PEMANFAATAN SITUS KOTA TUA PADANGAN KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI OBJEK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS DIGITAL HISTORY

Muhammad Eko Subagtio

Abstract


The region of Padangan Sub District has local history and an old town building site, but their existence is rarely known among students until general community. This research aimed to find out the historical value of Padangan Old Town site, the relevance of Padangan Old Town site as an object of contextual learning and utilization strategy in digital history based learning. This research employed qualitative descriptive approach. Data collection was carried out through site observation, survey, interview, and exploring some documents in the form of books and relevant journals. The results of this research showed that Padangan sub district has historical attractiveness with the event of Bojonegoro Regency establishment. The first capital city of Bojonegoro Regency was located in Padangan region. Old town side on the other hand showed that Padangan region became a modern civilization with dense population since colonialism era. Some of these heritages could be utilized as history learning objects at Senior High School in material of change and sustainability. The strategy of site utilization in digital history learning could be conducted through four stages namely 1) introduction, 2) observation, 3) discussion, and 4) result. The benefit of digital based contextual learning in Padangan Old Town is to introduce the site presence to students at once disseminating information to public through digital media. The more attractive content information about Padangan Old Town, then the more popular it becomes among the community until it can be made as one of integrated historical tourism destination in Bojonegoro Regency.

 

Wilayah Kecamatan Padangan memiliki sejarah lokal dan situs bangunan kota tua, namun keberadaannya jarang diketahui kalangan pelajar hingga masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sejarah situs Kota Tua Padangan, relevansi situs Kota Tua Padangan sebagai objek pembelajaran kontekstual dan strategi pemanfaatan dalam pembelajaran berbasis sejarah digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, survey, wawancara, dan penggalian beberapa dokumen berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Padangan memiliki daya tarik sejarah dengan peristiwa pembentukan Kabupaten Bojonegoro. Ibukota pertama Kabupaten Bojonegoro terletak di wilayah Padangan. Kota tua di sisi lain menunjukkan bahwa wilayah Padangan menjadi peradaban modern dengan populasi padat sejak era kolonialisme. Beberapa peninggalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran sejarah di SMA dalam materi perubahan dan keberlanjutan. Strategi pemanfaatan situs dalam pembelajaran sejarah digital dapat dilakukan melalui empat tahap yaitu 1) pengenalan, 2) observasi, 3) diskusi, dan 4) hasil. Manfaat pembelajaran kontekstual berbasis digital di Kota Lama Padangan adalah untuk memperkenalkan kehadiran situs kepada siswa sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui media digital. Semakin menarik konten informasi tentang Kota Tua Padangan, maka semakin populer di kalangan masyarakat hingga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah terpadu di Kabupaten Bojonegoro.

 


Keywords


old city Padangan; history learning; digital history

Full Text:

PDF

References


Afriani, A. (2018). Pembelajaran kontekstual (cotextual teaching and learning) dan pemahaman konsep siswa. Jurnal Al-Mutaaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 80-88.

Agustiningsih, A. (2015). Video sebagai alternatif media pembelajaran dalam rangka mendukung keberhasilan penerapan kurikulum 2013 di sekolah dasar. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 4(1), 50-58.

Amalia, R., Swastika, K., Marjono (2017). Situs Megalitik di Desa Penanggungan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso sebagai sumber pembelajaran sejarah. Jurnal Edukasi, 4(2), 45-51.

Aman. (2011). Di seputar sejarah dan pendidikan sejarah. Jurnal Informasi, 37(1), 26-41.

Andarwati, L. (2016). Citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram pada siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta. Journal Student UNY, 3(5), 1–12.

Aprilia, R., Sriati, A., Hendrawati, S., (2020). Tingkat kecanduan media sosial pada remaja. Journal of Nursing Care, 3(1).

Asmara, Y. (2019). Pembelajaran Sejarah menjadi bermakna dengan pendekatan kontekstual. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2(2), 105-120.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2017). Penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia 2017. Retrivied from https://www.apjii.or.id/content/read /39/342/Hasil-Survei-Penetrasi-dan-Perilaku-Pengguna-Internet-Indonesia-2017 Oktober, 25th 2020

Azaryahu, M., & Foote, K. E. (2008). Historical space as narrative medium: on the configuration of spatial narratives of time at historical sites. GeoJournal, 73(3), 179–194.

Dannari, G. L., & Muna, U. L. (2019). Pemanfaatan media pembelajaran majalah dan kahoot dalam kegiatan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Panggul Kelas XI IPS 1. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2(2), 153-163.

Dewi, V. M. (2018). Upacara Adat Wisuda Waranggono di Kayangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro (nilai budaya dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah). Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 3(2), 113-119.

Firdaus, D. W. (2019). Pemanfaatan Situs Astana Gede sebagai sumber belajar untuk mengembangkan kesadaran sejarah lokal mahasiswa. Bihari: Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah, 2(1), 63-76.

Hamruni. (2015). Konsep dasar dan implementasi pembelajaran kontekstual. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2), 177-188.

Handinoto & Hartono, S. (2006). Arsitektur transisi di Nusantara dari akhir abad 19 ke awal abad 20 (studi kasus Komplek Bangunan Militer di Jawa pada peralihan abad 19 ke 20). DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment, 34(2), 81-92.

Harrison, L. H. (2009). Local history as a teaching technique. Peabody Journal of Education, 45(1), 6-8.

Hasan, S. H,. (2019). Pendidikan sejarah untuk kehidupan abad ke 21. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61-72.

Jauhar, M. (2011). Implementasi Paikem dari Behavioristik sampai Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

Kadir, A. (2013). Konsep pembelajaran kontekstual di sekolah. Dinamika Ilmu: Jurnal Pendidikan, 13(1), 17-38.

Kartodirdjo, S. (1982). Pemikiran dan perkembangan hitoriografi Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Kochhar, S.K. (2008). Teaching of history. Jakarta: Grasindo.

Kusnoto, Y., & Minandar, F. (2017). Pembelajaran sejarah lokal: pemahaman kontens bagi mahasiswa. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(1), 125-137.

Miles, M. B. & Huberman, M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Minarni. (2016). Penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Kelas IV SDN 1 Tonggolobibi mata pelajaran IPS. Junal Kreatif Tadulako Online, 4(1), 136-149.

Nichols, H. B. (1930). The Importance of Local History In The Schools And Methods Of Teaching It. The Quarterly Journal of the New York State Historical Association, 11(1), 53–62.

Nuralia, L. (2009). Gedung Juang ’45 (Gedung Tinggi) Bekasi: mengkaji jejak sejarah dan arkeologi periode kolonial. In Dr. Agus Arif Munandar (Ed). Widyamala: Arkeologi dan Masyarakat. Bandung: Alqaprint Jatinangor.

Panitia Penggali dan Penyusun Sejarah Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Bojonegoro. (1988). Sejarah Kabupaten Bojonegoro (Menyingkap Kehidupan dari Masa ke Masa). Bojonegoro: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bojonegoro.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018. Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Pi’i. (2020). Pemanfaatan Prasasti Turyyan Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah SMA. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 13-24.

Pratiwi, I. A., Ardianti, S. D., & Kanzunnudin, M. (2018). Peningkatan kemampuan kerjasama melalui model project based learning (PJBL) berbantuan metode edutainment pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(2). Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(2).

Purnamasari, I., & Wasino. (2011). Pengembangan model pembelajaran sejarah berbasis situs sejarah lokal di SMA Negeri Kabupaten Temanggung. Paramita: Historical Studies Journal, 21(2), 202-212.

Santosa, Y. B. P. (2017). Problematika dalam pelaksanaan pendidikan sejarah di sekolah menegah atas Kota Depok. Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 30-36.

Sepriady, J. (2016). Contextual teaching and learning dalam pembelajaran sejarah. KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 2(2), 100-110.

Soekiman, D. (2014). Kebudayaan Indis. Jakarta: Komunitas Bambu, 2014.

Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sukawi, & Iswanto, D. (2011). Adaptasi tampilan bangunan Indis akibat perubahan fungsi bangunan Studi Kasus: Resto Diwang dan De Joglo Semarang. Modul, 11(2), 89-95.

Sulistyo, W. D. (2019). Learning activities from learning resource: pemanfaatan dan pemaknaan situs sejarah kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2(1), 49-63.

Summerby-Murray, R. (2001). Analysing heritage landscapes with Historical GIS: contributions from problem-based inquiry and constructivist pedagogy. Journal of Geography in Higher Education, 25(1), 37–52.

Suparlan. (2019). Teori konstruktivisme dalam pembelajaran. Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 1(2), 79-88.

Suprapta, B. (2020). Peran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pemanfaatan cagar budaya di Kabupaten Bondowoso sebagai sumber belajar sejarah lokal dan aset unggulan daerah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 25-42.

Suwignyo, A. (2018). Kita dan dunia kontemporer (atau mengapa sejarawan harus menyesuaikan cara kerjanya dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi digital). SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 2(2), 393-404.

Subagtio, M. E. (2020). Kota tua punya banyak cerita. Sukabumi: Farha Pustaka.

Syaputra, M. A. D., Sariyatun, S., & Ardianto, D. T. (2020). Pemanfaatan situs purbakala candi Muaro Jambi sebagai objek pembelajaran sejarah lokal di era digital. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 77-87.

Umronnifah, R., & Utama, A., S. (2019). Bojonegoro bercerita. Yogyakarta: Buana Grafika

Utami, I. W. P. (2020). Pemanfaatan digital history untuk pembelajaran sejarah lokal. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 52-62.

Wahana, H. D., (2015). Pengaruh nilai-nilai budaya generasi millennial dan budaya sekolah terhadap ketahanan individu (Studi di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 21(1), 14-22.

Widiani, L. S., Darmawan, W., & Ma'mur, T. (2018). Penerapan media film sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi siswa dalam pembelajaran sejarah. Factum: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 7(1), 123-132.

Wirawan, Y. (2017). Teknologi digital dan studi sejarah. Seminar Dies ke-24 Fakultas Sastra “Cerdas dan Humanis di Era Digital: Perspektif Bahasa, Sastra dan Sejarah” Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Yamin, M. (2012). Desain baru pembelajaran konstruktivistik. Jakarta: Referensi.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v5i1p58-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: jpsi@um.ac.id
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index 

E-ISSN 2622-1837

   

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

View My Stats