BELAJAR DARI MASA LALU, BERSIAP UNTUK MASA DEPAN: INTEGRASI PENDIDIKAN KEBENCANAAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA

Aditya Nugroho Widiadi

Abstract


Indonesia is a disaster-prone country. History has proven that this country has been hit by various types of natural disasters for a long time. Unfortunately, disaster mitigation efforts through disaster education seem to be still not optimally conducted in Indonesia. There are only two subjects that formally contain the content of disaster education. Meanwhile, other subjects, including Indonesian history, are not required to provide students with the content of disaster education. Even though, there are many historical events in the subject of history of Indonesia that discuss the occurrence of disasters in Indonesia. Another challenge is how to integrate disaster education in history learning. One alternative method offered by this paper is through ADIT learning model.

 

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Sejarah telah membuktikan bahwa negara ini telah dilanda berbagai jenis bencana alam sejak lama. Sayangnya, upaya mitigasi bencana melalui pendidikan kebencanaan tampaknya masih belum maksimal dilakukan di Indonesia. Hanya ada dua mata pelajaran yang secara formal memuat muatan pendidikan kebencanaan. Sedangkan mata pelajaran lain, termasuk sejarah Indonesia, tidak wajib membekali siswa dengan muatan pendidikan kebencanaan. Padahal, banyak peristiwa sejarah dalam mata kuliah sejarah Indonesia yang membahas tentang terjadinya bencana di Indonesia. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengintegrasikan pendidikan kebencanaan dalam pembelajaran sejarah. Salah satu alternatif metode yang ditawarkan oleh makalah ini adalah melalui model pembelajaran ADIT.

 

 


Keywords


disaster education; history learning, history of Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Abdurakhman, A., Pradono, A., Sunarti, L., & Zuhdi, S. (2015). Sejarah Indonesia: Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Adimihardja, K. (2014). Orang Baduy di Banten Selatan: Manusia Air Pemelihara Sungai. Antropologi Indonesia, 0(61).

Afrian, R., & Islami, Z. R. (2019). Peningkatan potensi mitigasi bencana dengan penguatan kemampuan literasi kebencanaan pada masyarakat Kota Langsa. Jurnal Pendidikan Geografi, 24(2).

Aidi, Z., & Farida, H. (2020). Natural disaster insurance for Indonesia disaster management. Advances in Environmental Sciences, 12(2), 137–145.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Bell, A., Patterson, L., Dryburgh, M., & Johnston, D. (2012). Empire to nationhood: heroism in natural disaster stories for children. History of Education Review, 41(1).

Bhandari, R. K. (2014). Disaster education and management. New Delhi: Springer India.

Bormanaki, H. B., & Khoshhal, Y. (2017). The role of equilibration in Piaget’s theory of cognitive development and its implication for receptive skills: A theoretical study. Journal of Language Teaching and Research, 8(5), 996–1005.

Das, A., & Luthfi, A. (2017). Disaster risk reduction in post-decentralisation Indonesia: Institutional arrangements and changes. In R. Djalante, M. Garschagen, F. Thomalla, & R. Shaw (Eds.), Disaster risk reduction in Indonesia: progress, challenges, and issues. Springer International.

Depari, C. D. A. (2015). Kearifan lokal dalam penataan ruang kawasan bencana vulkanik studi kasus: desa kepuharjo cangkringan. TATALOKA, 17(1), 21-36.

Djalante, R., & Garschagen, M. (2017). A review of disaster trend and disaster risk governance in Indonesia: 1900–2015. In R. Djalante, M. Garschagen, F. Thomalla, & R. Shaw (Eds.), Disaster risk reduction in Indonesia: progress, challenges, and issues. Springer International.

Djalante, R., Garschagen, M., Thomalla, F., & Shaw, R. (2017). Introduction: disaster risk reduction in Indonesia: progress, challenges, and issues. In R. Djalante, M. Garschagen, F. Thomalla, & R. Shaw (Eds.), Disaster risk reduction in Indonesia: progress, challenges, and issues. Springer International.

Freire, P. (2001). Pedagogy of freedom: Ethics, democracy, and civic courage. Rowman & Littlefield Publishers.

Gunawan, R., Lestariningsih, A. D., & Sardiman. (2017). Sejarah Indonesia: Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hafida, S. H. N. (2018). Urgensi pendidikan kebencanaan bagi siswa sebagai upaya mewujudkan generasi tangguh bencana. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 28(2), 1–10.

Harada, T. (2012). New directions for reconstructing history education: History curriculum which does not teach history. The Journal of Social Studies Education, 1(1), 1–9.

Karaj, D. (2017). The relationship between the teaching of history and critical thinking. European Journal of Economics, Law, and Social Sciences, 1(1), 106–110.

Kartodirdjo, S. (2011). Metode penggunaan bahan dokumen. Jurnal Sejarah Indonesia, 3(1), 1–8.

Kartodirdjo, S. (2015). Pemberontakan Petani Banten 1888. Komunitas Bambu.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidika Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kim, J., & Gim, T.-H. T. (2020). Assessment of social vulnerability to floods on Java, Indonesia. Natural Hazards, 102(1), 101-104.

Kincheloe, J. L. (2008). Knowledge and critical pedagogy: an Introduction. Springer Netherlands.

Kitagawa, K. (2015). Continuity and change in disaster education in Japan. History of Education, 44(3), 371-390.

Kitagawa, K. (2021a). Conceptualising ‘Disaster Education.’ Education Sciences, 11(5), 233. Kitagawa, K. (2021b). Disaster risk reduction activities as learning. Natural Hazards, 105(3), 3099-3018.

Lelono, H. (2015). Tradisi Ruwatan: Bersih bumi kearifan lokal dalam mitigasi bencana. Berkala Arkeologi, 35(2), 146-162.

Miyata, Y., Shibusawa, H., Permana, I., & Wahyuni, A. (2018). Environmental and Natural Disaster Resilience of Indonesia (Vol. 23). Springer Singapore.

Müeller, U., Carpendale, J. I. M., & Smith, L. (2009). Introduction: Overview. In U. Müller, J. I. M. Carpendale, & L. Smith (Eds.), The Cambridge Companion to Piaget (pp. 1–44). Cambridge University Press.

Muljana, S. (2006). Tafsir sejarah Nagarakrtagama. LKiS.

Natawidjaja, D. H. (2015). Siklus mega-tsunami di wilayah Aceh-Andaman dalam konteks sejarah. Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, 25(1), 49–62.

Nuraeni, N., Mujiburrahman, M., & Hariawan, R. (2020). Manajemen mitigasi bencana pada satuan pendidikan anak usia dini untuk pengurangan risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: E-Saintika, 4(1), 68-79.

Paramita, I. G. A. (2018). Bencana, agama, dan kearifan lokal. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 18(1), 36-64.

Permana, S. A., & Hartanto, S. (2019). Mitologi sebagai pendidikan kebencanaan dalam memahami erupsi Gunung Merapi. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 9(2), 121–127.

Piaget, J., & Inhelder, B. (1997). The child’s conception of space. Routledge.

Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2010a). Sejarah Nasional Indonesia I (M. D. Poesponegoro & N. Notosusanto, Eds.). Balai Pustaka.

Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2010b). Sejarah Nasional Indonesia II. Balai Pustaka.

Reisman, A. (2012a). Reading like a historian: A document-based history curriculum intervention in urban high schools. Cognition and Instruction, 30(1), 86–112.

Reisman, A. (2012b). The “document-based lesson”: Bringing disciplinary inquiry into high school history classrooms with adolescent struggling readers. Journal of Curriculum Studies, 44(2), 233–264.

Reisman, A., & Wineburg, S. (2012). “Text complexity” in the history classroom: Teaching to and beyond the common core. Social Studies Review, 51, 24–29.

Sahrina, A., & Deffinika, I. (2021). Potensi Laboratorium Alam Sumbermanjing Wetan dalam pembelajaran geografi berbasis kerja lapangan (fieldwork). Jurnal Pendidikan Geografi, 26(2), 61-72. https://doi.org/10.17977/um017v26i22021p061

Sardiman, A., & Lestariningsih, A. D. (2017a). Sejarah Indonesia: Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI semester 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sardiman, A., & Lestariningsih, A. D. (2017b). Sejarah Indonesia: Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Septikasari, Z., & Ayriza, Y. (2018). Strategi integrasi pendidikan kebencanaan dalam optimalisasi ketahanan masyarakat menghadapi bencana Erupsi Gunung Merapi. Jurnal Ketahanan Nasional, 24(1).

Shor, I., & Freire, P. (1987). A pedagogy for liberation: Dialogues on transforming education. Bergin & Garvey Publishers.

Soekmono, R. (2002). Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia 1. Kanisius.

Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2019). Implementasi pendidikan kebencanaan di Indonesia (Sebuah studi pustaka tentang problematika dan solusinya). Lectura: Jurnal Pendidikan, 10(2), 136–154.

Thene, J. (2016). Mitigasi bencana gempa bumi berbasis kearifan lokal masyarakat Rote Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 1(2), 102-106.

Tsai, M.-H., Wen, M.-C., Chang, Y.-L., & Kang, S.-C. (2015). Game-based education for disaster prevention. AI & Society, 30(4), 463-475.

Widiadi, A. N. (2021). Analysing documents and interpreting textbooks: students’ historical thinking skills in learning about the battle of Surabaya. Wellington.

Wineburg, S., & Martin, D. (2009). Tampering with history: Adapting primary sources for struggling readers. Social Education, 73(5), 212–216.

Wulandari, F. (2019). Analisis Kesiapsiagaan Siswa dalam Menghadapi Bencana Kekeringan melalui Media Booklet. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 65-74.

Zamzami, L., & Hendrawati. (2014). Kearifan budaya lokal masyarakat maritim untuk upaya mitigasi bencana di Sumatera Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 16(1), 37.

Zavar, E., & Nelan, M. (2020). Disaster drills as experiential learning opportunities for geographic education. Journal of Geography in Higher Education, 44(4), 624-631.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v5i1p1-12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jpsi@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index 

E-ISSN 2622-1837

   

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

View My Stats