RELEVANSI IDE THE OPEN SOCIETY KARL POPPER DAN MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

Azril Azifambayunasti

Abstract


The Open Society by Karl Popper is an idea that opposes any kind of oppression and to-talitarianism, so that what is called an open society will be realized, a society that priori-tizes freedom but remains in the corridor of law and ethics. The Open Society is an idea that opposes socialism and capitalism at the same time. As an important idea in the modern age, The Open Society Popper must be able to use in life, just like knowledge that has an axiological basis. This idea is also closely related to democracy which up-holds individual freedom while still being controlled by law. On the one hand, The Open Society can be implemented in the education democracy movement, which is then called multicultural education, with kind of values that accommodate the freedom and equality of individual rights in society. The purpose of this study is to discuss the idea of The Open Society and its relevance to historical education, especially regarding multiculturalism. This discussion was reviewed using the literature study method. The results of this analysis show that The Open Society Popper can be used as a basis for multicultural education because it gives high respect to individual freedom and opposes domination by certain groups, while still respecting the law.

Open Society menurut Karl Popper adalah sebuah gagasan yang menentang segala bentuk penindasan dan totalitarianisme, sehingga akan terwujud apa yang disebut masyarakat terbuka, masyarakat yang mengutamakan kebebasan namun tetap dalam koridor hukum dan etika. Masyarakat Terbuka adalah sebuah ide yang menentang sosialisme dan kapitalisme pada saat yang bersamaan. Sebagai sebuah ide penting di era modern, The Open Society Popper harus dapat digunakan dalam kehidupan, seperti halnya pengetahuan yang memiliki landasan aksiologis. Gagasan ini juga erat kaitannya dengan demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan individu dengan tetap dikendalikan oleh hukum. Di satu sisi, Masyarakat Terbuka dapat diimplementasikan dalam gerakan demokrasi pendidikan, yang kemudian disebut pendidikan multikultural, dengan nilai-nilai yang mengakomodasi kebebasan dan persamaan hak individu dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah membahas mengenai gagasan The Open Society dan relevansinya dengan pendidikan sejarah, khususnya perihal multikulturalisme. Pembahasan ini dikaji menggunakan metode studi pustaka. Hasil analisis i menunjukkan bahwa The Open Society Popper dapat dimanfaatkan sebagai landasan pendidikan multikultural karena memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kebebasan individu dan menentang penguasaan oleh kelompok tertentu, dengan tetap hormat pada hukum.



Keywords


Open Society, Karl Popper, pembelajaran sejarah

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T. (1985). Sejarah lokal di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Ahmad, T. A. (2016). Sejarah kontroversial di Indonesia: Perspektif pendidikan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Banks, J. A. (2014). An introduction to multicultural education (5th ed.). Pearson Education Inc. https://doi.org/10.7748/mhp.3.5.37.s20

Corvi, R. (2005). An introduction to the thought of Karl Popper. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203982570

Eidlin, F. (2013). On the non-existent theory of the open society and the continuing relevance of Popper’s political thought. SSRN Electronic Journal, 1–27. https://doi.org/10.2139/ssrn.2223804

Gaus, G. (2017). The open society and its friends: With friends like these, who needs enemies? The Critique, 2.

Gorton, W. A. (n.d.). Karl Popper: Political philosophy. https://iep.utm.edu/popp-pol/.

Gorton, W. A. (2006). Karl Popper and the social sciences. State University of New York Press.

Hathaway, F. (2019). Review: The open society and its enemies, volume 1, by Karl Popper. https://iea.org.uk/review-the-open-society-and-its-enemies-volume-1-by-karl-popper/

Jordaan, D. W. (2017). The open society: What does it really mean? De Jure Law Journal, 50(2), 396–405. https://doi.org/10.17159/2225-7160/2017/v50n2a11

Kierstead, J. (2019). Karl Popper’s the open society and its enemies, and its enemies. Journal of New Zealand Studies, 28, 2–28.

Lestariningsih, W. A., Jayusman, J., & Purnomo, A. (2018). Penanaman nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Rembang tahun pelajaran 2017/2018. Indonesian Journal of History Education, 6(2), 123–131.

Niiniluoto, I. (n.d.). The open society and its new enemies: Critical reflections on democracy and market economy.

Popper, K. R. (1963). Conjectures and refutations: The growth of scientific knowledge. Routledge & Kegan Paul. https://doi.org/10.2307/2412688

Popper, K. R. (1966). The open sociey and its enemies (5th ed.). Routledge.

Priyadi, S. (2012). Sejarah lokal: Konsep, metode, dan tantangannya. Ombak.

Santosa, Y. B. P. (2017). Problematika dalam pelaksanaan pendidikan sejarah di Sekolah Menegah Atas Kota Depok. Jurnal Candrasangkala: Pendidikan Sejarah, 3(1), 30–36. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2885

Septianingsih, S., Joebagio, H., & Sariyatun, S. (2014). Model pembelajaran sejarah berbasis isu-isu kontroversial untuk meningkatkan berpikir historis Mahasiswa (studi pada mahasiswa Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Historika: Journal of History Education Research, 15(2), 98–109.

Supardi, S. (2014). Pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah lokal. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1), 91–99. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2621

Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM. (2016). Filsafat ilmu sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Liberty.

Yuliantoro, M. N. (2017). Kritik Popper terhadap problem historisisme. https://sosialpolitik.filsafat.ugm.ac.id/2017/07/28/kritik-popper-terhadap-problem-historisisme/

Zed, M. (2004). Metode penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v5i1p37-48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jpsi@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index 

E-ISSN 2622-1837

   

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

View My Stats