PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN MENGGUNAKAN METODE PENGOMPOSAN DI DESA TENGGIRING, KECAMATAN SAMBENG, KABUPATEN LAMONGAN

Achmad Murdiono, NURIL FIQIH AL QOMARU, NAUFAL FALIH ROSYADI

Abstract


Abstrak: Limbah peternakan dan pertanian akan berdampak negatif pada lingkungan seperti pencemaran udara, air dan tanah, menjadi sumber penyakit, dan kenyamanan bila tidak diberikan pengolahan yang baik. Pupuk merupakan satu atau lebih unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang ditambahkan pada media tanam untuk mencukupi kebutuhan unsur hara sehingga tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu upaya untuk menanggulangi imbas jangka panjang dari penggunaan pupuk kimia/anorganik adalah dengan mengoptimalkan potensi penggunaan pupuk organik. Tahapan yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan kotoran ternak dan limbah pertanian yang sudah dibakar untuk diolah menjadi pupuk kompos dengan bantuan bakteri pengurai. Peranan pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah adalah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia maupun biologis pada tanah sehingga memiliki peranan penting pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan pertanian di Desa Tenggiring, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Hasil yang bisa didapatkan dengan melaksanakan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengolah limbah peternakan maupun pertanian agar bisa berdampak baik masyarakat untuk digunakan sebagai pupuk organik.

 

Abstract: Livestock and agricultural waste will have a negative impact on the environment such as air, water and soil pollution, become a source of disease, and comfort if not given proper treatment. Fertilizer is one or more nutrients needed by plants that are added to the planting medium to meet the nutrient needs so that plants can grow and develop properly. One of the efforts to overcome the long-term impact of the use of chemical/inorganic fertilizers is to optimize the potential use of organic fertilizers. The steps that need to be taken are to collect livestock manure and agricultural waste that has been burned to be processed into compost with the help of decomposing bacteria. The role of organic fertilizers in maintaining soil fertility is to improve the physical, chemical and biological properties of the soil so that it has an important role in plant growth and development. The purpose of this service is to provide training and practice in making organic fertilizer from agricultural and agricultural waste in Tenggiring Village, Sambeng District, Lamongan Regency. The result that can be obtained by carrying out this activity is to increase public awareness about the importance of processing livestock and agricultural waste so that it can have a good impact on the community to be used as organic fertilizer.


Keywords


Kesuburan, Lahan Pertanian, Limbah, Pupuk Organik

Full Text:

PDF

References


Danapriatna, N. (2009). Fenomena Kelangkaan Pupuk Kimia dan Alternatif Solusinya. CEFARS: Jurnal Agribisnis Dan Pengembangan Wilayah, 1(1), 1–11. https://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/cefars/article/view/23/11

Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. R., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B. (2017). Pengaruh Pemupukan Anorganik Dan Organik Terhadap Produksi Tanaman Jagung Sebagai Sumber Pakan. Zootec, 32(5), 1–8. https://doi.org/10.35792/zot.32.5.2013.982

Jooetono. 1995. Biologi dan Biokimia Peruraian Bahan organik Tanah. Faperta UGM. Yogyakarta.

Nenobesi, D., Mella, W., & Soetedjo, P. 2017. Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Pangan, 26, 43–55.

Nurman, S., Ermaya, D., Hidayat, F., & Sunartaty, R. (2019). Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Sebagai Pupuk Kompos. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(1), 1–5. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.2709

Prihandini, P. w, dan Purwanto, T. 2007. Petunjuk Teknis Pembuatan Kompos Berbahan Kotoran Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. 14 hal.

Putri, I. (2019). Pengolahan Sampah Peternakan dan Pertanian Dengan Metode Pengomposan. https://doi.org/10.31227/osf.io/7vkm2

Ratriyanto, A., Widyawati, S. D., P.S. Suprayogi, W., Prastowo, S., & Widyas, N. (2019). Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak untuk Meningkatkan Produksi Pertanian. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 9–13. https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.40204

Ratriyanto, A., Widyawati, S. D., P.S. Suprayogi, W., Prastowo, S., & Widyas, N. (2019). Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak untuk Meningkatkan Produksi Pertanian. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 9–13. https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.40204

Roidah, I.S., 2013. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Bonorowo 1, 30–43.

Sentana, S. (2010). Pupuk Organik , Peluang dan Kendalanya. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan,” 1–4. http://repository.upnyk.ac.id/565/1/25.pdf

Sirajuddin, S., Nurlaelah, S., Rasyid, I., Amrullah, Mustabi, J., & Rosmawati. (2021). Proses Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Limbah Sapi di Kelompok Tani Sipakainge, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Propinsi Sulawesi Selatan. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 8–15. https://journal.fapetunipa.ac.id/index.php/igkojei/article/view/150/101

Subekti, K. 2015. Pembuatan kompos dari kotoran sapi (komposting). Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sutrisno, E., & Priyambada, I. B. (2019). Pembuatan pupuk kompos padat limbah kotoran sapi dengan metoda fermentasi menggunakan bioaktivator starbio di desa ujung – ujung kecamatan pabelan kabupaten semarang. Jurnal Pasopati, 1(2), 2–5.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um078v3i42021p306-315

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ipiii.pnggoogle.png

View My Stats