Kerjasama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dengan Pemerintah Desa sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Pendidikan Masyarakat

Webri Widiyantoro

Abstract


This study aimed to analyze educational strategies and patterns of cooperation between community learning activity centers and village governments, and analyze the constraints and efforts made in the process of increasing community education participation. The study used a qualitative approach with a case study method. The cases were chosen were typical cases that be able to represent similar cases, namely a form of collaboration between the community learning activity center and the village government. The qualitative data analysis used was pattern matchmaking analysis, to answer big questions related to strategies, forms, constraints, and solutions in building cooperation between community learning activity centers and village governments. The obtained results indicated that the strategies used by the community learning activity center in the process of increasing community education participation were in the form of community identification strategies, programs, and partnerships. The pattern of cooperation between the community learning center and the village government was in the form of coaching and mentoring, with the form of cooperation in the form of support for policy regulations, legal protection, budget assistance, mentoring, coaching, and motivation. The obstacles faced by the community learning activity center were weak community commitment and less than optimal program socialization. Efforts to overcome these obstacles were carried out by implementing performance and performance strategies and increasing innovation in disseminating educational programs.


Keywords


cooperation, community learning activity center, village government, community education participation

Full Text:

PDF

References


Ardilah, T., Makmur, & Hanafi. (2002). Upaya Kepala Desa untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa: Studi di Desa Bareng Kabupaten Jombang. Jurnal Administrasi Publik, 2(1), 71-77.

Badan Akreditasi PAUD dan PNF. (2019). Konsep Dasar Pendidikan Non Formal: PKBM dan LKP. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. (2012). Standar dan Prosedur Penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Jakarta: Dirjen PAUD dan PNF.

Gunartin. dkk. (2018). Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sebagai Tempat Alternatif Menumbuhkan Kemandirian Wirausaha Warga Belajar: Studi PKBM Insan Karya Pamulang Tangerang. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 3(2), 30-49.

Ibrahim, A. dkk. (2018). Pemberdayaan Masyarakat melalui PKBM untuk Meningkatkan Keterampilan Masyarakat Miskin. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 3(1), 1-24.

Irawati, F. (2015). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pinilih di Desa Gumpang Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi, 5(2), 180-200.

Irwan, dkk. (2016). Strategi Peningkatan Peran PKBM dalam Meningkatkan Kecakapan Hidup Masyarakat melalui Pendampingan Berbasis Kearifan Lokal di PKBM Provinsi Banten. Jurnal Untirta, 1(2), 121-128.

Kamil, M. (2010). Strategi Kemitraan dalam Membangun PNF melalui Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Depdiknas Penelitian dan Pengembangan.

Kaufman, R. & Mayer. (2013). Encyclopedia of Terminology for Educational Communications and Technology. New York: Springer.

Marzuki, S. (2009). Dimensi-Dimensi Pendidikan Non Formal. Malang: Fajar Publisher.

Mashudi, M. I. (2016). Sinergi Masyarakat dan PKBM. Journal UNESA, 1(1), 1-7.

Oktiwanti, L. dkk. (2016). Model Pengembangan Kemitraan Pendidikan Non Formal dan Informal dengan Corporate Social Responsibility dalam Memberdayakan Masyarakat. Jurnal Cendekiawan Ilmiah PLS, 1(1), 40-52.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7.

Rizka, M. A. & Gustiana, D. (2015). Strategi Kemitraan Penyelenggaraan Program Pendidikan Non Formal: Studi Kasus pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Terampil. Jurnal Kependidikan, 14(2), 169-178.

Rizka, M. A. & Suharyani. (2015). Pola Kemitraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi Keberlanjutan Program Pendidikan Non Formal. Jurnal Kependidikan, 14(3), 239-249.

Rosmaladewi, O. dkk. (2015). Implementasi Model Pendidikan Non Formal Berbasis Keterampilan Agribisnis di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Gita Gemilang dan PKBM Suka Rakyat Kabupaten Garut. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 92-107.

Saputra, F. A. & Hati, G. (2017). Upaya Peningkatan Partisipasi dalam Program Pengembangan Masyarakat: Studi Deskriptif Upaya Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Kampung Cerdas Indonesia dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 18(1), 59-78.

Septiani, M. (2015). Pengalaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam Memfasilitasi Masyarakat Belajar Sepanjang Hayat. Jurnal Ilmiah VISI PPTK PAUDNI, 10(2), 67-77.

Sudjana, D. (2001). Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production.

Sulistiyani, A. T. (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.

Syamsuri, S. & Ulfah, S. M. (2019). Implementasi Kebijakan Model Kerjasama Pendidikan Kesetaraan dalam Meningkatkan Pembangunan Sumber Daya Manusia. Palangka Raya: Universitas Palangka Raya.

Yin, R. K. (2006). Penelitian Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v6i1p111-119

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  

View My Stats