KEBHINEKAAN: SEBUAH RETORIKA?

Dewa Agung Gede Agung

Abstract


Abstrak: Secara nasional maupun lokal, keragaman tidak bisa dihindari, baik keragaman agama, budaya, etnis dan sebagainya. Keragaman merupakan keniscayaan dalam sebuah masyarakat post-kolonial seiring dengan meningkatnya intensitas komunikasi global. Semua orang sadar akan semua itu, karena sudah terdapat pada lambang negara yang bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika”. Istilah ini bukan saja diposisikan sebagai jargon politik sebagai satu nation, tetapi seharusnya menjadi pedoman yang merupakan hasil renungan pendiri bangsa berdasarkan kondisi objektif dari negara Indonesia. Peningkatan tensi konflik semboyan Bhineka Tunggal Ika yang bernuansa SARA baik yang bersifat manifest maupun latten, membuktikan belum dihayati dan diaplikasikannya makna dari istilah tersebut, artinya baru dalam tatanan “retorika”. Perilaku kebhinekaan tidak perlu diretorikakan dengan bahasa yang indah, karena seseorang bisa berkata-kata bijak, tetapi belum tentu bisa berperilaku bijak.

 

Kata-kata kunci: perilaku kebinekaan, sebuah retorika

Abstract: Nationally and locally, diversity can not be avoided, whether the diversity of religious, cultural, ethnic and so forth. Diversity is a necessity in a post-colonial society as the intensity of global communications increases. Everyone is aware of it all, because it already exists on the state symbol that reads "Bihneka Tunggal Ika". This term is not only positioned as a political jargon as a nation, but should be a guide which is the result of the founders' reflection based on the objective condition of the Indonesian state. Increasing the tension of conflicts of the Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity) slogan, both manifest and latten, proves that they have not yet appreciated and applied the meaning of the term, meaning new in the "rhetorical" order. Behavior diversity does not need to be re-fabricated in a beautiful language, because one can speak wisely, but not necessarily be able to behave wisely.

 

Keywords: behaviour of diversity, a rhetoric



Keywords


perilaku kebinekaan, sebuah retorika

Full Text:

PDF

References


Ahmad, R. 2016. Fatwa Hubungan Antaragama. In R. Ahmad, Fatwa Hubungan Antaragama di Indonesia, Kajian Kritis Tentang Karakteristik, Praktik, dan Implikasinya (pp. 2-3). Jakarta: Gramedia.

Alatas, S. F. 2006. From Jami`ah to University Multiculturalism and Christian–Muslim Dialogue. Current Sociology, Vol.54, 112-113.

Anonim.. 2015. How Does the Majority Public React to Multiculturalist Policies? A Comparative Analysis of European Countries. American Behavioral Scientist, Vol. 59, 748.

As-Sirjani, R. 2015. The Harmony of Humanity. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Azra, A. 2003. Kerusuhan-Kerusuhan Massal yang Terjadi di Indonesia Baru-baru Ini: Kemuduran Nasionalisme dan Kemunculan Separatisme. In Anonim, Konflik-Konflik Komunal di Indonesia Saat Ini (p. 74). Jakarta: INIS.

Badudu, Z. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Belinda, S. 2002. Narrating Community: Multiculturalism and Australia’s SBS Television. Journal of Communication Inquiry, 391.

Bolong, B. 2013. Paradigma Misi Kesejahtraan Islam & Kristen. Yogyakarta: San Juan.

Colombo, E. 2015. Multiculturalisms: An overview of multicultural debates in western societies. Current Sociology, Vol. 63, 801.

Dijk, T. A. 1999. Rasisme Baru Dalam Pemberitaan Media. In S. Kartika, Dari Keseragaman Menuju Keberagaman, Wacana Multikultural dalam Media (p. 4). Jakarta: LSPP.

Dylla, C. H., & Faircloth, S. 2014. A Feather in Her Cap. Journal of Cases in Educational Leadership, 111.

Erwin, K. S. 2001. Multiculturalism, Diversity, And African American College Students Receptive, yet Skeptical? Journal of Black Studies, Vo. 31, 772.

Han, A. G. 2008. Building a Harmonious Society and Achieving Individual Harmony. Journal of Chines Political Science, 113.

Ida, L. 2010. Menghargai dan Mencari Figur Penggati Gur Dur. In Z. Misrawi, Santri Par Excellence, Teladan Sang Guru Bangsa (pp. 7-8). Jakarta: Kompas.

Kirkham, S. 2016. Constructing multiculturalism at school: Negotiating tensions . Discourse & Society, 1.

Kompas. 2015. Kasus Diskriminasi di Indonesia. Jakarta: Kompas.com.

Leege, D. c., & Kellstedt, L. 2006. Agama Dalam Politik Amerika. Jakarta: Yayasan Obor.

McCabe, J. 2011. Multiculturalism: An Interactionist Analysis . Journal of Contemporary Etnhography, 521.

Nasikun. 2014. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo.

Nurcholish, A. 2014. Pendidikan Perdamaian Gur Dur. Jakarta: Kompas Gramedia.

Nurcholish, A. 2015. Pendidikan Perdamaian Gur Dur. Jakarta: PT. Gramedia.

Philips, G. 2016. Melampui Pluralisme. Malang: Madani.

Pruit, D., & Rubin, J. 2011. Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ronowidjojo, C. D. 2010. Harmoni Indonesia Raya di Tengah Jelaga Dekadensi. In J. Oentoro, Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa (pp. 59-60). Jakarta: Gramedia.

Rosidin, D. N. 2015. Agama Dalam Bingkai Konflik. In A. Fanani, M. Jamil, & I. Sari, Mengelola Konflik Membangun Damai (pp. 38-39). Semarang: Walisongo Mediation Centre.

Schubert, J. D. 2002. Defending Multiculturalism From Hegemony to Symbolic Violence. American Behavioral Scentist, Vol.45 No.7, 1088.

Smith, H. 2008. Agama-Agama Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sukmana, O. 2016. Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Malang: Instrans Publishing.

Supriyono. 2016. Memperkuat Social Paedagogy untuk Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Seminar Nasional merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Bhineka Tunggal Ika dalam Perspektif Pendidikan (pp. 3-4). Malang: Pusat Pengkajian Pancasila.

Suseno, F. M. 2003. Faktor-Faktor yang Mendasari Terjadinya Konflik Antara Kelompok Etnis dan Agama di Indonesia. In Anonim, Konflik Komunal di Indonesia Saat Ini (pp. 120-130). Jakarta: INIS.

Teasley, M., & Tyson, E. 2007. Cultural Wars And The Attack On Multiculturalism. Journal of Black Studies, Vo. 37, 390-391.

Turmudi, E. 2000. Faktor-Faktor yang Menimbulkan Konflik Keagamaan dan Upaya Melakuka Integrasi Sosial di Antara Para Pemeluk Agama. In I. Qoyim, Agama dan Keutuhan Sosial (pp. 147-148). Jakarta: LIPPI.

Ule, S. 2015. "Melakukan Teologi" di Abad Plural. Maumere: Ledalero.

Zainuddin, A. R. 1996. Islam dan Masalah Integrasi. In S. bahar, & A. Tangdililing, Integrasi nasional, Teori, Masalah dan Strategi (p. 101). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Zein, D. 2014. Kumpulan Khutbah Jum'at Sepanjang Jaman. Surabaya: DAFA Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Dewa Agung Gede Agung



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  

 

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter