BEHAVIORISME DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS MULTIKULTURAL BUDAYA LOKAL DI KLATEN: YAQOWIYU DAN SADRANAN

Erisya Pebrianti Pratiwi, Sariyatun Sariyatun

Abstract


Multikultural budaya perlu diterapkan pada peserta didik di sekolah sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dan hasil dari belajarnya saja, tetapi juga proses dalam memahami materi yang disampaikan, yaitu dengan teori belajar behaviorisme. Teori behaviorisme menekankan adanya hubungan yang terjadi antara stimulus dengan respon yangs ecara umum dapat dikatakan memiliki arti penting bagi peserta didik untuk meraih keberhasilan belajar.. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan menggunakan berbagai sumber literatur, baik buku-buku maupun jurnal-jurnal yang ada di internet, dikarenakan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dalam penelitian ini diambil contoh budaya lokal Kabupaten Klaten, yaitu Yaqowiyu yang dilakukan setiap satu tahun sekali pada hari Jumat pertengahan bulan Sapar dan Sadranan yang dilaksanakan satu tahun sekali setiap tanggal 24 ruwah menjelang bulan puasa; kedua budaya tersebut sudah cukup dikenal masyarakat luas. Dari pembelajaran dengan menerapkan teori behavioristik di sekolah dapat ditarik nilai multikultural yang ada pada budaya lokal tersebut, diantaranya: nilai religius, nilai gotong royong, nilai toleransi, nilai kepedulian, dan nilai santun.


Multicultural culture needs to be applied to students in schools so that students not only get knowledge and the results of their learning, but also the process of understanding the material presented, namely the behaviorism learning theory. The theory of behaviorism emphasizes the relationship that occurs between stimulus and response which in general can be said to have an important meaning for students to achieve learning success. This study uses the literature study method, using various literature sources, both books and journals. is on the internet, due to the current Covid-19 pandemic situation. In this study, the local culture of Klaten Regency was taken, namely Yaqowiyu which is done once a year on the mid-Friday of the month of Sapar and Sadranan which is held once a year every 24 days before the fasting month; both cultures are well known to the wider community. From learning by applying behavioristic theory in schools, the multicultural values that exist in the local culture can be drawn, including: religious values, mutual cooperation values, tolerance values, caring values, and polite values.




Keywords


pembelajaran IPS; multikultural; budaya

References


Ali, M. (1984). Penelitian kependidikan prosedur dan strategi. Angksa.

Andarwati, M. (2017). Menguatkan karakter bhineka tunggal ika melalui pembelajaran sejarah di kelas. Sejarah Dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 11(2), 172–179. https://doi.org/10.17977/um020v11i22017p174

Arifudin, I. (2017). Urgensi implementasi pendidikan multikultural di sekolah. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 12(2), 220–233.

Banks, J. A. (1994). An introduction to multicultural education. Allyn and Bacon.

Danial, E., & Warsiah, N. (2009). Metode penulisan karya ilmiah. Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Ekasari, P. N. (2017). Pembelajaran berbasis nilai pada matapelajaran sejarah melalui model VCT (Value Clarification Technique). Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 11(2), 192–198.

Ibrahim, R. (2008). Pendidikan multikultural: Upaya meminimalisir konflik dalam era pluralitas agama. El-Tarbawi, 1(1), 115–127.

Julaiha, Siti. (2014). Internalisasi multikulturalisme dalam pendidikan Islam. Dinamika Ilmu, 14(1), 109-122.

Mukminan. (1997). Teori belajar dan pembelajaran. P3G IKIP.

Najmina, N. (2018). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter Bangsa Indonesia. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 52-56.

Rosyada, D. (2014). Pendidikan Multikultural di Indonesia sebuah pandangan konsepsional. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 1(1), 1-12.

Susongko, P. (2011). Pengembangan standar kompetensi pada pendidikan multikultural di sekolah. Cakrawala: Jurnal Pendidikan, 6(2), 64-72.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v16i12022p144-150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter