PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI NYADRAN DI DUSUN SEMANDING KABUPATEN BLITAR

Efrina Rizkya Wahono, Idris Idris, Agung Wiradimadja

Abstract


ABSTRACT

The rumors of the existence of the Nyadran Tradition in Semanding Hamlet began to decline among the community due to modernization and lack of knowledge about the spiritual meaning implied in it. In fact, this tradition is a hereditary culture that is usually done every year and has a meaning that contains noble values for the residents of Semanding Village. The existence of the rumor, the researcher aims to analyze the background, community participation, and the meaning of the Nyadran Tradition of Semanding Village, Blitar Regency. The research method used is descriptive qualitative guided by the stages of Miles and Huberman's research. The results showed that the Nyadran procession was motivated by a form of respect for the ancestral spirits of Semanding Village. The whole society actively implements Nyadran as a form of compliance with customary norms by prioritizing tolerance. In addition, the community considers the Nyadran procession to have a symbolic meaning in each procession which symbolizes gratitude to The God.

ABSTRAK

Adanya rumor eksistensi Tradisi Nyadran di Dusun Semanding mulai menurun dikalangan masyarakat karena adanya modernisasi dan kurangnya pengetahuan mengenai makna spiritual yang tersirat di dalamnya. Padahal tradisi ini merupakan kebudayaan turun-temurun yang biasa dilakukan setiap tahun dan memiliki makna yang mengandung nilai luhur bagi warga Dusun Semanding. Adanya rumor tersebut peneliti bertujuan melakukan analisis latar belakang, partisipasi masyarakat, dan makna Tradisi Nyadran Dusun Semanding, Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan berpedoman pada tahapan penelitian Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan prosesi Nyadran dilatar belakangi oleh bentuk penghormatan kepada roh leluhur masyarakat Dusun Semanding. Seluruh masyarakat aktif melaksanakan Nyadran sebagai bentuk kepatuhan norma adat istiadat dengan mengutamakan toleransi. Selain itu, masyarakat menilai prosesi Nyadran memiliki makna simbolik pada setiap prosesinya yang melambangkan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Keywords


Tradisi Nyadran, Makna Simbolik, Dusun Semanding

References


Aliyah, A. Al (2020) “Rite Communication In The Nyadran Tradition In Sidoarjo Komunikasi Ritus Dalam Tradisi Nyadran Di Sidoarjo Pendahuluan Metode Penelitian Hasil Dan Pembahasan Asal Mula Nyadran Di Dusun Kepetingan,” Ilmu Komunikasi, 9(1), Hal. 22–27.

Arinda R., I. Y. (2014) “Sedekah Bumi (Nyadran) Sebagai Konvensi Tradisi Jawa Dan Islam Masyarakat Sraturejo Bojonegoro,” El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 16(1), Hal. 100. Doi: 10.18860/El.V16i1.2771.

Asiyah, A. (2020) “Relevance Of The Concept Of Multiculturalism Education According To M Quraish Shihab To Islamic Education Of Early Children,” Jurnal Pendidikan" EDUKASIA …, 2(1), Hal. 1–12. Tersedia Pada: Https://Journal.Iainbengkulu.Ac.Id/Index.Php/Multikultura/Article/View/4202.

Azima, N. S., Furnamasari, Y. F. Dan Dewi, D. A. (2021) “Pengaruh Masuknya Budaya Asing Terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi,” Jurnal Pendidikan Tambusal, 5, Hal. 7491–7496.

Baharun, H., Ulum, M. B. Dan Azhari, A. N. (2018) “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Ngejot: Konsep Edukasi Dalam Membangun Keharmonisan Dan Kerukunan Antarumat Beragama Berbasis Kearifan Lokal,” Fenomena, 10(1), Hal. 1–26. Doi: 10.21093/Fj.V10i1.1006.

Busro, B. Dan Qodim, H. (2018) “Perubahan Budaya Dalam Ritual Slametan Kelahiran Di Cirebon, Indonesia,” Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 14(2), Hal. 127. Doi: 10.23971/Jsam.V14i2.699.

Fajarini, U. (2014) “Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter,” SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(2). Doi: 10.15408/Sd.V1i2.1225.

Fitiriasari, P. D. (2019) “Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah),” Jurnal Ketahanan Nasional, 25(3), Hal. 409. Doi: 10.22146/Jkn.49801.

Fitrah, M. Dan Luthfiyah (2017) Metodologi Penelitian (Penelitian Kulaitatif, Tindakan Kelas & Studi Kepustakaan), CV Jejak. Sukabumi: CV Jejak. Tersedia Pada: Https://Books.Google.Co.Id/Books

Gunawan, I. (2015) “Metode Penelitian Kualitaif,” PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 2(1), Hal. 59–70. Tersedia Pada: Https://D1wqtxts1xzle7.Cloudfront.Net/62137147/3_Metpen-Kualitatif20200218-117182-1a60wxc-With-Cover-Page-V2.Pdf

Hanani, S. U. (2020) Kajian Fenomenologi Terhadap Penguburan Kepala Kerbau Dalam Prosesi Nyadran Desa Penggarong Kidul, Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Tersedia Pada: Http://Www.Akrabjuara.Com/Index.Php/Akrabjuara/Article/View/919.

Harjanti, R. Dan Sunarti (2019) “Partisipasi Masyarakat Dalam Tradisi Upacara ‘Rasulan’ Di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul,” Jurnal Sosialita, 11(1), Hal. 107–122.

Haryanti, A. (2018) “Upacara Adat Ngaruwat Bumi Sebagai Kajian Nilai Budaya Masyarakat Adat Banceuy Dalam Melestarikan Lingkungan,” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(2), Hal. 151. Doi: 10.32493/Jpkn.V5i2.Y2018.P151-166.

Haryanto, J. T. (2013) “Kontribusi Ungkapan Tradisional Dalam Membangun Kerukunan Beragama,” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), Hal. 365. Doi: 10.21580/Ws.2013.21.2.250.

Hasbullah, H., Toyo, T. Dan Awang Pawi, A. A. (2017) “Ritual Tolak Bala Pada Masyarakat Melayu (Kajian Pada Masyarakat Petalangan Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan),” Jurnal Ushuluddin, 25(1), Hal. 83. Doi: 10.24014/Jush.V25i1.2742.

Herawati, E. (2019) “Nyadran Ceremony As An Introduction To Art In Kulonprogo Regency,” 327(Icaae 2018), Hal. 242–244. Doi: 10.2991/Icaae-18.2019.47.

Huda, M. T. (2017) “Harmoni Sosial Dalam Tradisi Sedekah Bumi Masyarakat Desa Pancur Bojonegoro,” Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 7(2), Hal. 267–296. Doi: 10.15642/Religio.V7i2.753.

Hutapea, E. (2016) “IDENTIFIKASI DIRI MELALUI SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI (Studi Interaksionisme Simbolik Komunitas Pemakai Narkoba Di DKI Jakarta),” Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 2(1), Hal. 1–14.

Juditha, C. (2018) “Interaksi Simbolik Dalam Komunitas Virtual Anti Hoaks Untuk Mengurangi Penyebaran Hoaks,” Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi Dan Pembangunan), 19(1), Hal. 17. Doi: 10.31346/Jpikom.V19i1.1401.

Julianto, I. N. L., Jodog, M. Dan Santoso, I. (2016) “Nilai Interaksi Simbol Tradisi Dalam Wujud Pelinggih Pada Ruang Publik,” Panggung, 26(1), Hal. 24–34. Doi: 10.26742/Panggung.V26i1.159.

Kumalasari, L. D. (2017) “MAKNA SOLIDARITAS SOSIAL DALAM TRADISI ‘ SEDEKAH DESA ’ ( Studi Pada Masyarakat Desa Ngogri Megaluh Jombang ),” Seminar Nasional Dan Gelar Produk, Hal. 1110–1123. Tersedia Pada: C:/Users/H4RD4/Appdata/Local/Temp/1336-3565-1-PB.Pdf.

Lanova, S. D. (2018) “Partisipasi Masyarakat Dalam Tradisi Penobatan Pemangku Adat Di Desa Air Teluh Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh,” Journal Of Civic Education, 1(1), Hal. 35–42. Doi: 10.24036/Jce.V1i1.8.

Loischofeer, A. J. Dan Darmawan, D. R. (2021) “Tradisi Tolak Bala Sebagai Adaptasi Masyarakat Dayak Desa Umin Dalam Menghadapi Pandemi Di Kabupaten Sintang,” Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Antropologi, 5(1), Hal. 53–68. Tersedia Pada: Https://Jurnal.Uns.Ac.Id/Habitus/Article/View/53723/32461.

Mayun Susandhika, I. G. N. (2020) “Globalisasi Dan Perubahan Budaya: Perspektif Teori Kebudayaan Modern,” Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 1(2), Hal. 1–6. Doi: 10.47532/Jic.V1i2.10.

Miles, M., Huberman, M. Dan Saldana, J. (2014) Qualitative Data Analysis A Method Sourcebook. Terjemahan. USA: Sage Publications.

Mudzakkir, A. Dan Student, P. (2016) “Klaim-Klaim Kebudayaan,” Hal. 23–45.

Mulyani, T., M, S. Dan Ekwandari, Y. S. (2019) “Partisipasi Masyarakat Jawa Pada Upacara Panggih Perkawinan Adat Jawa Di Kampung Sri Bawono,” PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah), 7(7). Tersedia Pada: Http://Jurnal.Fkip.Unila.Ac.Id/Index.Php/PES/Article/View/20020.

Muslim, A. (2016) “Tradisi Ale Rasa Beta Rasa Sebagai Perawat Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Timur,” Jurnal Studi Islam Program Pascasarjana IAIN Ambon, 8(2), Hal. 72–86.

Novianti, K. (2013) “Kebudayaan, Perubahan Sosial, Dan Agama Dalam Perspektif Antropologi,” Harmoni, 12(2), Hal. 8–20. Tersedia Pada: Http://Jurnalharmoni.Kemenag.Go.Id/Index.Php/Harmoni/Article/View/171.

Nugrahani, F. (2014) Metode Penelitian Kualitatif, Cakra Book. Solo: Cakra Book. Tersedia Pada: Http://E-Journal.Usd.Ac.Id/Index.Php/LLT%0Ahttp://Jurnal.Untan.Ac.Id/Index.Php/Jpdpb/Article/Viewfile/11345/10753%0Ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Sbspro.2015.04.758%0Awww.Iosrjournals.Org.

Nugroho, O. C. (2016) “INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (Studi Analisis Fasilitas Publik Di Kabupaten Ponorogo),” Aristo, 3(1), Hal. 1. Doi: 10.24269/Ars.V3i1.7.

Nur, A. (2020) “Mistisisme Tradisi Mappadendang Di Desa Allamungeng Patue, Kabupaten Bone,” Khitah, 1(1).

Nurhikmah (2020) “Adaptasi Dakwah Dalam Tradisi Tolak Bala Masyarakat Kota Parepare,” 31, Hal. 138–153.

Parji (2016) “Socio-Cultural Values Of Nyadran Traditional Ceremony In Tawun, Ngawi, East Java, Indonesia,” Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan (Sosiohumanika), 9(November), Hal. 287–296. Tersedia Pada: Http://Journals.Mindamas.Com/Index.Php/Sosiohumanika/Article/View/732.

Pertiwi, A. K. (2018) “Analisis Interaksi Simbolik Kyai Dan Santri Dalam Perspektif Kepemimpinan Berbasis Nilai Dan Etika,” Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 2(3), Hal. 185–191. Doi: 10.17977/Um025v2i32018p185.

Prasojo, M. N. B. (2018) “Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Alam Gunung Merapi: Studi Kualitatif Tentang Kearifan Lokal Yang Berkembang Di Desa Tlogolele Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali,” Jurnal Analisa Sosiologi, 4(2). Doi: 10.20961/Jas.V4i2.17434.

Rahmawati, R., Nurhadi, Z. F. Dan Suseno, N. S. (2017) “Makna Simbolik Tradisi Rebo Kasan,” Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(1), Hal. 61–74. Doi: 10.20422/Jpk.V20i1.131.

Ritonga, S. K. (2020) “Islamisasi Tradisi: Studi Analisis Terhadap Martahi Marpegepege Pada Batak Angkola,” 06(1), Hal. 35–54.

Rufaidah, D. Dan Sayekti, O. M. (2019) “Struktur Wacana Dalam Ritual Nyadran Agung Di Kabupaten Kulon Progo,” Widyaparwa, 46(2), Hal. 168–178. Doi: 10.26499/Wdprw.V46i2.169.

Rukajat, A. (2018) Pendekatan Penelitian Kulitatif. Yogyakarta: Deepublish. Tersedia Pada: Https://Books.Google.Co.Id/Books?Hl=Id&Lr=&Id=Qy1qdwaaqbaj&Oi=Fnd&Pg=PA21&Dq=Pendekatan+Kualitatif+Pengumpulan+Data&Ots=88bgzsi-GJ&Sig=3cpcxfeknlpqbfabypedggwhw6y&Redir_Esc=Y#V=Onepage&Q=Pendekatan Kualitatif Pengumpulan Data&F=True.

Saputri, R. M. Et Al. (2021) “Eksistensi Tradisi Nyadran Sebagai Penguatan Identitas Nasional Di Tengah Modernisasi,” 3, Hal. 99–111.

Sari, P., Selian, R. S. Dan Hartati, T. (2017) “Makna Simbolik PADA PERLENGKAPAN MANOE PUCOK DI DESA PALAK HULU KECAMATAN SUSOH Permata Sari 1* ,” Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik, II(1), Hal. 69–78.

Setiawati, D. (2011) “Interkasionalisme Simbolek Dalam Kajian Sejarah,” A G A S T Y A, V O L . 1, Hal. 99–115.

Shidiq, U. Dan Choiri, M. (2019) Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, Journal Of Chemical Information And Modeling. Tersedia Pada: Http://Repository.Iainponorogo.Ac.Id/484/1/METODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKAN.Pdf.

Siregar, N. S. S. (2016) “Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik,” Perspektif, 1(2), Hal. 100–110. Doi: 10.31289/Perspektif.V1i2.86.

Sri Wardani, T. Dan Soebijantoro, S. (2017) “Upacara Adat Mantu Kucing Di Desa Purworejo Kabupaten Pacitan (Makna Simbolis Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah),” Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 7(01), Hal. 66–81. Doi: 10.25273/Ajsp.V7i01.1061.

Sugiyono (2017) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan RD. Bandung: Alfabeta.

Supriatna, R. A. Dan Nugraha, Y. A. (2020) “Menguak Realitas Praktik Sedekah Bumi Di Desa Ciasmara Kecamatan Pamijah Kabupaten Bogor,” Calls, 6(2), Hal. 181–196.

Taswadi (2016) “Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bernuansa Tradisi,” 2(1), Hal. 8–16.

Tripambudi, S. (2012) “Interaksi Simbolik Antaretnik Di YOGYAKARTA,” Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(3), Hal. 321–342.

Yuliningsih Dan Saddhono, K. (2018) “Religious Value In Nyadran Ceremony In Ngepringan Village, Sragen,” El Harakah (Terakreditasi), 20(2), Hal. 155. Doi: 10.18860/El.V20i2.4981.

Zannah, U. (2014) “Makna Prosesi Perkawinan Jawa Timur Sebagai Kearifan Lokal (Pendekatan Etnografi Komunikasi Dalam Upacara Tebus Kembar Mayang Di Desa Jatibaru Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau),” Jom FISIP, 1(2), Hal. 1.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v16i12022p119-128

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter