Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas: Wawasan Kepala Sekolah dan Guru

Isma Hayati, Inom Nasution

Abstract


Abstract: This research aims to analyze the implementation of the independent learning curriculum at SMA PAB 4 SAMPALI, as well as the obstacles to the independent curriculum at SMA PAB 4 SAMPALI. This research uses data collection methods using interviews, observations and documents. This research uses qualitative analysis techniques which focus on describing events and occurrences that have occurred at the time the research was conducted. The results of this research show that implementing the independent curriculum at SMA PAB 4 SAMPALI starts from grade 10. This is due to a lack of mastery of the material, as well as a lack of clarity in the implementation guidelines. Then the independent curriculum program was not achieved optimally due to inadequate facilities. Because of this, there are still many teachers who are still confused about the implementation of the independent curriculum, so the principal has implemented a policy that the implementation of the curriculum at SMA PAB 4 SAMPALI is only grade 10. The learning method used by teachers in implementing the independent curriculum is different from the K13 curriculum learning method. With an independent curriculum, teachers use jigsaw learning methods and individual methods, where this learning method adapts to the character and interests of each student

Keywords: Implementation, independent curriculum, insight

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah SMA PAB 4 SAMPALI, serta hambatan kurikulum merdeka di sekolah SMA PAB 4 SAMPALI. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, observaso dan dokumen. Penelitian ini menggunakan metode teknik analisi kualitatif yang berfokus pada mendeskrifsikan suatu peristiwa dan kejadian yang telah terjadi pada saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah SMA PAB 4 SAMPALI di mulai dari kelas 10. Dikarenakan kurangnya penguasaan materi, serta kurangnya kejelasan dalam pedoman pelaksanaannya.  Program kurikulum merdeka tidak tercapai dengan maxsimal dikarenakan sarana yang belum memadai. Karena itu, masih banyak guru yang masih bingung dengan penerapan kurikulum merdeka, sehingga kepala sekolah melakukan kebijakan bahwa penerapan kurikulum di sekolah SMA PAB 4 SAMPALI hanya kelas 10. Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam penerapan kurikulum merdeka berbeda dengan metode pembelajaran kurikulum K13. Dengan kurikulum merdeka guru menggunakan metode pembelajaran jigsaw dan metode individu yang dimana metode pembelajaran ini menyesuaikan dengan karakter dan minat setiap peserta didik.

Kata kunci: Implementasi, kurikulum merdeka, wawasan


Full Text:

PDF

References


Anggraeni, Irviani. “Pengertian Implementasi Dan Pendapat Ahli.” Journal Of Chemical Information And Modeling 53, No. 9 (2019).

Ardianingsih, Febrita, Siti Mahmudah, And Edy Rianto. “Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus Pada SLB Di Sidoarjo.” Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik) 2, No. 1 (2017)

Creswell, J.W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing amongFive Tradition. London: Sage Publications

Evy Ramadina. “Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar.” Mozaic Islam Nusantara 7”, No. 2 (2021).

Fauzi, Achmad. “Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak (Studi Kasus Pada SMAN 1 Pengaron Kabupaten Banjar).” Jurnal Pahlawan 18, No. 2 (2022).

H. Baharun. Pengembangan Kurikulum: Teori Dan Praktik Konsep, 2017

Hamirul, Hamirul. “Peran Kepala Sekolah Sebagai Edukator Untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Di SMA Negeri I Muara Bungo.” Efektor 6, No. 1 (2019): 52.

Handayani, Ni Nyoman Lisna. 2023. “Peningkatan Literasi Digital Dan Karakter Peserta Didik Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka.” Lampuhyang14(2): 144–59. https://e-journal.stkipamlapura.ac.id/index.php/jurnallampuhyang/article/view/354.

Hattarina, Shofia, and Universitas Panca Marga. 2022. “Implementasi Kurikulum Medeka Belajar Di Lembaga Pendidikan.” 1: 181–92.

Hidayah, Fitri, Shevia Dwi Diantari, and Ruben Diaz Prasietyawan. 2023. “Analisis Kesiapan Guru Dalam Menerapkan Media Pembelajaran Kurikulum Merdeka Di Smpn 28 Surabaya.” Alsys Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan 3(6): 600–613.

Izzani Bilah Nafindra & Ainur Rifqi, “Strategi Kelapa Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada Jenjang Sekolah Dasar Dan Menengah”. Jurnal Manajemen Pendidikan. (diakses tanggal 2 Maret 2023)

Ibrahim, Neva Lionitha. “MERDEKA BELAJAR PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS ( Studi Kasus Pada SMAN 1 Telaga Biru Dan SMAN 3 Gorontalo ).” Pascasarjana Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, No. December (2022)

Jannah, R. (2020). Strategi Penerapan Kurikulum Dan Problematikanya Di Madrasah

Ibtidaiyah. MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar Dan Keislaman, 11(2).

Kuswarno Engkus. (2009). “Fenomenologi: Metodologi Penelitian Komunikasi”. Bandung, Widya Padjadjaran, 2009.

Nugraha, Tono Supriatna. “Kurikulum Merdeka Untuk Pemulihan Krisis Pembelajaran.” Jurnal UPI 7 (2022): 250–261.

Mahanal, S. (2014). Peran guru dalam melahirkan generasi emas dengan keterampilan abad 21. Seminar Nasional Pendidikan HMPS Pendidikan Biologi FKIP Universitas Halu Oleo, 1, 1–16.

Mulyono, R. (2022). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Untuk Mempersiapkan Pembelajaran Abad 21. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 1348–1363.

Mufidah, J. (2019). Pengembangan profesionalisme guru Madrasah Ibtidaiyah: studi multi situs di MIN 1 dan MIN 4 Jombang. UIN Sunan Ampel Surabaya

Prabowo, Hari. “Pentingnya Peranan Kurikulum Yang Sesuai Dalam Pendidikan.” Jurnal Universitas Negeri Padang 3, No. 1 (2019): 1–10. File:///E:/File Ridho/File Kuliah/File Semester 6/Kajian Kurikulum/Artikel Peranan Kurikulum.

Prastowo, A. (2014). Paradigma baru madrasah dalam implementasi kebijakan kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1)

Rambung, Olan Sulistia, Yosinta Banne Puang, and Silva Salenda. 2023. “Transformasi Kebijakan Pendidikan Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.” 1(3): 598-612.

Redana, Dewa Nyoman, And I Nyoman Suprapta. “Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sma Negeri 4 Singaraja.” Locus 15, No. 1 (2023).

Risdiantoro, R. (2021). Pengaruh Pelatihan Guru Terhadap Kinerja Guru Melalui Pengembangan Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah Se-Kota Batu. Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2),

Sanjaya, Wina; 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Ed. 1, Cet. Jakarta: Prenada Media. //senayan.iain-palangkaraya.ac.id/index.php?p=show_detail&id=4903&keywords= (October 4, 2022).

Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sunarti. 2014. Penilaian dalam Kurikulum Membantu Guru dan Calon Guru Mengetahui Langkah-langkah Penilaian Pembelajaran. Yogyakarta : ANDI OFFSET.

Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 13–28.

Suki Suwardi. 2023. “Persepsi Kepala Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka”. Jurnal Penelitian Multidisiplin, Vol, 2. No, 5. 132-327.

Sukirman, Dadang, And Ali Nugraha. “Kurikulum Dan Bahan Belajar TK” 1 (2004): 1–38. Repository.Ut.Ac.Id/3815/1/PGTK2403-M1.

Syarifudin. 2023. “Analisis Pemahaman Guru Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar, Studi Kasus 5 Madrasah Ibtidaiyah (MIN/MIS) Manggarai Barat”. Jurnal Edunet, Vol, 1. No, 1




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um027v7i22024p266

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

 

 

  

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.