NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATERI SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA

Johan Setiawan Ranando Sofiyan Hadi

Abstract


Abstrak: Pendidikan sejarah mempunyai peranan penting dalam pendidikan karakter, karena melalui pengajaran sejarah dapat mewariskan nilai-nilai yang terkandung dalam suatu peristiwa sejarah. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan mengenai sejarah kebangkitan nasional Indonesia yang ditandai dengan: Pertama lahirnya organisasi Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908 telah membuka jalan kearah kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai kehendak sebagai manusia merdeka. Kedua diikrarnya sumpah pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang merupakan formalitas konkrit dari kenyataan kesadaran nasional terwujud nyata melalui kongres pemuda yang mengeluarkan statemen satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Ketiga, seiring dengan perkembangan nasionalisme dan semangat perjuangan nasional telah mencapai puncaknya ketika Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Kemudian nilai-nilai karakter yang dapat digali dari materi tersebut agar dapat diaktualisasikan oleh peserta didik dalam kehidupannya dimasa kini dan masa yang akan datang.

Kata Kunci: kebangkitan nasional Indonesia, materi ajar, nilai karakter

Abstract: Historical education has an important role in character building, because through teaching history we could inherit the values that contained in a historical event. This paper describes Indonesia national resurrection is characterized by: Firstly, the birth of Budi Utomo Organization on May 20th, 1908 has opened the way of Indonesian consciousness as a nation that want to be an independent human. The second was the declaration of the second youth oath on October 28th, 1928 which was a concrete formality of the reality of national consciousness manifested through the youth congress which issued statements of one homeland, one nation and one language. The last, along to the development of nationalism and national spirit has reached the top when Indonesia became independent on August 17th, 1945. Furthermore, the character values that can be extracted from the material in order to be actualized by learner in the present and in the future life.

Keywords: Indonesia national movement, teaching material, character value



Keywords


ebangkitan nasional Indonesia, materi ajar, nilai karakter

Full Text:

PDF

References


Amiruddin. 2016. “Peran Pendidikan Sejarah dalam Membangun Karakter Bangsa”, dalam Seminar Nasional: Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa Dalam Rangka Daya Saing Global. Makassar: Universitas Negeri Makassar

Faza, A. 2017. “Pengajaran Sejarah sebagai Media Penanaman Wawasan Kebangsaan” Wiyanata. Volume VIII, No 2/2017. Hlm. 1-9

Gazalba, S. 1981. Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu: Untuk tingkat pengetahuan menengah dan perguruan tinggi. Jakarta: Bhratara

Hasan, H.S. 2012. “Pendidikan Sejarah untuk Memperkuat Pendidikan Karakter.” Paramita Volume XXII No. 1/2012. Hlm. 81-95.

Johnson, B. E. 2002. Contextual teaching and learning, (What isits and Why its here to stay). California: Coewinpress

Kartono & Fatmawati, S.D.. 2010. Makna Sumpah Pemuda. Semarang: Bengawan Ilmu

Kusmayadi, Y. 2017. “Hubungan Antara Pemahaman Sejarah Nasional Indonesia dan Wawasan Kebangsaan Dengan Karakter Mahasiswa”. Agastya Volume VII, No 2/2017. Hlm. 1-19

Listyarti, R. 2012. Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif & Kreatif. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Samani, M. & Hariyanto. 2012. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Subaryana. 2012. “The Impact of History Learning to Nationalism and Patriotism Attitudes In The Globalisation Era.” Historia: International Journal of History Education. Volume. XIII, No. 1/2012. Hlm. 41-56

Suprijono, A. 2011. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Suyadi. 2015. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka

Wibowo, A. 2013. Manajemen Pendidikan Karakter Di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Widja, I.G.. 1989. Pengantar Ilmu Sejarah: Sejarah dalam Perspektif Pendidikan. Semarang: Satya Wacana

Wineburg, S. 2001. Historical Thinking and Other Unnatural Acts: Charting the Future of Teaching the Past. Philadelphia: Temple University Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Johan Setiawan Ranando Sofiyan Hadi



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

 

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter