Strategi Kepala Sekolah Meningkatkan Karakter Siswa Berbasis Kearifan Lokal “Silat Pelintau ” Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Aceh Tamiang

Heri Kurnila, Najmuddin Najmuddin, Sari Rizki

Abstract


Abstract: This study aims to analyze the principal’s strategy in integrating the local wisdom values of Silat Pelintau into character education programs in elementary schools in Aceh Tamiang Regency. The focus of the study is directed at how principals plan, organize, implement, and evaluate the Silat Pelintau program as a medium for shaping students’ character, while also identifying obstacles and formulating recommendations for program development. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research informants included principals, classroom teachers, physical education teachers, Silat Pelintau trainers, studio leaders, and community figures who understand the practice of Pelintau culture. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were then analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and thematic coding assisted by NVivo. The findings indicate that the principal’s strategy was implemented through four main stages: program planning within school and extracurricular activities, organizing the roles of teachers and trainers, implementing Silat Pelintau training adapted to the characteristics of elementary school students, and evaluating character development through observation and discussions with teachers and trainers. The integration of Silat Pelintau was found to contribute to strengthening the values of discipline, responsibility, politeness, courage, perseverance, cooperation, emotional control, and love for the local culture of Aceh Tamiang. The obstacles identified include limited facilities, time allocation, fluctuating student motivation, the absence of official curriculum guidelines, and the suboptimal documentation of the program in learning documents. Strategic recommendations emphasize the need to strengthen school policies, establish a memorandum of understanding with local studios, provide teacher training, enhance multi-stakeholder collaboration, and develop sustainable programs. Theoretically, this study enriches the discourse on character education based on local wisdom; practically, its findings may serve as a reference for principals, teachers, studios, and local governments. The findings also highlight the importance of principal leadership in ensuring the sustainability of local culture-based character education programs. This study affirms that Silat Pelintau has the potential to serve as a contextual, applicable, and relevant model of character education for elementary school students.
Keywords: Principal strategy; Character education; Local wisdom; Silat Pelintau ; Elementary school.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Silat Pelintau ke dalam program pendidikan karakter pada sekolah dasar di Kabupaten Aceh Tamiang. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program Silat Pelintau sebagai media pembentukan karakter siswa, sekaligus mengidentifikasi kendala dan merumuskan rekomendasi pengembangan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru olahraga, pelatih Silat Pelintau, pimpinan sanggar, dan tokoh masyarakat yang memahami praktik budaya Pelintau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan, serta coding tematik berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan program dalam kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler, pengorganisasian peran guru dan pelatih, pelaksanaan latihan Silat Pelintau yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, serta evaluasi perkembangan karakter melalui observasi dan diskusi bersama guru maupun pelatih. Integrasi Silat Pelintau terbukti berkontribusi terhadap penguatan nilai disiplin, tanggung jawab, sopan santun, keberanian, ketekunan, kerja sama, pengendalian emosi, dan kecintaan terhadap budaya lokal Aceh Tamiang. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas, alokasi waktu, motivasi siswa yang fluktuatif, belum adanya panduan kurikulum resmi, serta belum optimalnya dokumentasi program dalam perangkat pembelajaran. Rekomendasi strategis menekankan perlunya penguatan kebijakan sekolah, penyusunan Kerjasama dengan sanggar, pelatihan guru, kolaborasi multipihak, dan pengembangan program berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian pendidikan karakter berbasis kearifan lokal; secara praktis, hasilnya dapat menjadi acuan bagi kepala sekolah, guru, sanggar, dan pemerintah daerah. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga kesinambungan program karakter berbasis budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa Silat Pelintau memiliki potensi sebagai model pendidikan karakter yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi siswa sekolah dasar.
Kata kunci: Strategi kepala sekolah; Pendidikan karakter; Kearifan lokal; Silat Pelintau ; Sekolah dasar

Full Text:

PDF

References


Adlan Surya Saputra. (2023). Menumbuhkan disiplin diri melalui disiplin positif restitusi. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 5666–5682. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.1367

Ananto, P. (2019). Life Skills Education Approach untuk mengembangkan pendidikan karakter di SMP. Epigram, 16(1). https://doi.org/10.32722/epi.v16i1.1421

Ardhita, F. P., Mulyasaroh, M., & Nulhakim, L. (2025). Pendidikan dan kebudayaan sebagai pilar penguatan identitas lokal di lingkungan SMA. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(3), 2035–2041. https://doi.org/10.55681/jige.v6i3.3890

Arthur, J. (2019). The Formation of Character in Education: From Aristotle to the 21st Century. Routledge.

Asrial, Syahrial, Kurniawan, D. A., Alirmansyah, Sholeh, M., & Zulkhi, M. D. (2022). The influence of application of local-wisdom-based modules toward peace-loving characters of elementary school students. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education, 4(2), 157–170. https://doi.org/10.23917/ijolae.v4i2.17068

Berkowitz, M. W. (2021). PRIMED for Character Education: Six Design Principles for School Improvement. Routledge.

Day, C., Gu, Q., & Sammons, P. (2020). The impact of leadership on student outcomes: How successful school leaders use transformational and instructional strategies to make a difference. Educational Administration Quarterly, 52(2), 221–258. https://doi.org/10.1177/0013161X15616863

Elisa, E., Purba, M., & Heniwati, Y. (2024). Continuity and change of Silat Pelintau as a cultural heritage of the Tamiang community in Aceh Tamiang Regency. Yupa: Historical Studies Journal, 8(1), 83–91. https://doi.org/10.30872/yupa.v8i1.2756

Fahrizal, F., Putra, R. B. A., & Hidayat, R. (2024). The influence of pencak silat learning on elementary school students’ character development. Journal of Physical Education and Sport Pedagogy, 4(1), 45–57.

Farid, F., & Aziz, R. (2023). Pengembangan karakter tanggung jawab siswa melalui penguatan aktivitas guru di dalam kelas. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 114– 121. https://doi.org/10.21831/jpka.v14i2.57985

Fernanto, M. F., Muhyidin, A., & Umam, M. S. (2024). Implementation of character education through extracurricular pencak silat. AJER: Advanced Journal of Education and Religion, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.52166/ajer.v1i1.5486

Gulikers, J. T. M., Bastiaens, T. J., & Kirschner, P. A. (2021). Authentic assessment, student and teacher perceptions: The practical value of the five-dimensional framework. Journal of Vocational Education & Training, 73(2), 1–19.

Hadi, A. (2021). Penelitian Kualitatif Studi Fenomenologi, Case Study, Grounded Theory, Etnografi, Biografi. Banyumas: Pena Persada.

Hallinger, P. (2020). Science mapping the knowledge base on educational leadership and management in Asia. School Leadership & Management, 40(1), 1–22.

Hallinger, P., & Wang, W. C. (2020). The evolution of instructional leadership research: A bibliometric review of 40 years of literature. Educational Management Administration & Leadership, 48(4), 1–21.

Haq, A. H. B., Tholkhah, I., & Primarni, A. (2022). School leadership strategy in strengthening character education. International Journal of Educational Management and Innovation, 3(2), 112–125.

Harun, H., Jaedun, A., Sudaryanti, S., & Manaf, A. (2020). Dimensions of early childhood character education based on local wisdom. International Journal of Instruction, 13(2), 365–380.

Hidayah, F., & Khadijah, K. (2023). Optimalisasi aspek perkembangan seni melalui kegiatan membatik dengan mengecap buah belimbing. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 438–447. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.240

Hidayati, A., Zaim, M., Rukun, K., & Darmansyah. (2020). The development of character education curriculum for elementary students in West Sumatra. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 12(8), 42–56.

Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal di sekolah. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 3(2), 155–164. https://doi.org/10.22219/satwika.v3i2.10244

Iwan. (2020). Merawat sikap sopan santun dalam lingkungan pendidikan. Al-Tarbawi Al- Hadisah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 98–121.

Jeynes, W. H. (2019). A meta-analysis on the relationship between character education and student achievement and behavioral outcomes. Education and Urban Society, 51(1), 33–71.

Karacabey, M. F., Bellibaş, M. Ş., & Adams, D. (2020). Principal leadership and teacher professional learning in Turkish schools: Examining the mediating effects of collective teacher efficacy and teacher trust. Educational Studies, 46(6), 1–19.

Karatas, K., & Oral, B. (2019). Evaluating character education practices in primary schools. Education and Science, 44(197), 1–20.

Kibtiyah, A. (2025). Collaboration on local wisdom-based character education between schools and parents of students in Islamic religious education units. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 9(2), 458–475. https://doi.org/10.35723/ajie.v9i2.175

Leithwood, K., Harris, A., & Hopkins, D. (2020). Seven strong claims about successful school leadership revisited. School Leadership & Management, 40(1), 5–22. https://doi.org/10.1080/13632434.2019.1596077

Lumban Gaol, N. T. (2023). School leadership in Indonesia: A systematic literature review. Educational Management Administration & Leadership, 51(4), 831–848. https://doi.org/10.1177/17411432211010811

Mahardika, A. (2017). Penanaman karakter bangsa berbasis kearifan lokal di sekolah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(2), 16–27.

Mansur, M., & Sholeh, M. (2024). Implementation of character education based on local wisdom in schools. Journal of Integrated Elementary Education, 4(1), 1–16.

Meiliasari, R., Alfianti, U. U. A., & Purwanti, F. (2022). Implementasi tujuan pendidikan Islam dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Tarbawi: Journal Islam Education, 6(2), 122–131.

Morris, T. H. (2020). Experiential learning: A systematic review and revision of Kolb’s model. Interactive Learning Environments, 28(8), 1–14.

Muhammad, A. R., Suhaimi, Zulfikar, T., Sulaiman, & Masrizal. (2021). Integration of character education based on local culture through online learning in Madras Ahaliyah. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(6), 3293–3304. https://doi.org/10.18844/cjes.v16i6.6559

Muhammad, F., & Yosefin, Y. (2021). Peran kearifan lokal pada pendidikan karakter di masa pandemi: Suatu kajian studi literatur manajemen pendidikan dan ilmu sosial. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(2), 519–528. https://doi.org/10.38035/jmpis.v2i2.508

Murti, D. K., Gunarhadi, & Winarno. (2020). Development of educational comic with local wisdom to foster morality of elementary school students: A need analysis. International Journal of Educational Methodology, 6(2), 337–343. https://doi.org/10.12973/ijem.6.2.337

Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2023). A systematic literature review on local wisdom actualization in character education. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 4(1), 1–12.

Pradana, D., & Wibowo, H. (2020). Peran pencak silat dalam membentuk disiplin dan tanggung jawab siswa. Jurnal Olahraga dan Pendidikan, 9(2), 77–86.

Prasetyo, O., Al Dilwan, M., & Rahman, A. (2024). The integration of traditional values of Pelintau pencak silat as a resource for local history education. Lentera Pendidik: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 27(2), 319–334.

Pratiwi, N. L. A. M., Negara, I. G. A. O. N., & Putra, M. (2021). Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap kinerja guru di SD. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 5(1), 84–90. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJL/index

Rahmadani, R., Sofa, I., Arianti, N., Julita, R., Yuni, R., & Hidayat, H. (2025). Pendekatan- pendekatan dalam evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2).

Rahman, A., & Sari, N. (2021). Festival silat tradisional sebagai media pelestarian budaya dan penguatan karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 145–158.

Rosala, D., & Budiman, A. (2020). Local wisdom-based dance learning: Teaching characters to children through movements. Mimbar Sekolah Dasar, 7(3), 304–326. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v7i3.28185

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Sari, A., Jamaluddin, U., & Taufik, M. (2019). Penguatan pendidikan karakter disiplin pada peserta didik melalui pemberian reward dan punishment di SD Unggulan Uswatun Hasanah. Attadib Journal of Elementary Education, 3(1).

Setiawan, B. (2023). Leadership and cultural-based education: A model for character building in Indonesian schools. Educational Management Review, 12(1), 55–70.

Sinulingga, A., Siregar, M., & Nugroho, A. (2024). Student motivation and character development through traditional martial arts learning. International Journal of Human Movement and Sports Sciences, 12(1), 112–121.

Siraj, S., Nasrah, S., Illah, A., & Simehate, B. S. (2022). Desain model budaya sekolah berbasis nilai kebangsaan dan kearifan lokal dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(5), 2314–2320. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.6948

Siregar. (2023). Revitalisasi silat Aceh dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 15(1), 77–92.

Stufflebeam, D. L., & Zhang, G. (2020). The CIPP Evaluation Model: How to Evaluate for Improvement and Accountability. Guilford Press.

Sueca, I. N. (2018). Integrasi kearifan lokal pada pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta, 1(1).https://e- journal.iahn-gdepudja.ac.id/index.php/WK/article/view/62

Sugiyono, P. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Syahputra, I., & Marzuki, A. (2022). Model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sekolah dasar di Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, 26(2), 120–134.

Syamsi, I., & Tahar, M. M. (2021). Local wisdom-based character education for special needs students in inclusive elementary schools. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(6), 3329–3342. https://doi.org/10.18844/cjes.v16i6.6567

Tian, M., Risku, M., & Collin, K. (2022). A meta-analysis of distributed leadership from 2002 to 2020: Theory development, empirical evidence and future research focus. Educational Management Administration & Leadership, 50(2), 1–24.

Tohri, A., Rasyad, A., Sururuddin, M., & Istiqlal, L. M. (2022). The urgency of Sasak local wisdom-based character education for elementary school in East Lombok, Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education, 11(1), 333–344. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i1.21869

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional.

Usop, T. B. (2019). Kajian literatur metodologi penelitian fenomenologi dan etnografi. Jurnal Research Net. https://www.researchgate.net/profile/Tari- Usop/publication/330651306_Kajian_literatur_metodologi_penelitian_fenomenol ogi_dan_etnografi/links/5c4c16e7a6fdccd6b5c9d7af/kajian-literatur-metodologi- penelitian-fenomenologi-dan-etnografi.pdf

Vertonghen, J., & Theeboom, M. (2010). The social-psychological outcomes of martial arts practice among youth: A review. Journal of Sports Science and Medicine, 9(4), 528–537.

Yuningsih, D., Hasan, H., & Ilhaq, M. (2022). Proses pembelajaran teater tradisional Lenong pada kelas X di SMA Negeri 11 Palembang. ANTHOR: Education and Learning Journal, 1(3), 162–166. https://doi.org/10.31004/anthor.v1i3.27

Yusuf, F. A. (2023). Meta-analysis: The influence of local wisdom-based learning media on the character of students in Indonesia. International Journal of Educational Methodology, 9(1), 237–248. https://doi.org/10.12973/ijem.9.1.237

Yusuf. (2024). Pengaruh emosi terhadap performa atlet dalam psikologi olahraga. Journal of Sport Coaching and Physical Education, 9(2), 162–169.

Yusuf, R., Sanusi, S., Maimun, M., & Putra, I. (2024). Integrating local wisdom in character education. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 16(2), 1–15.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

 

 

  

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.