PENGARUH LATIHAN INTERVAL PENDEK TERHADAP DAYA TAHAN ANAEROBIK PADA PEMAIN AKADEMI AREMA U-14

Fandi Ari Wijaya, Slamet Raharjo, Sapto Adi

Abstract


Abstract Anaerobic endurance called stamina is a higher endurance level than endurance, stamina work is at an anaerobic level, where oxygen supply or insufficiency does not adequately serve the work needs of the muscles. Short interval training is needed to support anaerobic endurance capability. The purpose of this study was to find out whether there was any effect of short interval training on anaerobic endurance on the U-14 Arema Academy player. The research design used in this research is the design of quasi exsperimental design that is Nonequivalent Control Group Design. Based on the results of SPSS analysis Anova test obtained control group, 000 <0.05 which means there is influence (significant) and experiments =, 000 <0.05 (significant). From calculation result of Anova using One Way Anova got p difference of experiment group and control group = 0,000 <0,05. The result show p difference <0,05 which means Ho refused. There is a  difference between the two gruops. Experiment have a larger average. It was concluded that there was an effect on  short interval training on increasing anaerobic endurance in the U-14 Arema Academy player.
Keywords: short intervals, anaerobic endurance, exercise.

Abstrak Daya tahan anaerobik atau disebut stamina adalah tingkat daya tahan yang lebih tinggi derajatnya daripada  endurance, kerja stamina adalah kerja pada tingkat anaerobik, di mana suplai atau pemasukan oksigen tidak cukup meladeni kebutuhan pekerjaan yang dilakukan oleh otot. Latihan interval pendek sangat dibutuhkan untuk menunjang kemampuan daya tahan anaerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan interval pendek terhadap daya tahan anaerobik pada pemain Akademi Arema U-14. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa rancangan quasi exsperimental design yaitu Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan dari hasil analisis SPSS uji Anova  didapatkan kelompok kontrol ,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh (signifikan) dan eksperimen = ,000 < 0,05 (signifikan). Dari perhitungan hasil Anova menggunakan One Way Anova didapatkan p selisih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan p selisih < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Terdapat perbedaan antara kedua kelompok. Eksperimen memiliki rata-rata lebih besar. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian perlakuan latihan interval pendek terhadap peningkatan daya tahan anaerobik pada pemain Akademi Arema U-14.
Kata kunci: interval pendek, daya tahan anaerobik, latihan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Sport Science



Jurnal Sport Science, ISSN :2620-4681 (online), ISSN :1907-5111 (print)
Email : jurnalilmukeolahragaan@gmail.com

Jurnal Sport Science is indexed by :

 

View Visitor Stats