Pemberdayaan Pendidik Pada Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang untuk Menulis Karya Ilmiah Berbasis PTK

Ahmad Nurabadi, Ibrahim Bafadal, Ahmad Yusuf Sobri, Imam Gunawan

Abstract


The problem faced by teachers and principals in the UM laboratory school environment is that teachers do not understand how to carry out research, especially action research. Teachers still feel they need guidance and guidance in terms of: carrying out research and in writing research reports and writing scientific journals. The output of this activity seeks to increase understanding to 40 teachers and school principals about: a) preparation of scientific paper proposals, b) Classroom Action Research (CAR) methodology, c) writing action research research reports c) good scientific article writing techniques. The methods used in this activity are: a) workshops, and b) intensive guidance. The result of this activity is that this community service activity can be successful. To solidify the results, the next step is to assign participants the task of implementing and disseminating the results of training and workshops in their respective schools. To see the implementation, an outcome evaluation was also carried out by the service team at several schools that were the target of service activities. Based on the evaluation results, most of the teachers have implemented the results of training and workshop.

 

Permasalahan yang dihadapi oleh guru dan kepala sekolah di lingkungan sekolah laboratorium UM adalah guru kurang memahami bagaimana melaksanakan penelitian terutama action research. Guru-guru masih merasa memerlukan pembinaan dan pembimbingan dalam hal: melaksanakan research dan dalam penulisan laporan hasil penelitian serta penulisan jurnal ilmiahnya. Luaran kegiatan ini berupaya meningkatkan pemahaman kepada 40 orang guru dan kepala sekolah tentang: a) penyusunan proposal karya ilmiah, b) metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), c) penulisan laporan hasil penelitian action research c)  tata cara teknik penulisan artikel ilmiah yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: a) workshop, dan b) bimbingan intensif. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berhasil dengan baik. Untuk memantapkan hasil, tahap selanjutnya diberikan tugas kepada peserta untuk menerapkan dan melakukan desiminasi hasil pelatihan dan workshop di sekolah masing-masing. Untuk melihat implimentasinya, juga dilakukan evaluasi outcome yang dilakukan tim pengabdian pada beberapa sekolah yang menjadi sasaran kegitan pengabdian. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagain besar guru telah menerapkan hasil pelatihan dan workshop.


Keywords


Empowerment; educator; scientific work; Pemberdayaan; pendidik; karya ilmiah

Full Text:

PDF

References


Bustari. (2015). Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Melalui Penelitian Tindakan Kelas. (Online), (http://staff.uny.ac.id), diakses 25 Mei 2015.

Elliot, J. (1991). Action Research for Educational Change. Buckingham: Open University Press.

Kemmis, S. & McTaggart, R. (1990). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press.

Kummerer, F.N.D., and Lynch, P. (1990). Educational Policy and Planning Project, A Review of Teacher Educational Issues in Indonesia. Jakarta: CIOECRD.

Maisyaroh, Wiyono, B.B, & Suryani. (2004). Pelaksanaan Pembinaan Kemampuan Profesional Guru di Lembaga Pendidikan. Malang: Jurusan Administrasi Pendidikan, FIP, UM.

McNiff, J. (1991). Action Research: Principles and Practice. London: Routledge.

McTaggart, R. (1991). Action Research: A Short Modern History. Victoria: Deakin University Press.

Mills, G.E. (2003). Action Research, A Guide for The Teacher Researcher. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Education, Inc.

Permendiknas nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, (Online), (http://pojokdikpora), diakses 5 Desember 2014.

Raka Joni, T., Kardiawarman, & Tisno Hadisubroto. (1998). Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-Ditjen Dikti.

Sudikin, B., & Suranto. (2002). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Penerbit Insan Cendekia.

Sumardi. (2013). Peningkatan Motivasi Guru Melakukan Penelitian Tindakan Melalui Pendampingan Workshop di KKG SD Siraman 1 Wonosari Gunungkidul. (Online), (http://lpmpjogja.org/peningkatanmotivasiguru), diakses 25 Mei 2015.

Suwarsih, M. (2006). Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Research). Bandung: Penerbit Alfabeta.

Suyanto. (1997). Pengenalan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-BP3SD.

Tytler, R. & Angwin, J. (1998). Action Research: A Deakin University Perspective. The First International Handbook of Action Research for Indonesian Educators. Yogyakarta: Indonesian Primary School Development Project IKIP Yogyakarta.

Tegeh, I.M; Kirna, I.M; Parwati, N.N; Sudarma, I.K. (2012). Pendampingan Pelaksanaan Penelitian Pengembangan bagi Guru-Guru SD di Kota Singaraja. (Online), (http://lemlit.undiksha.ac.id), diakses 25 Mei 2015.

Wiyono, B.B. (2007). Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Action Research). Malang: FIP UM.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um050v4i1p1-8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat



View My Stats