RUANG ABSTRAK PEMANGKU ADAT : NARASI ELITE DAN RE-TRADISIONALISME KOMUNITAS USING

Hery Prasetyo

Abstract


Studi tentang adat dan komunitas yang terintegrasi kedalamnya, menjadi persoalan mendesak untuk diperhatian, hal ini didasari oleh isu yang muncul dan berkembangnya ruang-ruang sosial pasca orde baru, yang memberikan kesempatan dan akses pada komunitas adat untuk berkontestasi pada ruang kebangsaan. Dengan kerangka berfikir pada artikulasi atas autentisitas adat, subjek yang mengatasnamakan adat membentuk ruang reproduksi sosial dengan menitik beratkan pada pembentukan akses ekonomi-politik untuk memperluas jangkauan legitimasi kultural pada posisi sosialnya. Pada titik tertentu isu akses ekonomi-politik menghadirkan posisi elite yang berkembang seiring dengan penciptaan kesadaran kelas pada komunitas adat. Apa yang secara diskursif, kemudian menjadi persoalan ialah: bagaimana restrukturisasi adat yang berkonsekuensi pada pembentukan formasi sosial baru?; bagaimana persoalan formasi kelas pada subjek adat terbentuk?; bagaimana subjek adat yang mendasarkan diri pada re-tradisionalisme adat mampu berhadapan pada kekuatan diluar dirinya? Dengan menarasikan komunitas Using, artikel ini dimaksudkan untuk menampilkan adat Using dalam pembacaan elite lokal yang dalam konteks penelitian ini merujuk pada aparatus birokratis pemerintah kabupaten Banyuwangi dan elite adat, yang secara spesifik menempatkan adat Using sebagai bagian dari agenda kepariwisataan nasional.

DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v2i22017p074


Keywords


adat; elite; komunitas; ruang abstrak; politik lokal.

Full Text:

PDF

References


Adorno, Theodor. (2001). The Cultural Industry. London: Routledge.

Anoegrajekti, Novi. 2003. “Seblang Using: Studi Tentang Ritus dan Identitas Komunitas Using.” Dalam Bahasa dan Seni. Vol. 31. (2). Hlm. 253‒269.

_______. (2006). “Gandrung Banyuwangi: Pertarungan Pasar, Tradisi dan Agama, Memperebutkan Representasi Identitas Using.” Disertasi Jakarta: Program Pascasarjana FIB Universitas Indonesia. Naskah Tidak Diterbitkan.

_______. (2010). “Pada Nonton dan Seblang Lukinto: Membaca Lokalitas dalam Keindonesiaan.” Kajian Linguistik dan Sastra. Vol. 22. (2). 171‒182.

_______. (2011) a. “Gandrung Banyuwangi: Kontestasi dan Representasi Identitas Using.” Jurnal Humaniora. Vol: 23. (1). 26‒36.

_______. (2011) b. “Perempuan Seni Tradisi: Kontestasi dan Siasat Lokal.” Jakarta: Makalah dipresentasikan pada Komunitas Salihara.

Bhabha, Hommi. (1996). “Culture’s In- Between.” In, Hall, Stuart., and, Du

Gay, Paul (Eds). Questions of Cultural Identity. London: Sage Publications.

_______. (1994). The Location of Culture. London and New York: Routledge Classics.

Bourdieu, Pierre. (1986). “The Form of Capital.” Dalam, Richardson, J, G (ed), Handbook of Theory and Research for Sociology of Education. New York: Greenwood Press, hlm. 241‒258.

_______. (1993). The Field of Cultural Production. US: Colombia University Press.

De Certeau, Michel. (1988). The Practice of Everyday Life. Berkeley: Califonia University Press.

Dicks, Bella. (2004). Culture on Display: The Production of Contemporary Visitability. London: Sage Publications.

Eric Hobsbawm & Terence Ranger, (ed). 1983. The Invention of Tradition. Cambridge University Press.

Foucault, Michel. (1977). Language, Counter-Memory, Practic: Selected Essays and Interviews. Oxford: Basil Blackweel.

_______. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972‒1977 New York: Pantheon Books.

_______. (2001). Questions of Method. Essensial Works Of Michel Foucault: 1954‒1983. New York: New York Press. pp 223‒238.

_______. (2003). The Archeology Of Knowledge. New York : Routledge Classics.

Gramsci, Antonio. (1992). Selections From The Prison Notebooks. Edited And Translated By Hoare, Quintin And Nowell Smith, Geoffrey. New York.

Guha, Ranajit. (1997). Dominance without Hegemony: History and Power in Colonial India. Cambrige: Harvad University Press.

_______. (2000). “On Some Aspects of the Historiography of Colonial India.” In Vinayak Chaturvedi (ed.). Mapping Subaltern Studies and the Postcolonial. London: Verso.

Hall, Stuart. (1980). Encoding/Decoding. In, Hall,Stuart., Hobson, Dorothy., Love, Andrew., and Willis, Paul (eds.). Culture, Media, Language. London: Hutchinson, 1980. pp. 128–38.

_______. (1996). “Gramsci’s Relevance for Study of Race and Ethnicity”. Dalam, Morley, David, dan, Chen, Kuan-Hsing (ed). Stuart Hall: Critical Dialogis in Cultural Studies. New York: Routledge. pp 411‒441.

Heryanto, Ariel. 2008. “Politics Meets Pop Culture in Indonesia.” (http://upclose.unimelb.edu.au/episode/40-politics-meets-pop-culture-indonesia. diakses 16 Agustus 2017)

Jameson, Fredric. (1998). The Cultural Turn: Selected Writings on The Postmodern, 1983‒1998. London: Verso.

Jones, Ted. (2007). “Liberalism and Cultural Policy in Indonesia.” Social Identites. Vol 13:4. Hlm. 441‒458.

Jurriëns, Edwin. (2006). Ekspresi Lokal dalam Fenomena Globalisasi: Safari Budaya dan Migransi. Jakarta: LP3ES dan KTILV.

Kertajaya, Hermawan dam Nirwandar, Sapta. (2013). Tourisme Marketing 3.0: Turning Tourist to Advocate. Jakarta: Gramedia.

Klinken, Gerry Van. (2015). The Making of Middle Indonesia: Kelas Menengah di Kota Kupang, 1930an‒1980an. Jakarta: KITLV-Yayasan Obor.

Li, Tania Murray. (2014). The Will to Improve: Perencanaan, Kekuasaan dan Pembangunan di Indoesia. Jakarta: Marjin Kiri.

Lefebvre, Henri. (1991). The Production of Space. Oxford: Welly-Blackwell.

Njoto, Helene. (2017). “Reka Ulang Warisan Budaya Indonesia”. Dalam,

Madiner, Remy (ed). Revolusi Tak Kunjung Selesai: Potret Indonesia Masa Kini. Jakarta: KPG. Hlm 479-506.

Margana, Sri. (2012). Ujung Timur Jawa, 1763‒1863: Perebutan Hegemoni Blambangan. Yogyakarta: Pustaka Ifada.

Prasetyo, Hery. (2014). “Absorsi Kultural: Fethisasi Komoditas Kopi.” Dalam Novi Anoegrajekti, dkk. (ed.). 2014. Dinamika Budaya Indonesia dalam Pusaran Pasar global. Yogyakarta: Ombak. Hlm. 305‒322.

_______. (2016) “Image Hegemonik: Membentuk dan Menciptakan Ruang Reproduksi Kultural”. Dalam, Novi Anoegrajekti, dkk. (ed.). 2016. Kebudayaan Using: Konstruksi, Identitas, dan Pengembangannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hlm. 226-260.

Prasetyo, Hery., dan Rosa, Dien Vidia. (2014). “Space For Cultural Articulation: Voising The Local in Commodity Transformation.” Dalam, Kasiyan, dkk. (ed). Rethingking The Human Dignity and Nation Identity: A Review Perspective of Arts and Arts Education. Faculty of Language and Arts Yogyakarta State University. Hlm. 844‒860.

_______. 2015. “(Auto) Eksotisme (ke/Pem) Bahasa (An): Menafsir Ulang Fragmentasi Politik Ruang Kultural.” Dalam, Sudartomo Macaryus, dan Priyo Dhanu Prabowo. Bahasa Jawa dan Perspektif Pengembangannya. Yogyakarta: Balai Bahasa Yogyakarta dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Rutherford, Jonathan. (1990). “The Third Space.” Interview with Homi Bhabha. In Rutherford, Jonathan, (ed). Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence and Wishart, pp.207‒221.

Setiawan, Ikwan, dkk. 2017. “Exertion of Cultures and Hegemonic Power in Banyuwangi: The Midst of Postmodern Trends”. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture. Vol. 25 No.1, June 2017. Hlm. 147-178.

Smith. Laurajane. (2006). Uses of Heritage. London and New York: Routledge.

Spivak, Gayatri Chakravorty. (1995). “Can the Subaltern Speak?” In Ashcroft, Bill, Gareth Griffiths, and Helen Tiffin (Ed). The Post-colonial Studies Reader. London: Routledge.

_______. (2005). “Scattered Speculations On The Subaltern and The Popular.” Postcolonial Studies. Vol 8 (4), 475‒486.

Wessing, Robert. 1999. “A dance of life: The Seblang of Banyuwangi, Indonesia.” Bijdragen tot de Taal-. Land- en Volkenkunde 155, (4), Leiden, 644‒682.

_______. (2016). “When the Tutelary Spirit Objected: Conflict and Possession among the Using of East Java, Indonesia”. Anthropological Forum, Vol. 26 (4), 355–375.

_______. (2017). “The Lord of The Land Relationship on Southeast Asia.” Acri, Andrea., Blench, Roger., Landmann, Alexandra. Spirits and Ships: Cultural Transfers in Early Monsoon Asia. Singapore: ISEAS-Yusof Ishak Institute. pp. 515-552.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Hery Prasetyo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:
Sociology Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Semarang St. No. 5 Building I3-101 65145.
Phone. (0341) 551312. line. 375, 376 (20)
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/index
email: jsphum@yahoo.co.id

ISSN 2502-7875 (printed)
ISSN 2527-5879 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.