Sanksi Pidana Kerja Sosial Terhadap Tindak Pidana Ringan Sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Pidana Nasional

Teafani Kaunang Slat

Abstract


This study aims to evaluate the provisions related to social service crime in the draft criminal law (R-KUHP) in the act of national criminal law reform. The study uses a normative juridical with a statue approach. The urgency of social service as the main criminal sanction against minor offenses can be justified through a combined criminal theory. Social service appropriate in the case of minor criminal offenses because this criminal has the advantage, i.e., the criminal sanction is punitive and still maintaining that the perpetrator can reintegrate into the community. The provisions of social service in the R-KUHP are quite complete and comprehensive. But several things can be noted, i.e., the need for adjustments to several clauses in the R-KUHP related to the provisions of social service and assessment to test the defendant’s readiness to work in the community needs to be more oriented towards community safety.


Keywords


Social Service; Minor Criminal Offenses; National Criminal Law Reform

Full Text:

PDF

References


Alarid, L. F., Cromwell, P. F., & Carmen, R. V. del. (2008). Community-Based Corrections. Belmont: Thomson Wadsworth.

Chazawi, A. (2002). Pelajaran Hukum Pidana Bagian I. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Failin. (2017). Sistem Pidana dan Pemidanaan di dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia? Jurnal Cendikia Hukum, 3(1), 14. https://doi.org/10.33760/ jch.v3i1.6

Fios, F. (2012). Keadilan Hukum Jeremy Bentham dan Relevansinya Bagi Praktik Hukum Kontemporer. Humaniora, 3(1), 299–309. journal.binus.ac.id

Hikmawati, P. (2016). Pidana Pengawasan sebagai Pengganti Pidana Bersyarat Menuju Keadilan Restoratif. Negara Hukum, 7(1), 71–88.

Ilyas, A. (2012). Asas-Asas Hukum Pidana: Memahami Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana sebagai Syarat Pemidanaan. Yogyakarta: Mahakarya Rangkang.

Kartanegara, S. (1986). Hukum Pidana Kumpulan Kuliah, Bagian Satu. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kerap, S. (1998). Etika Bisnis Tuntunan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius.

Muladi. (2018). The Prospect of Alternative Sanctions in Indonesia. https://aic. gov.au/sites/default/files/publications/ proceedings/downloads/12-muladi.pdf

Mulyani, S. (2016). Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Ringan Menurut Undang-Undang dalam Perspektif Restoratif Justice. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 16(3), 337–351.

Nawawi, B. (1992). Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.

Pohan, A. (2015). Public Review RUU KUHP. https://antikorupsi.org/sites/ default/files/doc/Regulasi/RUU

Purnomo, B. (1986). Pelaksanaan Pidana Penjara Dengan Sistem Pemasyarakatan. Yogyakarta: Liberry.

Purwadiyanto, T. (2015). Analisis Pidana Kerja Sosial Dalam Hukum Positif Di Indonesia. Lex Administratum, 3(8), 158–169. https://ejournal.unsrat. ac.id/index.php/administratum/article/ view/10272

Rahardjo, S. (1980). Hukum dan Masyarakat. Bandung: Angkasa.

Rasjidi, L., & Putra, I. B. W. (1993). Hukum Sebagai Suatu Sistem. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Situmorang, V. H. (2019). Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Bagian Dari Penegakan Hukum. 13(1). https:// doi.org/http://dx.doi.org/10.30641/ kebijakan.2019.V13.85-98

UNODC. (2013). Panduan tentang Strategi untuk Mengurangi Kepadatan di Penjara: Seri Pengadilan Pidana. New York. https://docplayer.info/378050- Panduan-tentang-strategi-untukmengurangi-kepadatan-dalam-penjara. html

Wibawa, I. (2017). Pidana Kerja Sosial dan Restitusi Sebagai Alternatif Pidana Penjara dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Media Hukum, 24(2), 108.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um019v4i2p352-360

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View JIPPK Statistics