PERENCANAAN LANDSCAPE PENDOPO SEBAGAI RUANG INTERAKSI MASYARAKAT DI DESA MANGLIAWAN

Abdul Rahman Prasetyo, Muhammad Fitra Syahreza, Pipy Ida Nur Khofifah, Susila Putra Witjaksana, Yulfa Anifatullail Qoiriyah

Abstract


Ruang publik yang berkualitas berperan penting dalam membangun interaksi sosial dan kesehatan masyarakat. Di Desa Mangliawan, Kabupaten Malang, terdapat sebuah pendopo yang belum berfungsi optimal akibat kurangnya fasilitas pendukung dan penataan landscape yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan landscape pendopo agar dapat menjadi ruang interaksi masyarakat yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, dan studi dokumentasi. Hasil perencanaan menghasilkan konsep "Ruang Terbuka yang Hidup dan
Inklusif" dengan menambahkan fasilitas pendukung seperti cafe joglo, kantor budaya, kamar mandi, dan gedung pertemuan. Perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi sosial, mendukung perekonomian lokal UMKM, serta melestarikan identitas budaya melalui
integrasi unsur-unsur tradisional dalam desain. Dampak positif diharapkan terwujud pada aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan desa.

Keywords


Desa Mangliawan; ruang interaksi masyarakat; ruang terbuka publik; perencanaan landscape

Full Text:

PDF

References


Anita, J., Gustya, F., Erawati, L. R., & Sukma, M. D. (2013). KajianTerhadap Ruang Publik Sebagai Sarana Interaksi Warga diKampung Muararajeun Lama, Bandung. Reka Karsa, 1(1).

Apriliana, T., & Raidi, I. S. (2023). Revitalisasi Kawasan Wisata Batu Lebar Wonogiri Dengan Konsep Eco Cultural (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Winarni, S. (2019). Karakteristik Elemen Lansekap Budaya Desa Kromengan Kabupaten Malang. Pawon, 3(1).

Azmy, H. D. S. N. (2024). Perancangan Collaborative Space di Sewon Bantul dengan Penekanan Koneksi dengan Alam (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Budiarjono, B., & Wardiningsih, S. (2013). Perencanaan Lanskap Agrowisata Berkelanjutan Kawasan Gunung Leutik Bogor. NALARs, 12(2).

Geraldi, G., & Winata, T. (2021). Penerapan Metode Landscape-Urbanism Dalam Perancangan Ruang Rekreasi Kebugaran Di Sawangan Depok. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 3(2), 1721-1732.

Hidayatun, M. I. (1999). Pendopo dalam era modernisasi: Bentuk fungsi dan makna pendopo pada arsitektur tradisional Jawa dalam perubahan kebudayaan. Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment, 27(1).

Jamila, R. F. (2019). Tingkat Kenyamanan Taman Honda Tebet Sebagai Ruang Interaksi Sosial. Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan Vitruvian, 8(3), 163-168.

Jatmiko, A. R., Muzajjad, A., Arzidani, M. A., Pambudi, R. D., Hidayat, R.,

Septiwulandari, D., ... & Nuriya, S. (2025). Skematik Perencanaan Desain Ruang Terbuka Publik Di Desa Pengampon. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 714-721.

Naafi’aa, I., & Nurini, N. (2015). Arahan Perancangan Ruang Publik dengan Pendekatan Konsep Riverfront di Sungai Tuntang Kabupaten Demak. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 4(3), 373-388.

Purwanti, S. (2022). Memaksimalkan fungsi taman kota sebagai ruang terbuka publik. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 5(1), 56-70.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um078v8i12026p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ipiii.pnggoogle.png

View My Stats