Perubahan Ruang Kampung Kota menjadi Destinasi Wisata melalui Program Kampung Tematik

Rani Titis Sukowati

Abstract


Tujuan artikel ini mengkaji perubahan ruang kampung kota menjadi destinasi wisata dengan adanya program kampung tematik. Perubahan tersebut digali menggunakan konsep ruang abstrak dan ruang sosial Henri Lefebvre yang belum digunakan dalam kajian program kampung tematik dari studi literatur terdahulu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di tiga kota, yaitu Malang, Semarang, dan Surakarta dengan sumber data merupakan digital paper. Hasil kajian artikel ini menemukan bahwa beberapa kampung tematik belum berkembang dan kemungkinan tidak berkelanjutan. Padahal program ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata, namun kenyataannya masih ada kampung tematik yang bermasalah. Ketidakberlanjutan dari kampung tematik ini mengacu pada konsep Lefebvre mengenai ruang sosial warga di mana masih ada warga yang belum memiliki kesadaran dalam mengembangkan kampungnya, selain itu pemerintah kota sebagai aktor dalam ruang abstrak dibeberapa kasus masih kurang memberi dukungan kepada warga kampung. Maka, apabila pemerintah kota ingin menjadikan kampung tematik sebagai destinasi wisata, perlu lebih jauh mengkaji tiap kampung dalam melihat potensi-potensi yang ada di dalamnya, tentunya dengan memadukan ide dan konsep dari warga.


Thematic Village Program: The Problems of Changing Urban Village Spaces into Tourist Destinations

The purpose of this article is to examine the change of urban kampung space into a tourist destination with the thematic kampung program. These changes were explored using the concepts of abstract space and Henri Lefebvre's social space which had not been used in the study of thematic kampung programs from previous literature studies. This article uses a qualitative approach with the type of case study research in three cities, namely Malang, Semarang, and Surakarta with the data source being digital paper. The results of the study of this article found that some thematic kampungs had not yet developed and might not be sustainable. Even though this program is expected to become a tourist destination, in reality there are still problematic thematic kampungs. The discontinuity of this thematic kampung refers to Lefebvre's concept of social space for residents where there are still residents who do not have awareness in developing their kampung, besides that the city government as an actor in abstract space in some cases still lacks support for kampung residents. So, if the city government wants to make thematic kampung a tourist destination, it is necessary to study each kampung further in seeing the potentials that exist in it, of course by combining ideas and concepts from residents.


Keywords


Kampung tematik; Lefebvre; Ruang abstrak; Ruang sosial

Full Text:

PDF

References


Akbar, T., & Alfian, F. (2018). Kampung Tematik Sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Permasalahan Permukiman Kumuh Di Kota Malang. Wahana, 70(2), 37–48. https://doi.org/10.36456/wahana.v70i2.1741

Lumbung Budaya Di Sepanjang Gang, (2020).

Budianta, M., & Hapsarani, D. (2018). Meniti Arus Lokal-Global, Jejaring Budaya Kampung. Infermia Publishing.

Cahyani, S. D., Astuti, W., & Putri, R. A. (2020). Kampung Tematik Sebagai Elemen Primer Kegiatan Wisata Perkotaan Di Surakarta. Desa-Kota, 2(2), 117. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v2i2.31442.117-129

Cave, J., & Jolliffe, L. (2012). Urban Tourism. In P. Robinson (Ed.), Tourism: The Key Concepts (P. 368). Routledge. https://doi.org/10.1016/s0261-5177(03)00012-8

Falina, E. D., & Setiawan, B. (2021). Peran Stakeholder Pada Placemaking Kampung Warna Warni Dan Kampung Tridi Erna Dewi Falina. Reka Ruang, 3(2), 81–92.

Fernanda, F., & Kusuma, A. L. (2017). Kreativitas Masyarakat Kota Malang Dalam Membentuk Identitas Kota. Seminar Nasional Seni Dan Desain: “Membangun Tradisi Inovasi Melalui Riset Berbasis Praktik Seni & Desain, 189–195.

Giriwati, N., Homma, R., & Iki, K. (2013). Urban Tourism: Designing A Tourism Space In A City Context For Social Sustainability. Wit Transactions On Ecology And The Environment, 179 Volume 1, 165–176. https://doi.org/10.2495/sc130141

Gottdiener, M., Hohle, R., & King, C. (2019). The New Urban Sociology. Routledge. Https://Doi.Org/10.1088/1755-1315/592/1/012018

Hamamah, H., Suman, A., Setiawan, F. N., & Nufiarni, R. (2020). Wisata Dolanan: Pengembangan Wisata Tematik Berbasis Budaya Di Kampung Biru Arema (Kba) Kota Malang. Jurnal Surya Masyarakat, 3(1), 66. https://doi.org/10.26714/jsm.3.1.2020.66-70

Idziak, W., Majewski, J., & Zmyślony, P. (2015). Community Participation In Sustainable Rural Tourism Experience Creation: A Long-Term Appraisal And Lessons From A Thematic Villages Project In Poland. Journal Of Sustainable Tourism, 23(8–9), 1341–1362. https://doi.org/10.1080/09669582.2015.1019513

Irhandayaningsih, A. (2018). Kampung Tematik Sebagai Upaya Melestarikan Seni Dan Budaya Daerah Di Jurang Blimbing Tembalang Semarang. Anuva, 2(4), 377. https://doi.org/10.14710/anuva.2.4.377-385

Irwandi, E., Sabana, S., & Kusmara, A. R. (2019). Mempertahankan Eksistensi Kampung Kota Melalui Mural Di Era Disrupsi. In M. S. Drs. Rene Arthur Palit (Ed.), Prosiding Seminar Nasional Unoflatu (Pp. 54–66). Fakultas Seni Rupa Desain Universitas Kristen Manantha.

Kinanti, A., & Harsasto, P. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus Kampung Tahu Tempe Gumregah Di Kelurahan Lamper Tengah, Kota Semarang). Journal Of Politic And Government Studies, 8(2), 21–30.

Kloczko-Gajewska, A. (2014). Can We Treat Thematic Villages As Social Innovations? Journal Of Central European Green Innovation, 2(3), 49–59.

Kusno, A. (2020). Middling Urbanism: The Megacity And The Kampung. Urban Geography, 41(7), 954–970. Https://Doi.Org/10.1080/02723638.2019.1688535

Kustiwan, I., & Ramadhan, A. (2019). Strategi Peningkatan Kualitas Lingkungan Kampung-Kota Dalam Rangka Pembangunan Kota Yang Inklusif Dan Berkelanjutan: Pembelajaran Dari Kasus Kota Bandung. Journal Of Regional And Rural Development Planning, 3(1), 64. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2019.3.1.64-84

Kuwado, F. J. (2013, September). Ini Kesulitan Jokowi Bangun Kampung Tematik.

Mauluddin, A. (2018). Kontestasi Produksi Ruang Publik Taman Di Kota Bandung. Universitas Indonesia.

Muhammaditya, N., Puteri, B. P. T., & Rifandini, R. (2021). Crowdfunding Dalam Pandangan Negara Kesejahteraan: Dampak Revolusi Industri 4.0 Dan Covid-19 Terhadap Program Perlindungan Sosial. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 5(1), 33–55. https://doi.org/10.38043/jids.v5i1.2933

Ngabiyanto, M., Susanti, M. H., & Setiajid, M. (2019). Empowering And Developing The Local Potency Through Thematic Village In Semarang. 313(Icorsia 2018), 2019–2021. https://doi.org/10.2991/icorsia-18.2019.2

Nugroho, C. A. (2009). Kampung Kota Sebagai Sebuah Titik Tolak Dalam Membentuk Urbanitas Dan Ruang Kota Berkelanjutan. Jurnal Rekayasa, 13(3), 209–218.

Putri, D. H., & Pawestri, T. A. (2019). The Study of Malang Thematic Kampong ASAP Otential International Tourism Destination With The Genius Loci Concept Kajian Potensi Wisata Internasional Kampung Tematik Kota. 16(1), 87–98.

Ramadhaniah, M. A. (2020). Peran Sektor Pariwisata Dalam Perekonomian Indonesia. Jurnal Riset Pembangunan, 2(2).

Rini, D. R., Hidayat, I. K., Lose, Y. A., Seni, J., Desain, D., Sastra, F., & Malang, U. N. (2019). Pelatihan Pembuatan Desain Marchandise Kampung Warna-Warni Pada Penduduk Kampung Jodipan Untuk Meningkatkan Semangat Kewirausahaan. 2(1), 9–14.

Setiawan, B. (2015, September). Kampung Kota Dan Kota Kampung Tantangan Perencanaan Kota Di Indonesia. September.

Setyono, D. A. (2018). Analisa Tingkat Kesiapan Pengembangan Kampung Tematik Di Kota Malang (A. E. Pravitasari, E. Rustiadi, J. T. Hidayat, & D. O. Pribadi (Eds.)). Pusat Pengkajian Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah (P4w) Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (Lppm) Institut Pertanian Bogor.

Shirleyana, S., Hawken, S., & Sunindijo, R. Y. (2018). City Of Kampung: Risk And Resilience In The Urban Communities Of Surabaya, Indonesia. International Journal Of Building Pathology And Adaptation, 36(5), 543–568. https://doi.org/10.1108/ijbpa-02-2018-0025

Subekti, T., & Kurnia Putri, E. (2020). Thematic Village Model Management As An Effort To Established Environmental Sustainability (Case Study At Thematic Village In Malang City). https://doi.org/10.4108/eai.5-11-2019.2292527

Suliyati, T., Yuliati, D., Subekti, S., & Handayani, T. (2019). The Dynamics Of The Community Of Kampung Batik Semarang In Overcoming Slumness. E3s Web Of Conferences, 125(201 9), 0–5. https://doi.org/10.1051/e3sconf/201912509006

Surjono, Rahma, F. D. P., & Setyono, D. A. (2020). Sustainability Of Thematic Kampongs. 195(Hunian 2019), 130–135. https://doi.org/10.2991/aer.k.200729.021

Syarifa, N. H., & Wijaya, A. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Pemberdayaan Melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus Di Kampung Batik Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang). 8(1).

Tamara, A. P., & Rahdriawan, M. (2018). Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik Di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(1), 40. https://doi.org/10.14710/jwl.6.1.40-57

Utami, S., Ramli, S., Widiana, F., Santoso, D. K., & Finaldi, A. (2018). Tingkat Keberlanjutan Masyarakat Kampung Biru “Arema” Di Kota Malang. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 7(4), 216–223. https://doi.org/10.32315/jlbi.7.4.216

Widiastuti, T., Azzahra, F., Prasetyani, E. T., & Fatkhur, D. F. I. (2021). Strategi Digital Marketing Untuk Peningkatan Penjualan Jajan Tradisional Umkm Di Kelurahan Mlatibaru Semarang. Jurnal Riptek, 15(1), 64–69.

Wungo, G. L., Dewi, S. P., Susanto, H., Desiriani, R., & Karamah, E. F. (2019). Towards Collaborative Batik Waste Management Model In Kampong Batik Semarang. Iop Conference Series: Earth And Environmental Science, 396(1). Https://Doi.Org/10.1088/1755-1315/396/1/012025

Yehia, Y. (2019, March). The Importance Of Tourism On Economics And Busineses.

Zieleniec, A. (2018). Lefebvre’s Politics Of Space: Planning The Urban As Oeuvre. Urban Planning, 3(3), 5–15. https://doi.org/10.17645/up.v3i3.1343




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v7i1p27-43

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis

Editorial Office:
Sociology Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Semarang St. No. 5 Building I3-101 65145.
Phone. (0341) 551312. line. 375, 376 (20)
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/index
email: jsphum@yahoo.co.id

ISSN 2502-7875 (printed)
ISSN 2527-5879 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.