MIGRASI ETNIK BATAK TOBA KE NAGORI MARIAH BANDAR KECAMATAN PEMATANG BANDAR, 1946 – 2011

Asnewastri Asnewastri

Abstract


Abstrak: Misionaris Jerman banyak yang bekerja di Tapanuli dan gencar menyebarkan Injil ke Simalungun. Mereka memanfaatkan orang-orang Batak Toba sebagai pendamping menyebarkan pengaruh. Hal itu yang mendorong perpindahan etnik Batak Toba ke Nagori Mariah Bandar. Pesatnya perpindahan ini juga dipicu karena besarnya kebutuhan tenaga kerja di perkebunan-perkebunan milik Belanda maupun pihak swasta asing lainnya di Simalungun khususnya Nagori Mariah Bandar. Perpindahan tersebut bertujuan membuka lahan-lahan persawahan dalam rangka mendukung ketersediaaan pangan di Simalungun, khususnya di Nagori Mariah Bandar Kecamatan Bandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran missionaris dan Belanda dalam mendukung peripindahan etnik Batak Toba ke Nagori Mariah Bandar, mengetahui kondisi geografis Bandar dan karakter etnik Batak Toba yang mempengaruhi proses perpindahannya ke Bandar serta mengetahui dampak perpindahan etnik Batak Toba ke Nagori Mariah Bandar Kecamatan Bandar. Metode penelitian digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perpindahan etnik Batak Toba ke Nagori Mariah Bandar sangat dipengaruhi oleh kepentingan Belanda yang memanfaatkan orang-orang Batak untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan. Gencarnya usaha penginjilan oleh misionaris Jerman yang menyebarkan injil ke Simalungun khususnya di Nagori Mariah Bandar dilakukan dengan memanfaatkan orang-orang Batak Toba sebagai pendamping mereka.

Kata Kunci: Migrasi, Batak Toba, Pematang Bandar

Abstract: Many German missionaries work in Tapanuli and aggressively spreading the Gospel to Simalungun. They made use of the Toba Batak people as companions of spreading their influence. It drives the ethnic Batak Toba migration to Nagori Mariah Bandar. The rapid transfer is also triggered by the large demand for labor on Dutch plantations as well as other foreign private parties in Simalungun, especially Nagori Mariah Bandar. The move aims to open rice fields in order to support food availability in Simalungun, especially in Nagori Mariah Bandar Kecamatan Bandar. This study aims to determine the role of missionary and the Dutch in supporting ethnic Batak Toba to Nagori Mariah Bandar, knowing the geographical condition of Bandar and ethnic characters of Batak Toba that affect the process of transfer to Bandar and know the impact of ethnic Batak Toba to Nagori Mariah Bandar Bandar Town. The research method used is field research (Field Research) with qualitative descriptive approach. The results of this study indicate that the transfer of ethnic Batak Toba to Nagori Mariah Bandar is strongly influenced by the Dutch interests that use Batak people to open agricultural land and plantations. Incessant evangelistic efforts by German missionaries who spread the gospel to Simalungun, especially in Nagori Mariah Bandar done by utilizing the Toba Batak people as their companion.

 

Keywords: Migration, Batak Toba, Pematang Bandar


DOI: adhagbabjbadjbjab


Keywords


Migrasi, Batak Toba, Pematang Bandar

Full Text:

PDF

References


Cunningham, C.E. 1958. The Postwar Migration of Toba-Bataks to East Sumatra. (No.5). Yale University Southeast Asian Studies.

Dasuha, J.R.P. & Sinaga, M.L. 2003. Tole! Den Timorlanden Das Evangelium!: Sejarah Seratus Tahun Pekabaran Injil Di Simalungun, 2 September 1903-2003. Simalungun: Kolportase GKPS bekerjasama dengan Panitia Bolon 100 tahun Injil di Simalungun

Hasselgren, J. 2008. Batak Toba di Medan: perkembangan identitas etno-religius Batak Toba di Medan, 1912-1965. Medan: Bina Media Perintis.

Liddle, R.W. 1992. Pemilu-pemilu Orde Baru: Pasang Surut Kekuasaan Politik. Jakarta: LP3ES.

Purba, O. H.S. & Purba, E.F. 1997. Migrasi Spontan Batak Toba (Marserak): Sebab, Motif dan Akibat Perpindahan Penduduk dari Dataran Tinggi Toba. Medan: Monora

Purba,OHS. 1998. Migran Batak Toba. Medan: Monora.

Simandjuntak, B. A., & Situmorang, S. T. 2004. Arti dan fungsi tanah bagi masyarakat Batak. Medan: Kelompok Studi dan Pengembangan Masyarakat.

Simanjuntak, B. A. 2009. Konflik status dan kekuasaan orang Batak Toba: bajian sejarah Batak. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sinaga, M. dkk. 1999. Sejarah Perkembangan Dalam Negeri di Kabupeten Daerah Tingkat II Simalungun. Pematangsiantar: Bupati KDH Tk. II Simalungun.

Tideman, J. 1922. Simeloengoen. Leiden: Stoomdrukkerij Louis H.Bacherer.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Asnewastri Asnewastri



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

 

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter