Apakah bumdes sudah taat pada good governance?

Nindya Krismonica Titania, Intiyas Utami

Abstract


Abstract
The aim of this study is to observe the practice of BUMDes’ governance in the perspective of good governance government. In theoretical framework, BUMDes should be managed by concept of good governance government. However, the core problem relates to whether the BUMDes has been properly managed with the concept of good governance government or not. This study used interpretive paradigm with case study method. The research data was collected from informant involved in the management and activities of BUMDes. The result of this study shows that a rural fund has been considered as an BUMDes’ initial capital. Additionally, this research also reveals that: people attendance in a rural meeting has been considered as a form of participation; rural website and whatapp group have reflected transparency; ineffective accounting practice has represented a poor financial accountability.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tatakeloa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Secara teoritis BUMDes sehasusnya dikelola dengan konsep good governance government. Namun, fokus permasalahan terletak pada pengelolaan BUMdes yang sesuai atau tidak sesuai dengan konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma intepretif dengan metode studi kasus. Data penelitian bersumber dari informan yang terlibat dan terkait dalam pengelolaan dan kegiatan BUMDes. Temuan penelitian ini antara lain dana desa sebagai modal awal BUMDes, kehadiran masyarakat dalam musyawarah desa dimaknai sebagai bentuk partisipasi, keberadaan website desa dan grup whatsapp sebagai bentuk ransparansi, dan belum berjalannya praktik akuntansi sebagai bentuk akuntabilitas keuangan.

 


Keywords


Good Governance Government, Participation; Transparency; Accountability; BUMDes; Partisipasi; Transparansi; Akuntabilitas

Full Text:

PDF

References


Agunggunanto, E. Y., & Kushartono, E. W. (2016). Pengembangan Desa Mandiri Melalui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisinis, 13(1), 67–81. doi:10.34001/jdeb.v13i1.395.

Batubara, A. H. (2006). Konsep Good Governance dalam Konsep Otonomi Daerah. Jurnal Analisis Administrasi Dan Kebijakan, 3(1), 1–6.

Carter, A. J., Burritt, R. L., & Pisaniello, J. D. (2013). The Dual Roles for Accountants in Sustaining Rural Communities. Accounting Research Journal, 26(2), 130–153. doi:10.1108/ARJ-12-2012-0093

Ismail, M., Widagdo, A. K., & Widodo, A. (2016). Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(2), 323–340. Doi: 10.24914/jeb.v19i2.236.

Kompas. (2019). Total Dana Desa 2019-2024 Rp400 Triliun.

Kurniasih, D., & Wijaya, S. S. (2017). Kegagalan Bisnis Pemerintah Desa (Studi tentang Relasi Bisnis- Pemerintah pada Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Banyumas). Journal of Public Sector Innovations, 1(2), 66–72.

Kusumawanti, N., Susanti, A., & Izana, N. N. (2017). Bumdes and Asean Economic Communities in Developing Rural Economy. International Conference Asean Golden Anniversary, 128–139.

Lindawati, A. S. L., & Puspita, M. E. (2015). Corporate Social Responsibility: Implikasi Stakeholder dan Legitimacy Gap dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1), 157–174. doi:10.18202/jamal.2015.04.6013.

Mansur. (2017). Implementasi Sistem Layanan Informasi Profil Desa melalui Media ONline untuk Meningkatkan Transparansi Informasi Desa. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 3(1), 22–27. doi:10.35329/jiik.v3i1.63.

Muslim. (2016). Varian-Varian Paradigma, Pendekatan, Metode, dan Jenis Penelitian dalam Ilmu Komunikasi. Wahana, 1(10), 77–85.

Mustanir, A., & Abadi, P. (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan di Kelurahan Kanyuara Kecamatan Watang Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Politik Profetik, 5 (2), 247–261. doi:10.24252/profetik.v4i2a6.

Myers, M. D. 2009. Qualitative Research In Business And Management. London: Sage Publication.

Nahruddin, Z. (2014). Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Alokasi Desa di Desa Pao- Pao Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Otoritas Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(2), 193– 201.

Prasetyo, R. A. (2016). Peranan Bumdes dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Dialektika, 11 (1), 86– 100.

Ridlwan, Z. (2014). Urgensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Pembangun Perekonomian Desa. Fiat Justisia, 8 (3), 424–440. doi:10.25041/fiatjustisia.v8no3.314.

Suaramerdeka. (2018). Bumdes Kebonan Biayai Iuran BPJS Warga.

Triani, N. N. A., & Handayani, S. (2018). Praktik Pengelolaan Keuangan Dana Desa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 9(1), 136–155. doi:10.18202/jamal.2018.04.9009.

Widiastuti, H., Manuhara, W., & Rahman, E. (2019). Menakar Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 22(2), 257–288. doi:10.24914/jeb.v22i2.2410.

Yin, R., K. (2003). Case Study Research Design And Methods (Third Ed.). Thousand Oaks, C.A.: Sage Publications.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um004v8i12021p077

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Akuntansi Aktual is indexed by:

View JAA Stats
Jurnal Akuntansi Aktual is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Creative Commons License