BANGUNAN BERARSITEKTUR PRAAKSARA DAN HINDU MASA ISLAM DI JAWA TIMUR SIMBOL KEBINEKAAN “TINJAUAN DALAM PEMBELAJARAN”

Sunariyadi Maskurin, Sri Mastuti P

Abstract


 

Abstrak: Kebinekaan merupakan elemen penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Di era globalisasi ini nilai-nilai kebinekaan harus tetap disuarakan. Hal ini untuk membentengi agar pengaruh asing tidak merusak semangat kebinekaan bangsa Indonesia. Semangat kebinekaan juga ada dalam bangunan peninggalan masa Islamisasi di Jawa Timur. Para penyebar Islam memadukan gaya arsitektur praaksara dan Hindu. Tujuannya adalah untuk menarik orang agar bersedia masuk dalam Islam dengan jalan budaya. Selain itu para penyebar Islam (wali) menghargai perbedaan dalam masyarakat Jawa Timur kala itu. Dalam tulisan ini fokusnya pada tiga peninggalan yang berada di Jawa Timur, yakni Situs Sunan Giri, Sendang Duwur, dan Situs Sunan Drajat. Ketiga tempat tersebut memadukan unsur-unsur budaya pra-Islam yang menarik untuk dipelajari dan media pembelajaran multikultural. Dalam pembelajaran di kelas, peninggalan-peninggalan tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran proses Islamisasi di Jawa dan sekaligus sebagai pendidikan multikultural. Dengan demikian siswa bukan hanya mengerti tentang peninggalan tersebut, namun juga memahami semangat kebinekaan dalam sebuah bangunan.

Kata-kata kunci: Arsitektur, Kebinekaan dan Pembelajaran

Abstract: Diversity is an important element in the life of the Indonesian nation. In this era of globalization the values of diversity must remain voiced. This is to fortify so that foreign influence does not damage the spirit of diversity of the Indonesian nation. The spirit of diversity is also present in the heritage building of Islamization in East Java. The spreaders of Islam combine the architectural style of praaksara and Hinduism. The aim is to attract people to be willing to enter Islam in a cultural way. In addition, the spreaders of Islam (wali) appreciate the differences in East Java society at that time. In this paper the focus is on three heritage in East Java, namely Sunan Giri Site, Sendang Duwur, and Site Sunan Drajat. The three places combine elements of pre-Islamic culture that are interesting to learn and multicultural learning media. In classroom learning, these relics can be used as a medium for learning the process of Islamization in Java and as well as multicultural education. Thus the students not only understand about the relics, but also understand the spirit of diversity in a building.

Keywords: Architecture, Kebinekaan and Learning



Keywords


Arsitektur, Kebinekaan dan Pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Azra, A. 2017. Kebhinnekaan, Multikulturalisme, dan Pendidikan Multikultural; Menuju Renaisans Peradaban Indonesia Masa Depan. Makalah dalam Seminar Nasional Renaisans Budaya (Jawa) Abad XIX Persemaian Kebhinekaan di Indonesia dan Rapat Kerja MSI Jawa Timur di UIN Sunan Ampel Surabaya, 13 Mei 2017.

Dimyati dan Mudjiono. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Eni, S.P. dan Tsabit, A.H.. 2017. Arsitektur Kuno Kerajaan-Kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit di Jawa Timur Indonesia. Depok: Rajawali Press.

Herusatoto, B. 1984. Simbolisme dalam Budaya Jawa, Yogyakarta: Penerbit Hanindita.

Kasdi, A.. 2016. Sunan Giri Sebagai Wali Sanga. Dalam Buku 50 tahun Pengabdian Prof. Aminuddin Kasdi. Surabaya: Unesa Press.

Kasdi, A. 2016. Unsur-unsur Tasawuf Pada Kepurbakalaan Sunan Drajat dan Arti Historiografisnya. Dalam Buku 50 tahun Pengabdian Prof. Aminuddin Kasdi. Surabaya: Unesa Press.

Mustopo, M.H. 2000. Kebudayaan Islam Masa Peralihan di Jawa Timur Pada Abad XV-XVI Kajian Beberapa Unsur Budaya. Tesis tidak diterbitkan. Depok: Universitas Indonesia.

Muyasyaroh, U. 2015. Perkembangan Makna Candi Bentar di Jawa Timur Abad 14-16. Dalam Jurnal Avatara, e-Journal Pendidikan Sejarah, FIS-Unesa, Volume 3, No. 2, Juli 2015.

Muzzaki, A. W., dkk. 2017. Ajaran Humanisme Sunan Drajat Sebagai Warisan Sejarah Lokal. Dalam Prosiding Seminar Nasional Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan. Malang: Fakultas Ilmu Sosial, UM.

Rowse, A.L. 2014. Apa Guna Sejarah. Jakarta: Komunitas Bambu.

Soesilo, T. D.. 2015. Teori dan Pendekatan Belajar: Implikasinya dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Tilaar, H.A.R. 2004. Multikulturalisme, Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasiondo.

Sunyoto, A. 2017. Atlas Wali Songo. Jakarta: Pustaka Iman.

Yaqin, M. A. 2005. Pendidikan Multikultural Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Sunariyadi Maskurin, Sri Mastuti P



Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jsb.journal@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  

 

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter