HAK RAKYAT DALAM MEKANISME PEMBUBARAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA

Gema Perdana

Abstract


This paper aims to reveal the granting of authority to -the people in the mechanism of dissolution of political parties and the idea of the Ius Constituendum mechanism of dissolution of political parties in Indonesia. This paper uses a normative juridical study with a historical approach, a case approach, and a statute approach. This paper shows that the granting of authority to the people in the mechanism of dissolution of Political Parties must pay attention to the people as the owner of the country’s sovereignty. The people should be quali ed for having legal standing in the request to dissolve political parties. Ius Constituendum the dissolution of political parties in Indonesia becomes a model of appropriate sanctions against political parties that have violated the provisions which are proven and decided by the competent institution, in this case, the judicial institution.


Keywords


people; dissolution; political party

Full Text:

PDF

References


Amal, Ihlasul Amal. 1996. Teori-Teori Mutakhir Partai Politik, Edisi Kedua. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Abdul Barie Azed dan Makmur Amir. 2013. Pemilu dan Partai Politik di Indonesia. Jakarta. Pusat Studi Hukum Tata Negara FH UI.

Artani Hasbi. 2001. Musyawarah & Demokrasi, Analisis Konseptual Aplikatif dalam Lintasan Sejarah Pemikiran Politik Islam. Jakarta. Gaya Media Pratama.

Allan F.G Wardhana & Harry Setya Nugraha. 2013. Pemberian Legal Standing kepada Perseorangan atau Kelompok Masyarakat dalam Usul Pembubaran Partai Politik. Jurnal Ius Quia Iustum Nomor 4 Volume 20.

_______. 2013. Revitalisasi Peran Warga Negara dalam Pengawasan terhadap Partai Politik: Pemberian Legal Standing Kepada Perseorangan atau Kelompok Masyarakat dalam Usul Pembubaran Partai Politik. Karya Tulis. Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Agustino, Leo. 2007. Perihal Ilmu Politik. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Aprista Ristyawati. 2017. Analisis Hukum Mengenai Legal Standing Pemohon dalam Perkara Pembubaran Partai Politik di Indoensia sebagai Wujud Negara Remokratis. Tesis Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro.

Association For Democratic Reform. 2011. The Political Parties (Registration and Regulation of A airs, etc), https:// www.adrindia.org/sites/default/ les/ Bill%20on%20pol%20parties.pdf . New Delhi.

Jimly Assiddiqie. 2004. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta. Kerjasama MK RI dan Pusat Studi HTN FH UI, ______________. Kemerdekaan Berserikat Pembubaran Partai Politik dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta. Konstitusi Press, 2005.

_________. 1994. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta. PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

_________. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta. Raja Gra ndo Persada. 2010.

Barnett, Hilaire. 2004. Constitutional & Administrative Law, Fifth Edition, London-Sydney-Portland Orengon. Cavendish Publishing Limited.

Bagir Manan. 2011. “Kedaulatan Rakyat, Hak Asasi Manusia dan Negara Hukum”, dalam Jurnal Konstitusi PSHK-FH Universitas Islam Indonesia. Vol. IV No.2.

Budiarjo, Miriam. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta. PT. Gramedia.

Dahl, Robert A. 2001. Perihal Demokrasi Menjelajahi Teori dan Praktik Demokrasi Secara Singkat. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.

_________. 1982. Dilemas of pluratist democracy, autonomy vs control, Yale University Press.

Diane Revitch & Abigail Thernstrom (ed) (ed). 2005. Demokrasi Klasik & Modern – Tulisan Tokoh-tokoh Pemikir Ulung Sepanjang Masa. Yogyakarta. Yayasan Obor Indonesia.

Field, G. Lowell. 1951. Government in Modern Society. New York. Toronto. London. McGraw – Hill Book Company, Inc.Fahmi, Khairul. 2010. Prinsip Kedaulatan Rakyat dalam Penentuan Sistem Pemilihan Anggota Legislatif. Jurnal Konstitusi Vol. 7 Nomor 3.

Fajar Iswahyudi. 2012. Efektivitas Partisipasi Masyarakat dalam Perbaikan Pelayanan Publik. Jurnal Borneo Administrasi Volume 8 No. 3.

Ghaisani, N, R. 2018. Partai Politik di Prancis. (sumber) https://prezi. com/dgz27mxhrvjf/partai-politik- di-perancis/.

H. Salim HS dan Erlies Septiana Nurbani. 2014. Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pers.

Huntington, Samuel P. 2003. Tertib Politik di Tengah Pergeseran Kepentingan Masa. Judul asli: Political Order in Chganging Societies, diterjemahkan oleh Sahat Simamora dan Suryatmi, Jakarta. PT. Raja Gra ndo Persada.

Harjono. 2008. Konstitusi Sebagai Rumah Bangsa Pemikiran Hukum. Jakarta. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi.

Hakim, Abdul Aziz. 2011. Negara Hukum dan Demokrasi di Indonesia. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

HR. Ridwan. 2013. Hukum Administrasi Negara. Jakarta. PT Raja Gra ndo Persada.

Hidjaz, Kamal. 2010. Efektivitas Penyelenggaraan Kewenangan Dalam Sistem Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Makasar: Pustaka Re eksi.

Italy Constitution, (sumber) http://www. oefre.unibe.ch/law/icl/Italy%20%20 Constitution.htm.

Laski, Harold J. 1951. A Grammar of Politic.Eleventh Impression, London, Goerge Allen & Unwin Ltd.

Issacharoff, Samuel. 2012. Fragile Democracies Constested Power in the Era of Constitusional Courts, Constitusional Law at New York University School of Law.

I-CONnect. 2018. Do All Democracies Need Party Dissolution Mechanisms?. (sumber) http://www.iconnectblog. com/2016/06/do-all-democracies- need-party-dissolution-mechanisms/ .

JJ. von Smith, Grot Denker over staat and Recht diterjemahkan oleh Wiratno dan Djamluddin Dt. Singo Mangkuto. 1962. Ahli-ahli Pemikir Besar tentang Negara dan Hukum. Jakarta. Pembangunan.

Maclver, RM. 1955. The Modern State. First Edition London. Oxford University Press.

Mahkamah Konstitusi. 2010. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Cetakan pertama. Jakarta. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI.

Mamora, Sahatsi. 1985. Dilema Demokrasi Pluralis antara Otonomi dan Kontrol. Jakarta. CV Rajawali.

Myron Weiner dan Joseph Lapalombara. 1996. The Impact of Parties on Political Development. New York. Princenton University Press.

Muarar, Siahaan. 2006. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jakarta. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Muhammad Sukroni. 2015. Gagasan Perluasan Legal Standing dalam Permohonan Pembubaran Partai Politik Di Indonesia. JOM Fakultas Hukum Vol II Nomor 1.

Penerbit Ombak.

Soemantri, Sri. 1981. Perbandingan Hukum

Tata Negara. Jakarta. Jakarta. Rajawali.

Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta. PT. Gramedia Sarana Indonesia.

Suseno, Franz Magnis. 1999. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Cetakan kelima. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Symonides, Janusz. 2000. Human Right: Concept and Standart. Aldershot- Burlington USA-Singapore-Sydney. UNESCO Publishing.

Sam. Issacharo . 2006. “Fradile Democracies”. New York University Public las and Legal Theory Working Papers, Paper 40.

Spain Constitution. 1992. ICL Documen Status 29 Dec 1978, Consolidated up to amendment. The 1987 Constitution of the Republic of the Philippines. (sumber) http://www.oefre.unibe.ch/ law/icl/kons-Phil.doc.

Spain Constitution. ICL Documen Status 29 Dec 1978. Consolidated up to amendment 27 August 1992 (sumber) http://www.oefre.unibe.ch/law/icl/ kons-Spain.htm.

The Lawphil Project. Republic Act No. 7941. (sumber) https://www.lawphil.net/ statutes/repacts/ra1995/ra_7941_1995. html.

The Political Party Development Act of 2007. (sumber) https://www.senate. gov.ph/lisdata/68965654!.pdf.

Usman, Wan. 2003. Daya Tahan Bangsa. Jakarta. Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Author and Departement Law and Citizenship

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View JIPPK Statistics