Urgensi Penerapan Doktrin Business Judgment Rule terhadap Direksi BUMN dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Muhammad Akram Syarif Hayyi, Muhammad Said Karim, Aminuddin Ilmar

Abstract


The objective of this study was to hold directors accountable for company losses, the existence of business judgment rule in positive law, and the application of Business Judgment Rule as Legal Protection of the Board of Directors in Corruption Cases. The data obtained was presented analytically descriptively where the facts were described and later analyzed based on the laws and rules applicable in Indonesia as well as the theories. The accountability of the directors of State-Owned Enterprises for the company’s losses could be classified as acts that harm the state’s finances that include administrative, civil, and criminal responsibilities. The existence of business judgment rule doctrine in positive law had been regulated in Article 97 paragraph (5) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies but had not been regulated technically related to the procedures for its application. The application of the business judgment rule doctrine as the protection of directors of State-Owned Enterprises in corruption cases should be used as material for consideration related to the removal of the defendant’s fault.


Keywords


directors state-owned, business judgment rule, corruption cases

Full Text:

PDF

References


Ali, C. (2011). Badan Hukum. Bandung: Alumni.

Arifin, M.Z & Muntaqo F. (2018). Penerapan Prinsip Detournement De Pouvoir Terhadap Tindakan Pejabat BUMN yang Mengakibatkan Kerugian Negara Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Jurnal Nurani, 18 (2), 177 -194.

Atmadja, A.S. (2010). Keuangan Publik dalam Perspektif Hukum, Teori, Praktik, dan Kritik. Jakarta: Rajawali Pers.

Gunatri, D.N.A, Sukihana I.A. (2019). Akibat Hukum Pengaturan Acquit Et De Charge terhadap Direksi Perseroan. Jurnal Kertha Semaya, 7(3), 1-15.

Ilmar, A. (2012). Hak Menguasai Negara dalam Privatisasi BUMN. Jakarta: Prenada.

Ilyas, A. (2012). Asas-asas Hukum Pidana: Memahami Tindak Pidana dan Pertanggingjawaban pidana Sebagai Syarat Pemidanaan. Yogyakarta: Rangkang Education.

Isfardiyana, S.H. (2017). Business Judgement Rule oleh Direksi Perseroan. Jurnal Panorama Hukum, 2(1), 1-20.

Khairandy, R. (2009). Korupsi di Badan Usaha Milik Negara Khususnya Perusahaan Perseroan: Suatu Kajian atas Makna Kekayaan Negara yang Dipisahkan dan Keuangan Negara. Jurnal Hukum, 1(16), 73-87.

Kurniawan, I. M. S. E., & Resen M. S. (2013). Tanggung Jawab Direksi Terhadap Kerugian PT Berdasarkan Doktrin Business Judgement Rule. Jurnal Kertha Semaya, 1(9), 1-5.

Kurniawan. (2014). Hukum Perusahaan Karakteristik Badan Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum di Indonesia. Yogyakarta: Genta

Marzuki, P.M. (2008). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenanda

Mulyana A.N. (2018). Business Judgment Rule Praktik Peradilan Terhadap Penyimpangan dalam Pengelolaan BUMN/BUMD. Jakarta: Gramedia.

Musriansyah., & Sihabudin. (2017). Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham dalam Penjualan Aset Perseroan Berdasarkan Pasal 102 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Jurnal Imiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 125-131.

Pramagitha, P. A., & Sukranatha, A. A. (2019). Prinsip Business Judgment Rule Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Keputusan Bisnis Direksi BUMN. Jurnal Kertha Semaya, 7(12), 1-14

Prasetio. (2014). Dilema BUMN Benturan Penerapan Business Judgement Rule dalam Keputusan Bisnis Direksi BUMN. Jakarta: Rayyana.

Purwantari, P.R., & Mahartayasa M. (2014). Tanggung Jawab Direksi Berdasarkan Prinsip Fiduciary Duties Dalam Perseroan Terbatas. Jurnal Kertha Semaya, 2(4), 1-6.

Raharjo, S. (2010). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286.

Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Lembaran Negara Nomor 134 Tahun 2001. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4150.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4356.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756.

Rissy, Y. (2020). Ketentuan Dan Pelaksanaan Business Judgement Rule di Amerika, Australia dan Indonesia. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 49(2), 160-171.

Setyo, D., Ablisar, M., & Siregar, M. (2019). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Direksi Yang Telah Melaksanakan Prinsip Kehati-Hatian dalam BUMN Persero. USU Law Journal, 7(1), 12-23.

Sharfman, B.S, (2017). The Importance of the Business Judgment Rule. New York University Journal of Law and Business, 14(1), 27-68.

Sjawi, H.F. (2015). Direksi dan Pertanggungjawaban Korporasi. Jakarta: Kencana.

Sofyan, A.M dan Asis A. (2014). Hukum Acara Pidana. Jakarta: Kencana Pranadamedia Group.

Wati, D. A. F. (2016). Pertanggungjawaban Hukum terhadap Kerugian Negara Pada BUMN Persero. Badamai Law Journal, 1(1), 159-179.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v6i1p72-81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  

View My Stats