s Law Review, 33(1), 1-47.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2014). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 615.

Mutakabbir, A. (2019). Reinterpretasi Poligami-Menyingkap Makna, Syarat Hingga Hikmah Poligami dalam Al-Qur’an. Sleman: Deepublish Publisher.

Nofitasari, S. (2018). Tingkat Kesadaran Hukum tentang Kepemilikan Administrasi Kependudukan pada Penduduk Miskin Desa Rowotamtu Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Jurnal Rechtens, 7(1), 67-82.

Oktafia, Y., & Sudarsono. (2021). Kedudukan Harta Bersama dalam Perkawinan Poligami yang Tidak Dicatatkan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(2), 462-469.

Oktawirana, W. T. (2014). Kualitas Layanan Jasa Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu Menggunakan Pendekatan Model Gronroos’s. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Permatasari, Y. G. (2014). Implementasi Pelayanan atas Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (Studi di Kabupaten Malang). Malang: Universitas Brawijaya.

Purnomo, S. A. B. (2016). Analisis Kualitas Pelayanan Publik Bidang Pencatatan Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun. Jakarta: Universitas Terbuka Jakarta.

Ramli, T. S., & Cahyadini, A. (2019). Perkembangan Teknologi Komunikasi dalam Kaitannya dengan Bidang Administrasi Pemerintahan e-KTP. Jurnal Academia Praja, 2(1), 171-177.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038.

Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5475.

Sadhana, K. (2010). Etika Birokrasi. Malang: Citra Malang.

Shidiq, S. (2011). Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana.

Sinambela, L. P. (2006). Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Sirajuddin, Sukriono, D., & Winardi. (2011). Hukum Pelayanan Publik Berbasis Keterbukaan Informasi dan Partisipasi. Malang: Setara Press.

Susiani, D. (2019). Hukum Administrasi Negara (Buku Ajar). Jember: Pustaka Abadi.

Suwardi, & Pramono, J. (2013). Kinerja Pelayanan Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Boyolali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 25(2), 206-215.

Syahrizal, D. (2013). Hukum Administrasi Negara dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Yogyakarta: Medpress Digital.

Utarie, F. M., Djakaria, & Sandra, E. (2015). Penyuluhan Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam Pembuatan Surat Keterangan Waris di Desa Blendung dan Desa Koranji, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat menurut Hukum Positif Indonesia. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 4(1), 54-58.

Wardani, N. P. (2018). Tinjauan Hukum dan Implementasi Pemutakhiran Kartu Keluarga dalam Mewujudkan Ketunggalan Identitas di Kabupaten Gresik. Airlangga Development Journal, 2(1), 1-14.

Zainuddin, & Zainuddin, A. (2017). Kepastian Hukum Perkawinan Siri dan Permasalahannya. Sleman: Deepublish Publisher.

Zulkarnain, W. (2015). Manajemen Perkantoran Profesional. Malang: Gunung Samudra.

Zamroni, M. (2018). Prinsip-Prinsip Hukum Pencatatan Perkawinan di Indonesia. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v7i1p87-98

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  

View My Stats